<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title></title>
        <description></description>
        <link>http://www.jpnn.com/</link>
        <lastBuildDate>Sun, 26 May 2013 14:59:16 +0700</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
        <image>
            <url>http://www.jpnn.com/icon/jpnnRSS.jpg</url>
            <title>JPNN.COM</title>
            <link>http://www.jpnn.com/</link>
            <description>Feed provided by JPNN (http://www.jpnn.com). Click to visit.</description>
        </image>
        <copyright>(c)2009 PT. Jawa Pos National Network. All rights reserved.</copyright>
        <item>
            <title></title>
            <link></link>
            <description></description>
        </item>
        <item>
            <title>Ungkap 106 Kasus Judi Melibatkan Oknum Aparat</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/26/173819/Ungkap-106-Kasus-Judi-Melibatkan-Oknum-Aparat-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130526_111125/111125_271545_Borgol_Penjara____________Thum.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SOETTA - Kepolisian Daerah Jawa Barat terus mengikis oknum petugas yang merusak citra Polri. Belum lama ini, Korps baju coklat itu mengungkap 106 kasus perjudian yang dilakukan 61 oknum polisi di wilayah Polda Jabar. 

Atas temuan ini, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Martinus Sitompul, menginstruksikan agar jajarannya menindak tegas oknum polisi yang diketahui terlibat kasus perjudian. Dikatakan Martinus, Kapolda memberikan waktu selama satu pekan kepada semua Polres/Porestabes di wilayah hukum Polda Jabar untuk mengungkap kasus perjudian sampai ke tingkat Polsek.

&amp;quot;Kapolda meminta agar jajaran Polres/Polrestabes selama satu minggu ke depan agar pelaku perjudian diberantas, ditindak, dan ditangkap,&amp;quot; kata Martinus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (25/5). 

Apabila dalam satu pekan nanti jajaran Polres/Polrestabes tidak bisa menyelesaikan kasus yang mencoreng citra polisi ini, maka Polda akan melakukan evaluasi sampai kepada tingkat Polsek. &amp;quot;Tentu akan ada evaluasi jika dalam satu minggu tak berhasil mengungkap kasus ini. Evaluasi melalui sidang dewan jabatan,&amp;quot; tegasnya.

Disinggung soal jenis penjudian yang marak dilakukan aparat, Martinus mengatakan umumnya mereka bertaruh dengan berbagai jenis permainan. Di antaranya kupon undian, sabung ayam tradisional, judi bola online, dan judi melalui pesan singkat (SMS). 

Sejauh ini, Polda Jabar sudah menemukan beberapa lokasi yang diketahui oknum polisi setempat terlibat dalam kegiatan judi tersebut. &amp;quot;Beberapa di antaranya yang sudah kita temukan di Kabupaten Bandung, Majalengka, dan Cianjur,&amp;quot; paparnya. (mg13)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sun, 26 May 2013 14:09:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pasangan Selingkuh Ngeseks di Hutan, Eh..Digerebek</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/26/173804/Pasangan-Selingkuh-Ngeseks-di-Hutan,-Eh..Digerebek-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130526_063534/063534_974373_seks.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;LHOKSEUMAWE - Nafsu seks Baktiar (32) warga Uteun Kot, Muara Dua dan Yanti (22) asal Ulee Jalan, Banda Sakti benar-benar sudah di ubun-ubun. 

Pasangan selingkuh ini selanjutnya mencari lapak terbuka di alam bebas, lalu ngeseks di hutan kawasan Desa Lhok Mon Puteh, Lhokseumawe, Sabtu (25/5) siang pukul 14.00 WIB. 

Namun mereka ketiban apes, karena lagi bercumbu mesra sudah digerebek warga dengan kondisi setengah bugil. 

Alhasil kedua insan tersebut langsung digiring keluar hutan dan dibawa ke meunasah desa. Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN) kemarin, penangkapan berawal saat penduduk setempat curiga&amp;nbsp; melihat kedua pasangan itu masuk ke dalam hutan. 

Padahal di lokasi tidak ada pemukiman, cuma hutan dan semak belukar dengan latar belakang perbukitan. Saat dilakukan pengintaian, benar dugaan sebelumnya bahwa pelaku sedang bergumul di atas tanah dan balik semak-semak.

&amp;ldquo;Saat ditangkap warga, keduanya dalam posisi bergumul, si cowok setengah telanjang masih berkolor, sedangkan si wanitanya setengah bugil dengan pakaian sudah diangkat di atas payudara, namun keduanya belum sempat berhubungan badan,&amp;rdquo; ujar Mustafa (32) pemuda setempat.

Menurutnya, setelah diciduk, keduanya langsung diarak ke meunasah desa untuk diinterogasi. Kepada warga, Baktiar mengaku sudah beristri dan memiliki seorang anak. Sedangkan Yanti mengaku masih melajang dan keduanya merupakan pasangan yang baru berpacaran.

Rencananya, pasangan mesum itu akan diserahkan ke WH setelah keluarga kedua belah pihak datang dan bermusyawarah dengan perangkat gampong.

