Warga Muakan Petinggi Keluhkan Infrastruktur dan Pelayanan Publik yang Tak Memadai
jpnn.com, PONTIANAK - Sejumlah warga Desa Muakan Petinggi, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Keluhan tersebut disampaikan dalam aksi sosial yang digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat setempat.
Persoalan yang disoroti mulai dari listrik, akses jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, jembatan, bantuan sosial (bansos), hingga pelayanan pemerintahan desa.
Tarmiji menjadi salah satu warga yang menyampaikan persoalan listrik di Desa Muakan Petinggi.
Dia mengatakan sebagian rumah warga belum mendapat aliran listrik meski tiang dan kabel jaringan disebut telah terpasang.
Padahal, warga sebelumnya mendapat informasi bahwa listrik akan menyala sejak November 2023.
Tarmiji mengaku telah mengeluarkan sekitar Rp1 juta untuk pemasangan listrik.
“Kalau menggunakan genset, biaya operasionalnya cukup mahal. Dalam satu minggu bisa membutuhkan sekitar 25 liter bahan bakar, belum termasuk perawatan mesin,” ujar Tarmiji dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Selasa (8/9).
Sejumlah warga Desa Muakan Petinggi, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalbar menyuarakan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
- Pramono Targetkan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung Rampung pada 2027
- Kementerian Pekerjaan Umum Sudah Tangani 1.024 Infrastruktur Pascagempa NTT
- Perceraian di Kalbar Mencapai 12.000 per Tahun, Faktor Ekonomi Mendominasi
- PLTA Batangtoru Kembangkan EBT Lengkap dengan Teknologi & Infrastruktur Mutakhir
- APBD-P Palembang 2026 Disahkan, Sampah hingga Infrastruktur Menjadi Fokus Anggaran
- Sambut Baik Kritik dan Aduan Masyarakat, Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Optimalkan Pelayanan Publik
JPNN.com




