Wakil Ketua MPR Sebut Pancasila Terbukti Mampu Hadapi Krisis Domestik Maupun Global
“Tetapi karena para tokoh bapak bangsa, baik yang religius maupun nasionalis, sepakat untuk mengakui dan menerima Pancasila sebagai ideologi bersama, maka selamatlah Indonesia," kata HNW dalam keterangannya, Senin (20/4).
Bahkan, lanjut HNW, sejak dari penyusunannya tokoh agama Islam, seperti Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, dan Wachid Hasjim dan Kristiani seperti AA Maramis, terlibat langsung dalam Panitia 9 menyusun penyusunan Piagam Jakarta yang menjadi Pembukaan UUD 45.
"Dan demi kesatuan negara dan keselamatan bangsa, para tokoh Islam itu juga rela menghilangkan tujuh kata pada sila pertama dalam piagam Jakarta sesuai keberatan masyarakat Indonesia Timur, dan mengubahnya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, seperti yang terdapat pada sila pertama Pancasila,” ungkap HNW.
HNW menilai kesepakatan terhadap hadirnya Pancasila itu membuat bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai krisis, baik yang datang dari dalam maupun luar.
Berbeda dengan Uni Soviet. Pada zamannya Uni Soviet adalah negara terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Mereka memiliki angkatan bersenjata dan intelegen yang kuat.
Namun kini negara itu kini telah lenyap, terpecah menjadi 15 negara, dengan Rusia sebagai negara paling besar di antara 14 negara lainnya.
Uni Soviet hancur dan terpecah belah sejak 1991 akibat krisis ekonomi kronis dan kegagalan reformasi politik (Glasnost dan Perestroika) karena ideologi mereka; komunisme, diimpor dari luar, tidak mengakar di bumi mereka.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara yang membahas nilai-nilai Pancasila
- Pengamat: Pasar Mengalami Krisis Ekspektasi Mendalam
- Pancasila Lahir Sebagai Pemersatu Bangsa
- Waka MPR Dorong Konsistensi Perbaikan Ekosistem Pendidikan Vokasi Secara Menyeluruh
- Di Museum Multatuli, Hasto Bicara Nilai Pancasila untuk Tata Dunia Baru
- Momen Hangat Prabowo-Megawati, Qodari Sebut Cerminan Nyata Pancasila
- Dirjen Dukcapil Teguhkan Semangat Pancasila: Identitas Warga, Hak Dasar Bangsa
JPNN.com




