Wakil Ketua MPR Tegaskan Perjuangan Kesetaraan Perempuan Agenda Peradaban Bangsa
jpnn.com, JAKARTA -
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan perjuangan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan bukanlah isu sektoral semata, melainkan sebuah agenda peradaban bangsa yang harus menjadi gerakan bersama.
Penegasan tersebut disampaikan Lestari Moerdijat dalam Focus Group Discussion bertema Memperkuat Representasi Perempuan dalam Revisi Undang-Undang Pemilu yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) di Jakarta, Kamis (20/8).
Rerie yang akrab disapa menilai, meskipun telah ada kemajuan, berbagai hambatan struktural dan kultural masih menghadang kemajuan perempuan Indonesia.
Dia menyebut fenomena ini sebagai ‘tembok kaca’ yang membutuhkan keberanian luar biasa untuk didobrak.
Rerie mengungkapkan sejumlah data yang menggambarkan ketimpangan yang terjadi saat ini, antara lain terkait keterwakilan politik perempuan.
Dia menjelaskan meskipun ada kebijakan afirmasi 30 persen calon legislatif perempuan, komposisi perempuan di DPR saat ini baru mencapai 21,9 persen.
Partai NasDem yang telah menempatkan lebih dari 30 persen caleg perempuan dalam tiga pemilu terakhir pun masih menemui kendala di lapangan.
Rerie menyoroti kesulitan dalam mencari kader perempuan yang siap maju di dunia politik karena belum mendapatkan izin atau dukungan penuh dari keluarga.
Ini Penegasan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam Focus Group Discussion bertema Memperkuat Representasi Perempuan dalam Revisi Undang-Undang Pemilu
- Budi Muliawan Ajak Generasi Muda Cianjur Kenali Filosofi Ngaos, Mamaos, dan Maenpo
- Pemkab Purwakarta & Rumah Energi Sukseskan Program PW4JET di Cirata
- Di Hadapan Guru TK, Mohamad Toha Tekankan Pentingnya Tanamkan Adab bagi Anak Sejak Dini
- MPR Luncurkan Dua Buku, Senator Dedi: Semua Peristiwa Dalam Kehidupan Bernegara Harus Ditulis Sebagai Warisan
- MPR Luncurkan Dua Buku di Gedung Merdeka, Ahmad Muzani: Memori Konstitusi Tak Boleh Putus
- MPR Tak Mau Gegabah Amendemen UUD 1945, Muzani: Konsekuensinya Luar Biasa
JPNN.com