&amp;ldquo;Mungkin setelah datang pihak keluarga, keduanya akan diserahkan warga ke aparat WH,&amp;rdquo; pungkas Mustafa. (sjm)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sun, 26 May 2013 07:21:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pasutri Ketangkap Bawa 23 Kg Ganja</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/26/173798/Pasutri-Ketangkap-Bawa-23-Kg-Ganja-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130526_061449/061449_792259_tahanan_perempuan.JPG&quot;&gt;&lt;/div&gt;LANGKAT- Edy Syahputra Lubis (26) warga Dusun Giegieng Desa Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, ditangkap bawa 23 Kg ganja di Jalinsum Medan-Aceh seputar Desa Sei Karang, Kecamatan Stabat, Langkat, Sabtu (25/5). 

Rencananya, ganja siap edar itu dibawa ke Padang Sidempuan bersamaan dengan tujuan pelaku yang membawa istrinya Naimah boru Pasaribu (26) dan bayi mereka serta Kandar Lubis (16) adik pelaku yang berlibur ke NAD, dengan tujuan akan melangsungkan acara adat perkawinan.

Tertangkapnya perantau yang hendak pulang kampung ini, menyusul sweeping gabungan Polres Langkat dengan menghentikan bus Anugerah tujuan Banda Aceh ke Medan bernopol BL 7890 PB.

&amp;nbsp;Saat dilakukan pemeriksaan petugas mencurigai satu kotak bekas. Setelah diperiksa ternyata berisikan 17 bal ganja. Masih belum puas, petugas memeriksa seluruh barang bawaan penumpang dan ditemukan lagi 6 bal ganja dari tas ransel berwarna hitam digabungkan dengan pakaian.

&amp;quot;Untuk satu bal ganja itu, beratnya satu kilogram. Pelaku membeli di NAD per kilo lima ratus ribu dan rencananya menjualkan kembali satu juta dua ratus per kilonya. Pengakuannya, barang tersebut pesanan seseorang bahkan sebahagian uangnya sudah dikirimkan kepada pelaku,&amp;quot; kata Kasat Narkoba Polres Langkat AKP Lukmin Siregar. 

Edy ditemui di ruang pemeriksaan Sat Narkoba Polres Langkat menuturkan, niat pulang kampung untuk memperkenalkan anaknya yang masih bayi kepada keluarga di Padang Sidempuan sekaligus melangsungkan pesta adat karena telah berumah tangga. 

&amp;quot;Istri dan adikku tak tahu apa-apa bang, mereka tidak mengerti sama sekali kalau aku bawa ganja. Adikku datang ke Banda Aceh kemarin berlibur, balik ke kampung sekaligus dengan keluargaku. Ganja itu pesanan orang Sidempuan, duit dikirimkan sama aku baru tiga juta sekalian untuk ongkos kami ke kampung,&amp;quot; urai Edy menatap anaknya yang baru tiga bulan merengek diduga kelelahan sejak pagi diinterogasi petugas dan digendong ibunya. (jie)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sun, 26 May 2013 06:21:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tiga Pelajar Pemerkosa Ditangkap</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/26/173795/Tiga-Pelajar-Pemerkosa-Ditangkap-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130526_055638/055638_964168_perkosa1.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PONTIANAK - Kepolisian Resort Kota Pontianak berhasil mengamankan tiga pemuda berstatus pelajar yang diduga pelaku pemerkosaan atas Bunga (bukan nama sebenarnya), siswi SMP beberapa waktu lalu. Pemerkosaan yang dilakukan tiga pemuda ini mengakibatkan pendarahan hebat pada kemaluan korban.
&amp;nbsp;
Ketiga pemuda ini antaranya Jup (18), seorang pelajar kelas II salah satu madrasah tsanawiyah di Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Tersangka Jup ditangkap di sekolahnya dan diamankan di Polsek Sungai Raya sebelum akhirnya digiring ke Mapolresta Pontianak.&amp;nbsp; 

Selain Jup, polisi juga mengamankan Res (18), pelajar SMP dan Ab (20), pelajar kelas II di salah satu SMK di Pontanak Timur. Kedua pelajar ini diamankan di Jalan Pahlawan tepatnya di depan Hotel Garuda Pontianak Selatan. Keduanya diamankan beberapa saat setelah polisi berhasil mengamankan Jup.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak, Kompol Puji Prayitno, SIk membenarkan penangkapan ketiga pelajar tersebut karena disinyalir terlibat tindak pidana pemerkosaan terhadap Bunga. Bunga, gadis bawah umur dan masih berstatus siswi SMP yang berada di kawasan Jalan Adisucipto Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya ini mengalami trauma dan pendarahan serta pembengkakan pada kelaminnya lantaran diduga diperkosa secara bergiliran oleh tiga orang rekannya yang sama-sama masih berstatus pelajar. 

Kejadian pemerkosaan yang dilaporkan ke Mapolresta Pontianak, Senin (20/5) oleh keluarga korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diperkosa pada Kamis (9/5) lalu sekitar sekitar 13.00 WIB. &amp;quot;Korban sempat dirawat di rumah sakit paska-kejadian itu. Di samping mengalami trauma, korban juga mengalami pendarahan hebat serta pembengkakan pada kelaminnya,&amp;quot; kata Puji.

