Warga Kebon Jeruk Jakbar Cerita Berhadapan dengan Komplotan Curanmor Bersenpi

Warga Kebon Jeruk Jakbar Cerita Berhadapan dengan Komplotan Curanmor Bersenpi
Ilustrasi pencurian motor. Foto: Ricardo/JPNN

Melihat sepeda motornya diutak-atik orang tak dikenal, Alif lantas berlari ke arah kendaraannya.

Bakso yang baru saja dihidangkan pun tak lagi dia pedulikan, lantaran Alif menduga kuat bahwa orang tak dikenal itu hendak mencuri sepeda motornya.

Kemudian, melihat Alif yang berlari ke arah sepeda motornya, komplotan itu menodongkan senjata api ke arah Alif.

"Saya keluar, 'woi mau ngapain ini?'. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang 'Diam, diam, diam' katanya. Ya udah ayo kata gue tuh. Langsung nembak dia buat peringatan, enggak terjadi apa-apa, enggak ngerasa apa-apa saya lari lagi ke belakang buat ngambil gelas ngelempar ke dia sambil ngejar motor," ujar dia.

Namun, Alif kalah jumlah. Kendati dia ngotot untuk mempertahankan sepeda motornya, tiga orang kriminal itu berhasil membawa kabur sepeda motor Alif.

Adapun senjata yang beberapa kali ditembakkan tidak sempat mengenai Alif secara langsung. Namun, pecahan kaca yang terkena peluru mengenai pergelangan kaki Alif.

"Saya lihat tiga-tiganya megang senjata, yang dua orang nembakkin. Lima kali tembakan mungkin. Bahkan, pas jalan dia nembak lagi," jelas Alif.

"Ya ini kaki kena (tembakan), cuman untungnya meleset, cuman kena serpihan doang," tambahnya.

Alif, warga Kebon Jeruk, Jakbar, melawan tiga pelaku curanmor bersenjata api. Peristiwa itu ketika dia lagi makan bakso.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News