JPNN.com

Ya.. Ampun... Gara-Gara Intip Pengantin Baru, Suroso Membusuk Di Atap Flapon

Selasa, 03 November 2015 – 12:19 WIB Ya.. Ampun... Gara-Gara Intip Pengantin Baru, Suroso Membusuk Di Atap Flapon - JPNN.com

JAKARTA - Nasib Suroso, 45, yang dikenal memiliki kebiasan cabul di lingkungan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tambora, Jakarta Barat berakhir tragis.

Jenazahnya ditemukan membusuk di atap plafon kamar. Kuat dugaan, pria tua itu tersengat listrik saat menyalurkan hasrat birahinya mengintip kamar tetangganya yang pengantin baru, Senin (2/11) dini hari. 

Suroso ditemukan tewas dengan posisi telungkup di wuwungan plafon unit Blok A No.11 di lantai 5 rusunawa tersebut. Penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh penghuni kamar, Siti Nurjanah, 26. Awalnya, istri muda Lim Alex itu mengendus bau busuk yang menyengat dari plafon kamarnya.

Minggu (1/11) tengah malam, sekitar pukul 23.30, bau bangkai yang tidak tertahan itu Siti laporkan ke Ketua RT12/11, Fajar yang langsung mengecek ke sumber bau itu berasal. ”Ketika dilongok ke plafon, ada mayat orang yang telungkup. Bersama penghuni yang lain, langsung kita laporkan ke Polsek Tambora saja,” kata Fajar. 

Kapolsek Metro Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menduga kematian Suroso itu terjadi satu hari sebelumnya. Mengingat, kondisi mayat yang sudah membusuk. Proses evakuasi cukup memakan waktu, karena jasad Suroso yang diduga tewas karena tersetrum itu berada di ruang plafon yang sempit dan sudah menempel.

Hasil identifikasi mayat Suroso yang dievakuasi ke Rumah Sakit (RS0 Cipto Mangunkusumo tidak menunjukkan ada bekas luka penganiayaan. Menurut keterangan saksi, Suroso yang diketahui sebagai penghuni kamar Blok A No. 16 di lantai 5 Rusunawa Tambora itu memang terkenal memiliki kebiasaan buruk mengintip kamar tetangga. 

Dugaan itu terbukti dari tempat penemuan mayat Suroso yang berada tepat di plafon kamar hunian Lim Alex dan Siti Nurjanah yang merupakan pengantin baru. Antara kamar Suroso dengan kamar tetangganya itu hanya terpisah 5 kamar saja. 

”Saat kami lakukan upaya paksa, dari kamar korban yang terkunci itu ada eternit (plafon) yang terbuka. Kami duga, korban masuk melalui lobang eternit di kamarnya itu,” kata Wirdhanto juga. (asp/mg2/ray)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...