Wisuda UMJ Periode I 2026 Hadirkan Nuansa Internasional & Inklusif di Kampus Islami
“Wisuda menjadi momentum dan tonggak awal saudara sekalian meniti langkah baru dalam karir profesional masing-masing. Kami tentu berharap saudara sekalian dapat menjadi bagian dari generasi bangsa yang berkontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai macam problematika yang ada di tanah air kita,” ujarnya.
Selain itu, Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan menilai UMJ sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan talenta unggul dengan mengedepankan integritas, moral, dan akhlak di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Mesin bisa memproses data dengan sangat cepat, lalu ada hal yang tidak dimiliki oleh mesin yaitu keimanan, empati, akhlak, dan di sini lah letak keunggulan sejati UMJ,” ujarnya.
Wisuda UMJ Periode I Tahun 2026 juga menghadirkan nuansa internasional dan inklusif yang kuat. Sebagai kampus Islami yang menjunjung nilai rahmatan lil alamin, UMJ tidak hanya meluluskan wisudawan internasional, tetapi juga mahasiswa difabel hingga lulusan nonmuslim yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik di lingkungan akademik yang menghargai keberagaman.
Hal ini menunjukkan komitmen UMJ dalam membangun pendidikan tinggi yang terbuka, humanis, dan inklusif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas universitas.
Nuansa internasional tampak dari hadirnya Duta Besar Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, pada sesi pertama wisuda. Kehadiran mahasiswa internasional dalam prosesi wisuda turut menegaskan posisi UMJ sebagai kampus yang semakin dipercaya oleh mahasiswa dari berbagai negara.
Sementara itu, semangat inklusivitas tercermin dari kisah wisudawan terbaik Fakultas Pertanian, Danka Rahmadina Talogo, yang merupakan mahasiswa difabel. Dalam testimoninya, ia mengaku sempat merasa khawatir akan menghadapi diskriminasi saat pertama kali memilih UMJ. Namun pengalaman selama mengikuti proses pendidikan justru membuatnya merasa diterima tanpa melihat kondisi fisiknya.
“Ketika saya memilih UMJ awalnya ada rasa takut, seperti adanya bullying, adanya diskriminasi terhadap fisik yang saya miliki, tetapi saat saya mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) saya merasa seluruh panitia dan teman-teman menerima saya, tanpa melihat saya dari sisi fisik,” ujarnya.
Wisuda yang digelar UMJ untuk periode I 2026 telah menghadirkan nuansa internasional dan inkflusif di kampus islami.
- Menkes Tekankan Pentingnya Pencegahan Untuk Jaga Kesehatan di Peluncuran I-Chip UMJ
- Arief Rosyid: Peresmian ICHIP UMJ Sebagai Komitmen Dukung Kedaulatan Kesehatan
- UMJ Perkuat Etos Keilmuan dan Spiritualitas untuk Membangun Peradaban
- UMJ Seleksi 1.400 Calon Mahasiswa Internasional dari 44 Negara
- Gelar Wisuda dan Penutupan Pendidikan Reguler SESKOAL, TNI AL Siapkan Pemimpin Maritim Unggul Hadapi Tantangan Global
- LLDikti III Gelar Rakor Humas & Protokol di UMJ Untuk Perkuat Reputasi Perguruan Tinggi
JPNN.com