Berdasarkan keterangan korban yang disampaikan kepada pihak keluarganya pemerkosaan dilakukan oleh rekan sekolahnya. &amp;quot;Tindak pidana pencabulan atau pemerkosan berdasarkan keterangan keluarga korban yang melaporkan kejadian bahwa pelaku berinisial Res yang saat itu menjemput korban di rumahnya. Pelaku lalu membawa korban ke rumah pelaku di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya,&amp;quot; katanya. 

Kasat menjelaskan pemerkosaan yang terjadi saat pelaku menjemput korban lalu diajak masuk ke dalam kamar pelaku dan ternyata di dalam kamar terdapat dua orang rekan Res yang menunggu yaitu Ab dan Jup. &amp;quot;Setelah itu rumah dikunci oleh Res lalu korban diduga diperkosa secara bergiliran di dalam kamar,&amp;quot; ujarnya. 

Akibat perbuatan yang dilakukan ketiga pelajar ini, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak tentang pencabulan terhadap anak bawah umur. &amp;quot;Mereka bisa dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak,&amp;quot;kata Puji. Dari pantauan Pontianak Post di lapangan, ketika diamankan, tersangka Jup masih mengenakan pakaian seragam sekolah. Ia digiring polisi untuk pengembangan atas dua rekannya yang lain.(arf)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sun, 26 May 2013 06:00:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Isteri Polisi Tewas Ditikam</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173726/Isteri-Polisi-Tewas-Ditikam-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130525_080453/080453_425547_bunuh_2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;NURLINA masih belum bisa menerima kepergian Meilani, putri semata wayangnya. Selama pemakaman di TPU Alamul Huda, Kedaton, Bandarlampung, dia terus histeris.

