Waspada, Mobil Bekas Banjir Sulit Terdeteksi, Jasa Inspeksi jadi Solusi
jpnn.com, JAKARTA - Musim hujan yang terjadi belakangan ini menimbulkan kekhawatiran bagi pasar mobil bekas.
Curah hujan tinggi dan potensi banjir di sejumlah kawasan meningkatkan risiko beredarnya kendaraan yang pernah terendam air.
Kondisi itu menuntut calon pembeli untuk lebih cermat sebelum memutuskan membeli mobil bekas, terlebih menjelang mudik yang identik dengan perjalanan jarak jauh.
Mobil yang memiliki riwayat banjir tidak selalu menunjukkan kerusakan secara langsung.
Secara kasat mata, kendaraan masih dapat digunakan dalam waktu tertentu setelah banjir surut.
Namun, air yang masuk ke ruang mesin, kabin, dan sistem kelistrikan dapat memicu masalah tersembunyi yang baru muncul beberapa bulan kemudian.
Selain risiko teknis, mobil banjir juga menyimpan kerugian finasial.
Nilai jualnya cenderung menurun, sedangkan biaya perbaikan dapat membengkak dalam jangka panjang.
Calon pembeli harus lebih cermat sebelum memutuskan membeli mobil bekas, terlebih menjelang mudik yang identik dengan perjalanan jarak jauh.
- Mobil Masih Sering Dipakai, Tetapi Harga Jualnya Terus Menyusut, Ini Penyebabnya
- 5 Makanan Ini Wajib Anda Konsumsi Saat Musim Hujan, Bikin Tubuh Makin Kuat
- 2 Mobil Ini Masih Jadi Pilihan untuk Perjalanan Mudik Lebaran
- Musim Hujan di Sumsel Berlanjut Hingga April, BMKG: Waspada Bencana Hidrometeorologi!
- Lampu Mobil Berembun di Musim Hujan? Begini Solusinya
- Cegah Rambut Rontok Saat Musim Hujan dengan Mengonsumsi 3 Makanan Ini
JPNN.com




