World Cleanup Day 2025: Menteri LH Serukan Penanganan Sampah dari Hulu

World Cleanup Day 2025: Menteri LH Serukan Penanganan Sampah dari Hulu
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq memimpin aksi bersih-bersih di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Foto: dok sumber

jpnn.com, SERANG - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat untuk mengurangi sampah dari hulu adalah kunci keberhasilan Indonesia mencapai target pengurangan sampah nasional.

Pesan ini disampaikan dalam rangkaian World Cleanup Day 2025, yang dirayakan serentak di lebih dari 190 negara.

“Kita tidak bisa lagi menutup mata dengan adanya TPS liar. Pemerintah daerah harus tegas menertibkan dan masyarakat perlu sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Beban TPA sudah sangat berat, karena itu sampah harus dikurangi dari hulu,” tegas Hanif.

Menteri Hanif memimpin aksi bersih-bersih di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan ini menjadi simbol ajakan konkret kepada pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama memberantas keberadaan TPS liar yang membebani TPA serta mencemari lingkungan.

Aksi ini sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas publik dalam mengelola sampah.

“World Cleanup Day bukan hanya tentang memungut sampah sehari, tapi momentum membangun kesadaran kolektif dan kapasitas masyarakat untuk mengubah kebiasaan. Dari hal kecil seperti memilah sampah di rumah, dampaknya akan besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

KLH/BPLH terus mendorong penerapan ekonomi sirkular, tanggung jawab produsen melalui Extended Producer Responsibility (EPR), serta pembatasan plastik sekali pakai.

KLH/BPLH terus mendorong penerapan ekonomi sirkular, tanggung jawab produsen melalui Extended Producer Responsibility (EPR), serta pembatasan plastik

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News