Laporan Gatra Y.P., Aji S., Febi,
BANDARLAMPUNG

BERUSAHA tersenyum, namun kesedihan teramat dalam tergambar jelas di raut wajahnya saat menyapa Radar Lampung di rumah duka Jl. Pramuka No. 22, Rajabasa, Bandarlampung, Jumat (24/5).
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Masih terekam jelas di kepala perempuan 51 tahun itu bagaimana Andi Septa Pubian Putra (21) menikam Meilani di kompleks kantor PTPN 7, Kedaton, Kamis (23/5) lalu.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Apalagi kalau saya melihat kedua cucu saya, Alif (2,5) dan Badran yang baru berusia 7 bulan, kini yatim akibat perbuatan pelaku. Hancur hati saya,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tuturnya yang baru saja siuman.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Ya. Nurlina kerap pingsan jika teringat mendiang Meilani dan dua cucunya.&amp;nbsp; Puncaknya, saat melihat jasad Meilani mulai ditutup timbunan tanah merah. Saat itu, Nurlina berteriak histeris, lalu lemas tak sadarkan diri.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kalau lagi ramai seperti ini, saya masih bisa menahan kesedihan. Namun kalau sendirian, selalu teringat Ani (sapaan akrab Meilani). Terlebih, Ani punya ciri khas saat pulang dari kantor. Dia selalu membunyikan klakson sebanyak dua kali. Dan, Alif berlari ke depan sambil mengatakan &amp;rsquo;Mimi Pulang, Mimi pulang&amp;rsquo;,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kenangnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Satu hal yang sulit dilupakan adalah perilaku Arwinandar (52).&amp;rsquo;&amp;rsquo;Arwin bukannya melerai, malah ikut menikam Iwan (Brigadir Agus Setiawan, Red). Waktu itu, Iwan ingin menangkap Ardi, tetapi malah ditusuk Arwin dari belakang. Dia memang biang keladi dari semua ini,&amp;rdquo; tukasnya.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Dia menuturkan, sifat Arwin sejak dahulu memang kasar. Namun, dua tahun terakhir, sifatnya makin menjadi. Menurutnya, ini disebabkan Rita (29), istri kedua Arwin. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Sejak kenal wanita nakal itu, dia jadi kalap dan lupa,&amp;rdquo; kesalnya memaki sang suami.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Saat ini, Nurlina berharap pihak kepolisian dapat menghukum tidak hanya Andi, tetapi juga suaminya. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Saya berharap polisi mengusut tuntas dan menangkap semua pembunuh itu!&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Saat ditanya sikapnya terhadap Arwin, Nurlina sudah tak lagi menghormati sang suami. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Saya anggap dia (Arwin, Red) sudah enggak ada,&amp;rdquo; ujarnya kesal. 
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Yang ada di benak Nurlina saat ini adalah membesarkan kedua cucunya agar terjamin masa depannya. Harapannya kini tertumpu pada sang menantu yang masih kritis di Rumah Sakit Advent Bandarlampung. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Saya berdoa agar Iwan bisa cepat pulih dan kembali kepada kami di sini,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Sementara di mata sahabat, Meilani dikenal sebagai pribadi yang riang. Kematiannya yang mendadak membuat rekan-rekannya kehilangan. Setidaknya itu yang dirasakan Amir Hamzah (28) yang mengenal Meilani sejak SMA.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&amp;rsquo;&amp;rsquo;Kami kaget karena sudah hampir tiga tahun ini kami tidak bertemu. Terakhir bertemu saat dia meminta bantuan menyebarkan undangan pernikahannya,&amp;rdquo; kenang dia.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Yang membuat Amir makin sedih adalah tepat pada 10 Mei lalu, Meilani merayakan ulang tahunnya. Namun, dia harus meregang nyawa di bulan yang sama. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Kita berdoa agar arwahnya tenang dan diterima di sisi-Nya,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Terpisah, Polresta Bandarlampung hingga kemarin mendalami motif pembunuhan Meilani di areal parkir kantor PTPN 7. Pemeriksaan terhadap tersangka Andi Septa Pubian Putra dilakukan setelah kondisinya stabil.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Kapolresta Bandarlampung Kombespol M. Nurochman, S.I.K. menuturkan, kejadian tersebut bermula saat Meilani, Nurlina, dan Brigpol Agus Setiawan datang ke tempat kerja Arwinandar. 
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Korban saat itu melihat mobil Avanza hitam yang telah diberikan Arwinandar kepadanya dipakai pelaku&amp;nbsp; &amp;rsquo;&amp;rsquo;Korban yang mengemudikan Innova&amp;nbsp; hitam BE 411 F langsung menabrakkan diri ke mobil tersebut,&amp;rsquo;&amp;rsquo; cerita Nurrohcman.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Usai ditabrak korban, pelaku marah. Sambil menghunus badik dia menghampiri korban dan menikamkan belati ke dada dan perut korban. &amp;rsquo;&amp;rsquo;Melihat isterinya ditikam Brigadir Agus bukannya berusaha menolong tapi malah ikut ditikam,&amp;rsquo;&amp;rsquo; tutur Mantan Kapolres Lampung Timur ini.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
Saat disinggung pengakuan Nurlina, Arwinandar ikut menikam, Kapolres mengatakan akan memanggil ulang Arwinnandar.&amp;nbsp; &amp;rsquo;&amp;rsquo;Kita akan periksa lagi. Termasuk satuan pengamanan di kantor PTPN 7. Saat ini,&amp;nbsp; Kondisi Agus kemarin malam kritis tapi tadi pagi (kemarin) saya dengar telah membaik dan akan dilakukan operasi,&amp;rdquo; pungkasnya. (p6/c1/ary)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 12:43:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ditembak Rampok Di Tengah Pasar</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173718/Ditembak-Rampok-Di-Tengah-Pasar-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130525_075811/075811_645114_rampok.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PRABUMULIH&amp;ndash; Sepertinya aksi perampokan yang terjadi di kota Prabumulih. Perampokan yang biasa terjadi di waktu malam kini dilakukan pada pagi hari. Kali ini korbannya Fahrezi bin Umar alias Enji (26) warga Jalan Mayor Harun Iskandar Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, korban dirampok dua pemuda tidak dikenal menggunakan senjata api jenis pistol otomatis saat hendak menyetorkan uang milik bos tempatnya bekerja ke bank, Jumat (24/5) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Hebatnya, aksi perampokan yang dilakukan dua pemuda berpakaian hitam dengan helm tertutup dan mengendarai sepeda motor Mio Sporty warna hitam tersebut dilakukan di tengah pasar atau tepatnya di kawasan Jalan Kopral Toya Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih. Sepeda motor Mio Sporty warna hijau berplat nomor BG 4272 CM serta uang tunai sebesar Rp 59 juta milik pimpinan tempat korban bekerja yang disimpan dibawah jok motor raib dibawa kawanan rampok.

Tidak hanya itu, korban yang mencoba melakukan perlawanan ketika dirampok, juga harus mengalami luka tembak di bawah mata kaki kiri hingga tembus ke bawah kaki. Akibatnya, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih untuk menjalani perawatan secara intensif.

Informasi yang berhasil dihimpun, perampokan terhadap Fahrezi alias Enji ini terjadi berawal, ketika pukul 10.00 WIB diminta suami bos tempatnya bekerja yakni H Sumir untuk menabungkan uang hasil dagang ke salah satu bank swasta di Prabumulih. Korban yang sehari-hari bekerja di butik tersebut kemudian mendatangi suami bosnya yang berjualan ayam di pasar tersebut, setibanya di toko korban menerima uang untuk disetor ke bank.

Kemudian dengan alasan keamanan Enji menyimpan uang di dalam bagasi sepeda motor dan bergegas melaksanakan perintah yang dipercayakan bosnya tersebut. Tiba-tiba setelah jarak 100 meter dari toko H Sumir, laju kendaraan korban dihadang motor Mio Sporty warna hitam yang dikendarai dua orang, satu dari pelaku kemudian turun dan memegang tangan korban sembari menembakkan pistol otomatis ke atas lalu merobohkan motor.

Korban yang terkejut kemudian menendang pelaku hingga tersungkur ke tanah, pelaku yang kesal dengan perlawanan korban lalu melepaskan tembakan ke arah kaki korban hingga membuat korban merintih kesakitan.

