Waspada Modus Penipuan Ini, Pelaku Mengubah Data pada Dokumen Asli Bea Cukai

Waspada Modus Penipuan Ini, Pelaku Mengubah Data pada Dokumen Asli Bea Cukai
Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk mengenali berbagai karakteristik penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, mulai dari permintaan transfer ke rekening pribadi, pengiriman barang-barang berharga, hingga komunikasi melalui akun atau nomor yang tidak resmi. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

Pelaku diketahui menggunakan nomor dokumen yang memang terdaftar, tetapi mengubah isi dokumen untuk menyesatkan calon korban.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengungkapkan modus penipuan berkembang, termasuk dengan memanfaatkan nomor dokumen yang benar lalu dimanipulasi isi di dalamnya.

"Karena itu, masyarakat harus selalu melakukan verifikasi langsung kepada Bea Cukai apabila menerima tagihan atau dokumen yang mencurigakan,” pesan Budi Prasetiyo.

Dari keterangan korban, pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga.

Dalam kejadian terdahulu, korban pernah mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta setelah mempercayai klaim adanya paket kiriman luar negeri yang berisi barang berharga.

Saat itu korban diminta sejumlah uang dengan alasan untuk mempercepat proses pengiriman dan memenuhi ketentuan pemerintah.

Dari kasus ini, Budi mengimbau masyarakat untuk mengenali berbagai karakteristik penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, mulai dari permintaan transfer ke rekening pribadi, pengiriman barang-barang berharga, hingga komunikasi melalui akun atau nomor yang tidak resmi.

“Apabila menerima informasi terkait tagihan, paket kiriman, atau dokumen yang mengatasnamakan Bea Cukai, segera lakukan pengecekan melalui kanal resmi kami sebelum melakukan pembayaran apa pun,” tegas Budi mengingatkan.

Waspada penipuan, masyarakat harus selalu melakukan verifikasi langsung kepada Bea Cukai apabila menerima tagihan atau dokumen yang mencurigakan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News