Walkot Farhan Ungkap Alasan Jukir Liar di Bandung Sulit Diberantas
jpnn.com, BANDUNG - Keberadaan juru parkir (jukir) liar di Kota Bandung semakin meresahkan masyarakat.
Di media sosial, banyak bermunculan opini masyarakat yang mengeluhkan keberadaan jukir liar di beberapa tempat, seperti mini market hingga kedai kopi.
Para tukang parkir itu bahkan jarang mematok tarif parkir kepada pengendara roda dua atau empat.
Normalnya di Bandung tarif parkir kendaraan sebesar Rp2 ribu untuk roda dua, dan mobil Rp5 ribu. Namun, di beberapa tempat tarifnya dinaikkan menjadi Rp3 ribu hingga Rp5 ribu untuk motor, dan belasan ribu untuk mobil.
Merespons keluhan masyarakat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, permasalahan parkir masih jadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Menurutnya, profesi juru parkir hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, umumnya tidak ada tukang parkir.
Proses perparkiran diatur secara mandiri menggunakan teknologi atau sistem otomatis.
Kata Farhan, karena kehadiran juru parkir sudah jadi budaya Indonesia, maka perlu pendekatan sosial budaya untuk penanganan jukir liar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ungkap alasan kesulitan memberantas juru parkir liar.
- DBH Rp190 Miliar Tak Cair, Pemkot Bandung Tunda Sejumlah Proyek Infrastruktur
- Wawalkot Bandung Erwin Curhat Lagi Tak Pernah Dilibatkan dalam Pemerintahan, Farhan Membantah
- Pocari Run 2026 Digelar Dua Hari di Bandung, Farhan Jamin Tak Ada Penutupan Jalan
- Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau Sudah Sampai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker
- 10 Pohon Mahoni Ditanam di Jalan Riau Bandung, Butuh Waktu Lama untuk Kembali Rindang
- Bandara Husein Sastranegara Beroperasional Lagi, Jumlah Penumpang Masih Jauh Dari Target
JPNN.com