Melihat korbannya sudah tidak berdaya, kedua pelaku dengan sigap langsung membawa kabur kendaraan milik korban. Warga yang melihat kondisi korban merintih kesakitan dengan berlumuran darah kemudian membawa korban ke rumah sakit RS AR Bunda Prabumulih yang kemudian dirujuk ke RSUD Prabumulih.
Korban yang berhasil diwawancarai saat tengah dilakukan perawatan mengatakan, aksi kawanan rampok yang melakukan penembakan dilakukan dengan singkat.&amp;nbsp; 
&amp;quot;Yang merampok dua orang, kurus tinggi dan membawa pistol otomatis warna silver serta memakai jaket hitam,&amp;quot; ujar Enji sambil merintih kesakitan.

Sementara ayah angkat korban, Baidowi (55) ketika dibincangi mengatakan, perbuatan dua pelaku yang merampok di pusat keramaian tergolong berani. &amp;quot;Di jalan itu ramai, banyak orang yang melintas karena di pasar, kita berharap pihak kepolisian bertindak cepat,&amp;quot; pungkasnya seraya mengatakan telah melaporkan hal itu ke Polsek Prabumulih Barat. (kos)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 11:36:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Siswi SMP Digagahi Pacar</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173706/Siswi-SMP-Digagahi-Pacar-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130525_063255/063255_269544_perkosa.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BALIKPAPAN &amp;ndash; Seorang pemuda berinisial MW (20) dijebloskan dalam tahanan Polres Balikpapan.&amp;nbsp; Memakai seragam tahanan warna oranye,&amp;nbsp; wajah ditutup kain hitam, dia digiring ke ruang pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat (24/5) siang kemarin.&amp;nbsp; Pemuda tersebut tersangka tindak pidana asusila terhadap perempuan bawah umur,&amp;nbsp; siswi SMP berinisial AY (17). 

Pelajar SMP swasta tersebut dicabuli dan disetubuhi oleh MW, pacarnya sendiri. Aksi bejat itu diketahui oleh orangtua korban yang kemudian melaporkan ke kantor polisi.

Sang pacar MW warga Balikpapan Timur ditangkap di tempat kerjanya atas laporan orangtua korban.&amp;nbsp; Di hadapan polisi, tersangka MW mengaku lebih dulu mengajak korban untuk menonton video porno di VCD di rumahnya. Usai menonton video porno, tersangka MW langsung menggerayangi tubuh korban dan berujung terjadinya hubungan badan layaknya suami istri.

&amp;quot;Sebelum melakukan itu mas, kita sempat nonton film porno dulu langsung terjadi begitu (persetubuhan),&amp;quot; ungkap tersangka MW di hadapan penyidik PPA, siang kemarin.

Awalnya, AY ribut di rumah dengan orangtuanya. Karena merasa tertekan, korban pergi dari rumah mendatangi pacarnya MW naik taksi argo.

&amp;quot;Dia datang ke rumah saya sendiri. Dia mau saya antar pulang, tapi&amp;nbsp; dia tidak mau pulang,&amp;quot; ungkap pelaku. Tak hanya sehari, korban tinggal di rumah pelaku sampai empat hari. Selama itu, korban disetubuhi pelaku sebanyak dua kali.

Hari ke empat, MW berniat mengantarkan AY pulang ke orangtuanya. Sesampai di depan gang rumah korban, mereka bertemu orangtua korban. Di sana, keduanya ditanya apa yang sudah terjadi selama empat hari saat korban menginap di rumah pelaku.

Setelah dicecar oleh orangtua korban, pelaku pun mengakui perbuatannya menyetubuhi AY sebanyak 2 kali. Mendengar kejadian yang menimpa anak tercintanya, orangtua korban pun tak terima dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan, Kamis (16/5), kemudian aparat Unit PPA Sat Reskrim Polres Balikpapan melakukan penyelidikan. Pelaku, akhirnya ditangkap, Sabtu (18/5) di tempat kerjanya di kawasan Balikpapan Timur dan diamankan ke Polres Balikpapan.

&amp;quot;Setelah kami lakukan pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan kami tetapkan sebagai tersangka. Dia akan dijerat dengan pasal 1 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak karena korban masih di bawah umur. Ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara,&amp;quot; jelas Kanit PPA Ipda Weny Wahyuningsih.(bp-15)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 10:26:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Bawa Perlengkapan Tawuran Saat Perayaan UN</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173702/Bawa-Perlengkapan-Tawuran-Saat-Perayaan-UN-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130525_075348/075348_929804_tawuran.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PADANG--Ingin tahu isi tas para siswa SMA di Padang? Selain alat-alat tulis, isi tas para pelajar cowok yang dirazia polisi dalam pengamanan pengumuman hasil UN, juga ditemukan peralatan tawuran.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 

Dalam patroli tim gabungan personel Polresta Padang dan petugas Shabara Polda Sumbar, kemarin, petugas menjaring sepuluh siswa di Simpangharu dan Ruang Taman Hijau (RTH) Imam Bonjol. Dari tangan para pelajar itu, polisi menyita dua pisau genggam, satu gir motor dan beberapa Ikat pinggang kepala besi.

