Versi Pengamat, Pidato AHY soal Kekuasaan Diarahkan ke Jokowi, Bukan Prabowo
jpnn.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menduga pernyataan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan bukan punya seseorang dan tak selamanya diarahkan ke Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
"Mungkin ini semacam sikap terhadap langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh Pak Jokowi untuk semacam mengingatkan bahwa Pak Jokowi ini sudah dua periode, begitu kira-kira, ya," kata Ray melalui layanan pesan, Selasa (8/9).
Pengamat politik itu mengatakan wajar AHY mengarahkan pernyataan ke Jokowi karena eks Gubernur Jakarta itu getol mempersiapkan sang anak yang juga Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menuju Pilpres 2029.
"Nah, saya memahami pidato Pak AHY itu mungkin ke arah sana salah satunya, yaitu arah semacam mengingatkan bahwa ada kata cukup, lah, di dalam kekuasaan itu," ujar Ray.
Ray merasa AHY menjadi satu di antara figur yang bisa berkontestasi pada 2029, terutama untuk didorong menjadi cawapres pendamping petahana, yakni Presiden RI Prabowo Subianto.
Dia menilai sosok Jokowi tentu berpotensi menghambat AHY bisa dipilih Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2029.
Sebab, ujar Ray, Jokowi bakal mendorong kuat Gibran dengan elektabilitas yang kuat untuk kembali mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029.
Dia mengatakan bahasa moral soal kekuasaan bukan punya seseorang dan bukan selamanya dari AHY tentu ada kaitan dengan kontestasi menuju 2029.
Pengamat politik Ray Rangkuti menduga pernyataan Ketum Demokrat AHY mengarah ke Jokowi untuk mengingatkan soal prinsip kekuasaan, bukan untuk Prabowo.
- Tegaskan Sikap PAN, Viva Yoga Sindir Partai yang Masih Ragu Dukung Prabowo di 2029
- Sampaikan Harapan untuk Jenderal Suyudi, ART Singgung Istilah Parcok Era Jokowi
- 5 Berita Terpopuler: Jokowi Marah, Prabowo Melanggar Undang-Undang, Akan Jadi Masalah untuk Pencalonan 2029
- Beredar Pamflet Ponpes Lirboyo Memanggil, Kiai Abdul Muid Angkat Bicara
- Bisa Jadi Jokowi Marah kepada Prabowo yang Tak Membela Gibran soal Ijazah
- Pengamat Nilai Jokowi Kini Tak Terpikir Gibran 2 Periode, Tidak Dimakzulkan Saja Sudah Oke
JPNN.com




