Waka MPR Ingatkan Krisis Energi Berpotensi Lahirkan Seller's Market, Begini Sarannya
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menyampaikan krisis energi akibat perang yang masih berkecamuk di Timur Tengah melahirkan seller's market, di mana kendali penjualan minyak mentah dan gas dikendalikan para pihak yang memiliki pasokan migas
Dia mengungkapkan saat ini mekanisme pasar di sektor migas terhenti untuk sementara, mengingat disrupsi energi global akibat perang mengakibatkan lonjakan permintaan di saat pasokan migas terkendala penutupan selat Hormuz.
"Kita tengah menyaksikan seller's market yang mengendalikan transaksi perdagangan migas saat ini," ungkap Eddu.
Dia menjelasan sellers market memberikan kewenangan besar bagi produsen dan pemasok migas untuk menentukan harga, volume dan kepada siapa saja pasokan migas ini hendak dijual.
Karena itu kemampuan lobi baik dari aspek Government to Government maupun Business to Business harus dioptimalkan.
"Mesin diplomasi internasional Indonesia perlu bekerja ekstra keras agar pasokan migas dari negara-negara sahabat bisa kita peroleh sesuai kebutuhan dan kemampuan nasional," kata Eddy.
Eddy menyebut hal yang sama juga berlaku bagi Pertamina yang perlu memaksimalkan jaringan niaga yang dimilikinya untuk memperoleh kepastian pasokan migas dari berbagai sumber di dalam maupun luar negeri.
Menurut Doktor Ilmu Politik UI ini, meskipun kita belum menyatakan kondisi darurat energi di dalam negeri namun secara umum dunia telah berada di pusaran krisis energi
Kondisi krisis energi disusul seller's market menjadi alarm bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi, elektrifikasi dan pengembangan bioenergi
- Waka MPR: Segera Evaluasi dan Perkuat Sistem Perlindungan Kelompok Rentan
- Babak Baru Blok Masela
- Juara LCC Empat Pilar MPR 2026, SMAN 3 Merauke Siap Wakili Papua Selatan ke Senayan
- Dominasi Babak Final, SMAN 3 Kota Sorong Raih Juara 1 LCC 4 Pilar MPR
- Wakil Ketua MPR Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Perempuan dari Tindak Kekerasan
- Soroti Kebakaran TPA yang Terus Berulang, Eddy Soeparno: Benahi Hulu dan Pengawasan
JPNN.com