Sembilan di antaranya diamankan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta dan satu pelajar ditangkap di Simpangharu diamankan di Polsekta Padang Timur. 

Adapun 10 pelajar itu, dua siswa kelas III yakni RN dan A. Delapan lainnya SH, YS,&amp;nbsp; IL, FN, FR, RA, JA,&amp;nbsp; dan MI. Mereka berasal dari beberapa sekolah di Padang. Rombongan siswa ini dijaring saat merayakan hasil UN dua orang temannya yang lulus. 

Pantauan Padang Ekspres (Grup JPNN), di kawasan Simpangharu, puluhan pelajar terlihat konvoi di jalanan dan berkumpul di perempatan Simpangharu. Melihat hal tersebut, petugas patroli langsung melakukan penyisiran dan membubarkan rombongan pelajar tersebut. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan senjata tajam dari tangan pelajar A. Pelajar tersebut langsung diamankan di Mapolsekta Padang Timur.

Selang beberapa menit, aparat Polresta Padang juga mengamankan sembilan pelajar di kawasan RTH Imam Bonjol. Diduga mereka akan melakukan aksi tawuran karena membawa senjata tajam, gir motor dan ikat pinggang kepala besi.&amp;nbsp; 

&amp;ldquo;Sembilan orang ini kita amankan sementara waktu di Polresta Padang, hingga pihak sekolah dan orangtua datang menjemput,&amp;rdquo; kata Kanit SPKT Polresta Padang Ipda M Ridwan kepada Padang Ekspres, kemarin. Para pelajar itu berdalih senjata tajam itu hanya untuk menjaga-jaga.

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro mengatakan telah menginstruksikan seluruh polsek-polsek, baik unit Reserse Kriminal, Opsnal Intel dan Lantas melakukan pengawasan dan patroli saat pengumuman kelulusan UN. 

&amp;ldquo;Ini untuk mengantisipasi tindak anarkis yang dilakukan pelajar seperti aksi tawuran yang tinggi persentasenya,&amp;rdquo; sebut Seno. (w)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 09:56:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Jenguk Tahanan, Bawa Sabu Dalam Roti</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173689/Jenguk-Tahanan,-Bawa-Sabu-Dalam-Roti-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_225339/225339_574922_penjara_narkoba.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;TANJUNG &amp;ndash; Empat paket sabu yang dibungkus kertas almunium dan disisipkan ke dalam roti kemasan ditemukan ditemukan petugas sipir Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung, Tabalong, Kamis (23/5).&amp;nbsp; Penemuan itu didapatkan petugas rutan &amp;nbsp;saat melakukan penggeledahan barang bawaan pembesuk yang ingin menemui salah seorang narapidana (napi). 

Sabu dalam roti tersebut dibawa oleh Arfandi, warga Desa Mantuil, Kecamatan Muara Harus, Tabalong. Satu tersebut rencananya akan diserahkan kepada Ardian, napi dalam kasus penganiayaan yang sebulan lagi bebas.

Kepala Rutan Tanjung, Syahroni Ali, mengatakan, datangnya Arfandi ke rutan pukul 12.40 Wita bertepatan azan Zuhur dengan maksud menitipkan bawaannya kepada petuas sipir. 

Karena gerak-geriknya mencurigakan, ditambah roti yang dibawanya terlihat ada bekas lubang pada pembungkusnya, penggeledahan pun dilakukan lebih dalam. Ternyata ditemukan empat paket sabu di dalamnya.

Untung saja, lanjut Syahroni, pelayanan pembesuk diwajibkan masuk pintu gerbang rutan dan langsung dikunci. Arfandi pun tak bisa berkutik dan tak bisa untuk melarikan diri. Bersama barang bukti sabu yang ditemukan ia diserahkan ke Polres Tabalong. 

Selain membawa Arfandi, polisi pun membawa Ardian untuk dimintai keterangan. Petugas juga melakukan penggeledahan ke sel Ardian untuk memastikan keterlibatannya. &amp;quot;Ardian juga dites urine,&amp;quot; ujar Syahroni pada wartawan, Jumat (24/5).

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, Ardian dikembalikan ke kamar selnya bersama 24 napi lainnya.&amp;nbsp; Kapolres Tabalong AKBP Didik melalui Kabag Ops Polres Tabalong Kompol Iwan Wahyu Purnomo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. (Ibn)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 08:26:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kepala BRI Ditembak OTK</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173676/Kepala-BRI-Ditembak-OTK-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_234450/234450_313183_tembak.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PALU &amp;ndash;&amp;nbsp; Kepala BRI Cabang Palu, Edison Tampubolon ditembak orang tidak dikenal (OTK), tadi malam dalam perjalanan pulang ke kediamannya. Korban menderita luka tembak di pipi kiri dan tangan kiri dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Undata Palu. 

Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sulteng (Grup JPNN) menyebutkan, aksi penembakan terhadap Kepala Bank ini, terjadi sekitar pukul 22.00 wita di Jalan Suprapto, ketika korban hendak pulang bersama sopir pribadinya. Tidak tanggung-tanggung, pelaku memberondong tembakan ke arah kanan mobil sebanyak dua kali. Edison yang duduk di kursi tengah langsung terkena peluru di pipi dan tangan kirinya.

