Wacana Pangkas Gaji Anggota DPR-Kabinet Dianggap Upaya Membangkitkan Sense of Crisis
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyebut Presiden RI Prabowo Subianto ingin membangkitkan kepekaan terhadap krisis dengan mewacanakan pemotongan gaji anggota DPR dan kabinet.
"Wacana yang disampaikan Presiden itu adalah cara beliau untuk membangkitkan sense of crisis kita semua," kata Rifqi sapaan Rifqinizamy melalui layanan pesan, Rabu (25/3).
Legislator fraksi NasDem itu mengatakan dinamika ekonomi akibat perang di Timur Tengah (Timteng) membuat banyak negara memang kesulitan.
"Oleh karena itu efisiensi menjadi kebutuhan kita semua," kata Rifqi.
Menurut dia, urusan efisiensi keungan negara tidak hanya berkaitan pemotongan gaji, melainkan mengefektifkan anggaran pemerintah tak jelas hasilnya.
Namun, Rifqi menyambut positif wacana yang digulirkan Prabowo untuk memotong gaji anggota DPR dan kabinet.
"Oleh karena itu hal tersebut menurut pandangan saya sangat positif," ujar dia.
Rifqi mengatakan wacana mewujudkan pemotongan gaji anggota DPR dan kabinet tidak memerlukan revisi undang-undang karena cukup dibahas dalam teknis pemerintah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menyebut hal terpenting dari wacana mewujudkan pemotongan gaji ialah mengedepankan transparansi.
- Presiden Prabowo di KTT BRICS: Kekuatan Negara Harus Dibangun dari Dalam
- Tiba di Arena KTT BRICS, Presiden Prabowo Siap Suarakan Kepentingan Negara Berkembang
- Dua Kriteria Pendamping Prabowo di Pilpres 2029
- Golkar Tetap Bareng Prabowo di 2029, Jokowi Sulit Bermanuver
- Bahlil Jadi Cawapres Prabowo di 2029? Begini Analisis Efriza
- Hanya Dua Partai Politik Tetap Setia kepada Prabowo hingga Pilpres 2029
JPNN.com




