Waka MPR Dorong Konsistensi Perbaikan Ekosistem Pendidikan Vokasi Secara Menyeluruh
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi di tanah air harus secara konsisten dan menyeluruh.
Hal ini untuk mewujudkan peningkatan kompetensi lulusannya di pasar kerja.
"Langkah pemberian sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis, namun harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).
Pada 2026, Direktorat SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan kuota bantuan program sertifikasi bagi total 250.000 murid SMK di seluruh Indonesia.
Bantuan tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yaitu 150 ribu murid untuk Sertifikasi Kompetensi (keahlian) dan 100 ribu murid untuk Sertifikasi Bahasa Asing.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan vokasi.
Lestari menilai di tengah masih tingginya angka pengangguran lulusan SMK, program tersebut belum cukup tanpa penguatan keterhubungan antara pendidikan dan industri.
"Peningkatan kualitas dan keterhubungan sekolah vokasi seperti SMK dengan sektor industri harus konsisten direalisasikan untuk menekan angka pengangguran," ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.
Pemberian sertifikasi kompetensi harus diikuti dengan perbaikan ekosistem pendidikan vokasi secara menyeluruh
- Buka Muswil XIII BKPRMI, Hidayat Nur Wahid Ajak Kampanyekan Jakarta Kota Halal Global
- Waka MPR Sebut Implementasi Biodiesel B50 Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Energi
- Plt Sekjen MPR Sebut Kolaborasi Budaya dan UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Kerakyatan
- SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Tembus Nasional, Siap Buktikan Papua Mampu Bersaing
- Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Jadi Kunci Atasi Darurat Kesehatan Mental Anak
- LCC 4 Pilar 2026 Digelar, Arianto: Ruang Pembentukan Karakter Pelajar Papua
JPNN.com