Para pelaku yang diketahui menggunakan satu&amp;nbsp; mobil avanza warna krem, langsung melarikan diri. Sementara korban, dibantu sejumlah warga lainnya langsung dibawa ke IGD RS Undata Palu. Korban sempat dirawat beberapa menit di IGD RS Undata, dan dipindahkan ke RS Budi Agung.

Kapolsek Palu Timur, AKP Saiful Ars dikonfirmasi terkait hal ini, mengaku pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Dia juga enggan berkomentar banyak terkait motif penembakan terhadap Kepala BRI Palu. &amp;ldquo;Anggota kami masih bekerja untuk mengidentifikasi pelaku,&amp;rdquo; singkat Kapolsek kepada wartawan ditemui di RS Undata.

Ditanya terkait dengan aksi teror dibalik penembakan ini, dia juga masih enggan untuk menyimpulkan hal tersebut. Dikatakan Saiful, pelaku menembak ke arah korban saat mobil sedang berjalan. Dari keterangan sejumlah warga, sebut Kapolsek, ada dua kali terdengar bunyi tembakan, yang ternyata mengenai pipi kiri dan tangan kiri korban. Polisi sendiri lanjut dia, telah mengamankan mobil milik korban serta sopir korban yang masih diinisialkan identitasnya. 

&amp;ldquo;Kami masih mengamankan sopir korban, untuk dimintai keterangannya. Untuk selengkapnya nanti Kapolres yang akan menjelaskan,&amp;rdquo; terangnya. 

Sementara itu, sebelum korban dipindahkan ke RS Budi Agung, sejumlah keluarga maupun pegawai BRI, memadati depan IGD RS Undata Palu untuk melihat langsung kondisi Edison Tampubolon. (agg)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 06:55:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kos-kosan Mesum Digerebek, 4 Wanita Ditangkap</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173669/Kos-kosan-Mesum-Digerebek,-4-Wanita-Ditangkap-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130525_061319/061319_572267_tahanan_perempuan.JPG&quot;&gt;&lt;/div&gt;LHOKSEUMAWE -&amp;nbsp; Tim anti narkoba Polres Lhokseumawe menggerebek kos-kosan di Desa Blang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota&amp;nbsp; Lhokseumawe, Jumat (24/5) sekira pukul 11.00 WIB. 

Empat wanita termasuk pemilik kos dan dua pria dan seorang di antaranya seorang guru MIN diamankan ke Mapolres karena bermain judi. 

Selain itu, petugas juga mendapatkan satu paket sabu dari salah seorang tersangka. Sedangkan&amp;nbsp; warga sekitar menduga selama ini, rumah itu dijadikan lokasi mesum.

Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN) kemarin,&amp;nbsp; tersangka&amp;nbsp; yang ditangkap masing-masing pemilik Kos Cut Yuliana (18) asal Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Sundari (25) asal Meunasah Teungoh, Kecamatan Pate Bidari, Aceh Timur, Emi Naswita (50) asal Desa Mee, Kecamatan Muara Dua dan&amp;nbsp; Annisa (20) asal Darussalam, Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe.

Sedangkan dua pria yakni&amp;nbsp; Salmadi&amp;nbsp; (47) asal Meuse, Kutablang, Bireuen dan seorang guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara bernama Affandi.

Hasil penggerebekan, petugas menemukan, kartu domino, kartu joker, uang hasil judi Rp 40 ribu dan satu paket kecil sabu dari tangan tersangka Salmadi lengkap dengan alat hisap alias bong.

&amp;quot;Saat digerebek lima tersangka sedang bermain judi, kecuali Affandi yang sedang tidur-tiduran. &amp;ldquo; Untuk sementara satu orang kita tetapkan sebagai tersangka narkoba karena memiliki sabu, sedangkan lima lainnya sedang kita periksa,&amp;rdquo; ujar Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe Iptu Poeloeng.

Sementara informasi yang diterima dari warga sekitar lokasi, kosan milik tersangka Emi Naswita alias Bunda tersebut diduga kuat tempat mesum bagi hidung belang. Pasalnya, selama ini warga kerap melihat banyak wanita tidak dikenal dan para pria keluar masuk rumah yang berdekatan dengan jalan lintas Medan-Banda Aceh tersebut. 

&amp;ldquo;Kami sudah sering memberi peringatan kepada mereka, agar tidak berbuat hal-hal aneh, namun tidak digubris,&amp;rdquo; ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sedangkan tersangka oknum&amp;nbsp;&amp;nbsp; guru MIN Affandi mengaku datang ke lokasi tersebut untuk menjemput istrinya Cut Yuliana, dan sampai disitu dirinya baru tahu, bahwa istrinya itu pemain judi. &amp;ldquo;Saya bukan mau main judi, saya datang ke situ untuk jemput istri saya, tiba-tiba digerebek,&amp;rdquo; ujar Affandi.

