Wamenko Polkam Lodewijk Bicara Penurunan Indeks Demokrasi, Termasuk Kebebasan Berekspresi
jpnn.com - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyebut Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) harus jadi alat ukur, sekaligus kompas perbaikan demokrasi demi menyongsong kemajuan pembangunan nasional.
Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan skor IDI 2025 secara nasional adalah 78,19 atau turun dari 2024 dengan skor 79,81. Sedangkan target nasional 81,69-85,23.
"Memang penurunannya tidak ekstrem, tetapi ini menjadi cambuk bagi kita semua. Demokrasi harus terus dibenahi," katanya saat acara "Kick Off Evaluasi Nasional Capaian IDI Tahun 2025 dalam rangka Penguatan Demokrasi dan Peningkatan Strategi Pembangunan Nasional" di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).
Dia menjelaskan bahwa penurunan IDI itu terdapat pada sejumlah indikator, di antaranya jaminan kebebasan berkumpul, berserikat, berekspresi, dan berpendapat yang mengalami penurunan hingga 20,43 poin.
Indikator kinerja lembaga legislatif juga turun 21,05 poin serta indikator netralitas penyelenggara pemilu yang menjadi sorotan setelah pelaksanaan pilpres, pileg, dan pilkada.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong perbaikan kualitas demokrasi dengan memperkuat ruang partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab.
"Sekarang demonstrasi dilihat sebagai bentuk penyampaian hak-hak warga negara dalam berdemokrasi. Paradigma aparat mulai berubah dan tentu akan terus diperbaiki," ucap Lodewijk.
Lodewijk mengatakan bahwa demokrasi merupakan salah satu fondasi stabilitas nasional dan pembangunan nasional. Sedangkan kualitas demokrasi ditempatkan sebagai salah satu prasyarat transformasi politik dan tata pemerintahan.
Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus menyebut skor Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025 secara nasional 78,19 atau turun dari 2024 dengan skor 79,81.
- Heru Subagia: Merangkul Anies, Ganjar, dan Mahfud ke Kabinet Bukan Solusi Demokrasi
- Parliamentary Threshold 1% Jadi Sorotan, Pemuda Lintas Partai Gelar Konsolidasi
- MPR Luncurkan Dua Buku, Senator Dedi: Semua Peristiwa Dalam Kehidupan Bernegara Harus Ditulis Sebagai Warisan
- Tiga Dekade Reformasi, Ibas Dorong Demokrasi dan Pembangunan Bisa Berjalan Beriringan
- Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum, Ekspansi Militer ke Ranah Sipil Harus Disetop
- Analisis Andi Widjajanto soal Demokrasi Terpuruk & Publik Kian Tak Puas pada Prabowo
JPNN.com




