Wamenaker Ungkap Tantangan dan Strategi Ketenagakerjaan Indonesia di Wisuda UMJ
jpnn.com, JAKARTA - Wamenaker Afriansyah Noor menyampaikan kondisi, tantangan, dan strategi ketenagakerjaan Indonesia saat orasi ilmiah dalam prosesi wisuda UMJ sesi ketiga di Auditorium K.H. Azhar Ahmad Basyir, MA. Gedung Cendekia UMJ, Minggu (23/11).
Dengan mengusung tema ”Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja”, Afriansyah menyebutkan bahwa Indonesia memiliki penduduk usia kerja sebanyak 218,17 juta jiwa dengan 146,54 juta bekerja dan masih terdapat sekitar 7,46 juta jiwa pengangguran.
Mayoritas pekerja merupakan lulusan SMP dan SMA, masing-masing mencapai 15,08 juta dan 31,05 juta jiwa.
”Ini berarti sebagian besar tenaga kerja kita masih memiliki keterampilan dasar, padahal tuntutan pekerjaan hari ini sudah semakin berorientasi pada keterampilan teknis dan digital,” kata dia dalam siaran persnya.
Dia juga menyebutkan sekitar 57,80 persen pekerja masih berada di sektor informal. Menurutnya, situasi ini menunjukkan perlunya percepatan peningkatan kompetensi, peningkatan sertifikasi keterampilan, dan penguatan layanan penempatan kerja.
Lebih lanjut, dia menyoroti tiga faktor global yang mendorong perubahanan dunia kerja, yaitu disrupsi digital dan AI, transisi hijau, dan perubahan demografi.
”Diperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta pada 2030, tetapi 92 juta pekerjaan juga akan hilang karena otomatisasi dan digitalisasi,” ujarnya.
Selanjutnya, Afriansyah membeberkan tiga strategi dan program Kemenaker. Strategi dan program tersebut diantaranya yaitu, optimalisasi ekosistem pelatihan vokasi nasional, kolaborasi lintas K/L, pemda, dan mitra pembangunan, serta mengorkestri ekosistem ketenagakerjaan agar lebih sinergis dan harmonis.
Wamenaker Afriansyah Noor mengungkap tantangan dan strategi ketenagakerjaan Indonesia pada wisuda UMJ.
- Pengelolaan Outsourcing untuk Produktivitas dan Perlindungan Pekerja
- Sandiaga Uno Bakar Berbagi Kiat Sukses untuk Wisudawan Ke-27 Politeknik LP3I Jakarta
- Menkes Tekankan Pentingnya Pencegahan Untuk Jaga Kesehatan di Peluncuran I-Chip UMJ
- Arief Rosyid: Peresmian ICHIP UMJ Sebagai Komitmen Dukung Kedaulatan Kesehatan
- Menaker Yassierli: Data Sakernas Penting untuk Kebijakan Ketenagakerjaan Tepat Sasaran
- UMJ Perkuat Etos Keilmuan dan Spiritualitas untuk Membangun Peradaban
JPNN.com




