Waspada, Fitnah dan Kebencian Berpotensi Jadi Alat Pengganggu Negara
“Akurasi dan ketepatan waktu menjadi kunci, terutama pada platform dengan daya jangkau terbesar yakni Facebook dan TikTok. Dalam pemantauan sepanjang tahun 2025, secara empiris kami mendapati keduanya paling berpengaruh dalam membentuk persepsi publik selama periode sensitif seperti Juli–Agustus,” tuturnya.
Seperti diketahui pada pekan ketiga Agustus hingga awal September 2025, unjuk rasa disertai kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh protes terhadap adanya tunjangan baru bagi anggota DPR RI, yakni berupa tunjangan perumahan.
Gejolak di masyarakat itu juga didorong oleh adanya kenaikan pajak bumi dan bangunan yang terjadi di beberapa wilayah, serta ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup.
Dia menunjukkan koeksistensi temporal antara lonjakan disinformasi, fitnah, dan kebencian dan perubahan indikator persepsi ekonomi mengindikasikan melemahnya tingkat kepercayaan publik pada periode tertentu.
Karena itu, dapat dikatakan disinformasi, fitnah, dan kebencian menciptakan kondisi kerentanan sistemik yang meningkatkan biaya koordinasi kebijakan dan memperlemah kepercayaan publik.
“Hal ini terjadi terutama pada periode fiskal dan politik yang sensitif. Jadi dalam hal ini DFK berfungsi sebagai pengejut (shock) non-ekonomi terhadap ekspektasi publik. Temuan kami mendapati lonjakan DFK pada periode fiskal kritis terindikasi memperlemah efektivitas komunikasi kebijakan dan adanya pola targeting sebagai strategi delegitimasi berlapis terhadap kapasitas negara,” tuturnya.
“Menariknya Evident Institute mendapati tren DFK terjadi sejak Juli 2025 terjadi kenaikan. Persebaran DFK tersebut masif digemakan melalui platform media sosial maupun aplikasi berbagi pesan seperti Whatsapp yang sifatnya tertutup,” tuturnya.
Evident Institute menilai disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) tahun 2026 berpotensi digunakan untuk menghambat eksekusi kebijakan Pemerintah.
- Amanda Brownies dan Suweger Menjangkau Konsumen Lewat TikTok GO by Tokopedia
- Tips dari Kreator TikTok untuk Berkreasi dan Menikmati Konten AI dengan Lebih Bijak
- Rayakan The Ones Who Spark It, TikTok Umumkan Penghargaan Tingkat Asia Tenggara
- WhatsApp Siapkan Fitur Baru, Cara Kerjanya Mirip Telegram
- Pengumuman Penting dari WhatsApp Bagi Pengguna Ponsel Android atau iOS Jadul
- WhatsApp Rilis Fitur Kontrol Orang Tua untuk Lindungi Anaknya
JPNN.com




