Waspada, 200 Ribu Lebih Serangan Pencuri Kata Sandi Ancam Pelaku Bisnis di RI
jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan konsultan dan penyedia solusi keamanan siber asal Rusia, Kaspersky menemukan ratusan ribu serangan password stealer atau pencuri kata sandi yang mengancam bisnis perusahaan di Indonesia.
Pada 2025, solusi bisnis Kaspersky mendeteksi dan memblokir lebih dari satu juta serangan password stealer di jaringan perusahaan di Asia Tenggara.
Selain itu, sebanyak 234,615 serangan password stealer terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia berhasil diblokir oleh Kaspersky pada tahun lalu.
Password stealer adalah jenis malware yang dirancang untuk mencuri kata sandi dan informasi akun lainnya.
Malware akan mengekstrak kunci rahasia yang tersimpan dari browser dan utilitas lainnya, menganalisis file cache dan cookie, dan mendapatkan akses ke data dompet aset kripto.
Tahun lalu, peningkatan password stealer paling banyak terjadi di Filipina (41%), diikuti Malaysia (33%), dan Singapura (25%).
Vietnam menyusul dengan peningkatan sebesar 21% dan Indonesia sebesar 7%. Namun, Thailand mencatat penurunan sebesar -21%.
"Password stealer tetap menjadi salah satu alat paling efektif dalam persenjataan pelaku kejahatan siber karena mereka menargetkan pintu depan setiap perusahaan/organisasi: kredensial pengguna," ungkap Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, Adrian Hia mengungkapkan
Kaspersky menemukan ratusan ribu serangan password stealer atau pencuri kata sandi yang mengancam bisnis perusahaan di Indonesia.
- Koelnmesse dan Amara Expo Perkuat Posisi Indonesia Sebagai Pusat Pameran Global
- Komdigi Gerak Cepat Panggil Meta soal Dugaan Kebocoran Data Instagram
- Epson Luncurkan Printer Signage Terbaru, Cocok untuk Cetak Banner Berkualitas Tinggi
- Kaspersky & PT KIMS Berkolaborasi Memperluas Jangkauan Keamanan Siber
- Penasihat Hukum Internal Perusahaan Harus Mampu Beradaptasi
- Telkom AI Center of Excellence Diluncurkan untuk Mempercepat Adopsi AI di Indonesia
JPNN.com




