Yalal Batu bara

Oleh: Dahlan Iskan

Yalal Batu bara
Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya seperti yang digambarkan dalam teori antifragility: ketika terjadi tekanan akibat sebuah kemelut ia justru akan kuat.

Ini kebalikan dari teori fragility: kena tekanan berantakan.

Yalal Batu baraIlustrasi konflik di internal Nahdlatul Ulama (NU).--

Baca Juga:

Maka siapa tahu heboh pemecatan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhir-akhir ini justru melahirkan jalan baru bagi NU: jalan keterbukaan yang modern.

Bukankah banyak kemajuan yang justru diraih lewat turbulensi. Bukankah matinya Nokia melahirkan smartphone. Dan bencana Covid-19 mempercepat digitalisasi.

Anda sudah tahu: banyak yang bilang persoalan turbulensi di NU berlatar belakang sejak NU punya tambang batu bara.

Baca Juga:

NU kini memang punya tambang batu bara. Di Kutai Timur. Tidak jauh dari Bontang. Di sebagian bekas konsesi grup Bakrie. Kualitas tambangnya kelas satu.

Luas tambang itu 25.000 hektare. Isinya: satu miliar ton batu bara --kualitas tinggi. Hitung sendiri berapa puluh triliun rupiah nilainya.

Anda sudah tahu: banyak yang bilang persoalan turbulensi di NU berlatar belakang sejak NU punya tambang batu bara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News