Waduh, Investor 'Wait and See', Pagi Ini Rupiah Dibuka Melemah 42 Poin

Waduh, Investor 'Wait and See', Pagi Ini Rupiah Dibuka Melemah 42 Poin
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), investor mengambil sikap wait and see. Foto: Ricardo/jpnn

Pada RDG Bulanan 18 Juni 2026, BI juga melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dengan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali menggelar RDG Bulanan pada 21-22 Juli 2026.

“Kami memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen,” ungkap dia.

Sentimen lain berasal dari ketegangan geopolitik yang sempat menunjukkan tanda-tanda mereda setelah sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata. 

Sejumlah negara mediator mengusulkan gencatan senjata sementara, sementara AS menyatakan kesediaan untuk mempertimbangkan usulan tersebut, sehingga meningkatkan harapan akan de-eskalasi konflik

Namun, perbaikan sentimen tersebut hanya berlangsung sementara mengingat ketegangan kembali meningkat menyusul ancaman kelompok Houthi di Yaman memberlakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

“Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global, sehingga mendorong harga minyak mentah Brent naik 2,01 persen menjadi USD 91,01 per barel,” kata Josua.(antara/jpnn)

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), investor mengambil sikap wait and see.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News