Waspada Hantavirus, Dinkes Sumsel Minta Warga Tingkatkan Kebersihan Lingkungan
jpnn.com - PALEMBANG - Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mengingatkan masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan, menyusul ditemukannya kasus hantavirus di delapan provinsi di Indonesia hingga pekan ke-16 Tahun 2026.
Meski belum ada laporan kasus postif di Sumsel, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus yang ditularkan melalui tikus tersebut, terutama di area yang kotor dan lembap.
Kepala Dinkes Sumsel Trisnawarman menjelaskan hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang penularannya berasal dari paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terinfeksi.
Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah tercemar.
"Lingkungan yang kurang bersih dan banyak terdapat tikus menjadi faktor utama penyebaran hantavirus. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan rumah dan sekitarnya," kata Trisnawarman, Rabu (13/5/2026).
Menurut Trisnawarman, pemerintah terus memperkuat pemantauan serta sistem surveilans kesehatan menyusul munculnya kasus di sejumlah wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Sumatera Barat.
Menurut dia, masyarakat perlu mengenali gejala awal penyakit tersebut, mulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas hingga gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang berisiko tinggi.
"Untuk Sumatera Selatan sendiri sampai saat ini belum ada laporan kasus positif Hantavirus," kata Trisnawarman.
Dinkes Sumatera Selatan meminta warga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan hal ini menyusul ditemukannya Hantavirus di delapan provinsi.
- Australia Sedang Mengalami Wabah Difteri Terbesar, Ini Penjelasannya
- WHO Sebut Wabah Ebola di Kongo & Uganda Patut Jadi Kekhawatiran Dunia
- Ini Langkah Pemkab Cirebon Mengantisipasi Hantavirus
- Info Terkini WHO soal Dampak Hantavirus
- WNA di Jakarta yang Kontak Erat Hantavirus Kapal Pesiar Dinyatakan Negatif
- 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, 2025 Paling Tinggi
JPNN.com