Sementara Cut Yuliana mengaku, dirinya yang bermain judi dan suaminya hanya kebetulan ada disitu. &amp;ldquo;Suami saya tidak berjudi, saya yang berjudi,&amp;rdquo; ujar Cut singkat sambil menundukkan kepala saat diwawancarai Metro Aceh di ruang periksa Polres Lhokseumawe. (sir)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 06:14:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Polisi Tembak Mati Pengedar Ganja</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/25/173661/Polisi-Tembak-Mati-Pengedar-Ganja-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_221458/221458_176122_tembak.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PACURBATU-Seorang diduga pelaku judi dan pengedar narkoba bernama Bahtera Sembiring (40), tewas ditembak polisi Polsek Pacurbatu saat melakukan penyergapan di Jalan Jamin Ginting, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di belakang Rumah Makan Andini, Jumat (24/5) dinihari. Polisi terpaksa menembak pelaku karena berusaha melarikan dan melawan petugas.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos (Grup JPNN), sebelumnya petugas kepolisian sudah mengintai aktivitas perjudian di lokasi itu. Pada saat dilakukan penggerebekan, ada 4 pria sedang asyik bermain judi. Polisi langsung menangkap KS, AP dan KT. Saat akan menangkap Bahtera, polisi sempat kewalahan karena pelaku mencoba melarikan diri.

Petugas mengejar dan mencoba memberikan peringatan dengan meletuskan senjata api (senpi) ke udara, tapi tak diindahkan pelaku. Naas, pelaku lalu terpeleset saat berlari sehingga langsung ditangkap petugas. Namun pelaku member perlawan sehingga terjadi duel dengan polisi. Pelaku bahkan sempat memukul seorang petugas polisi Bripka Tumpak Sihombing dengan batu sehingga kepalanya bocor. Tak hanya itu, pelaku juga menikam tangan polisi menggunakan pisau.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol R Heru Prakoso mengatakan, potugas polisi Tumpak&amp;nbsp; merasa terancam sehingga melepaskan tembakan ke arah pelaku. &amp;quot;Anggota melakukan tindakan pengamanan diri. Pelaku ditembak mengenai pelipis sebelah kiri tembus ke bagian kanan. Dia meninggal di TKP,&amp;quot; paparnya.

Dia memaparkan, lokasi itu sudah lama jadi sebagai tempat peredaran narkoba dan perjudian. &amp;quot;Saat penggerebekan berlangsung, tiga orang, yaitu KS, AP dan KT, langsung tertangkap. Mereka diamankan bersama barang bukti uang judi Rp65 ribu, 2 set kartu joker, dan mangkuk dadu,&amp;quot;sebutnya.

Dalam hasil pengeledahan, polisi bukan mengaman pisau, juga menemukan satu tas berisi 8 bungkus ganja dari tangan Bahtera. &amp;quot;Berat brutonya diperkirakan 5 kilogram,&amp;quot; jelas Heru.

Setelah olah TKP, jenazah Bahtera dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Sementara itu&amp;nbsp; Bripka Tumpak Sihombing dilarikan ke RSUP Adam Malik untuk mendapatkan perawatan.

Tersangka&amp;nbsp; AS, KT dan KP kini ditahan di Mapolsek Pancurbatu. Barang buktinya juga diamankan di sana. &amp;quot;Kasus ini masih kita kembangkan untuk mengejar pelaku yang diduga masih melarikan diri,&amp;quot; pungkas Heru.

Sementara itu, Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto di RSUP Adam Malik Medan mengatakan, lokasi kos-kosan di kawasan Pancurbatu memang sudah target Operasi Antik Toba 2013.

&amp;quot;Anggota kita sudah melakukan dua kali tembakan peringatan ke arah atas. Namun tembakan anggota kita itu tak dihiraukan oleh tersangka. Anggota kita luka robek dan luka tikaman di lengan sebelah kiri,&amp;quot; ujar AKBP Pranyoto.

Sementara itu, Kasubbag Humas Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik (HAM) Sairi M Saragih mengakui bahwa seorang personil kepolisian, Tumpak Sihombing tengah mendapatkan perawatan di RS milik pemerintah pusat tersebut hingga akhirnya dirujuk ke RSU Bhayangkara.

&amp;quot;Dia mengalami luka senjata tajam di tangan kiri dan luka robek di bagian kepala. Atas permintaan kepolisian, pasien dibawa ke RS. Bhayangkara. Pasien masuk ke IGD RSUP HAM Jumat pagi, sekitar pukul 5.30 WIB,&amp;quot; katanya.(gus/mag-13/mag-10)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Sat, 25 May 2013 04:12:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ditinggal Jumatan, Mobil Dibobol Maling</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173594/Ditinggal-Jumatan,-Mobil-Dibobol-Maling-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_172121/172121_374943_Maling_mobil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BATAM - Jumat (24/5) sekitar pukul 12.00 WIB, mobil avansa hitam BP 1174 DJ milik Muhhamad Nisar dibobol maling di depan PT Batamec, Tanjunguncang, Batam. Dari mobil itu, pembobol berhasil membawa kabur satu celana jeans panjang korban yang berisikan sejumlah uang, dompet, KTP, SIM, STNK, ATM Bank Mandiri dan CMB serta satu unit ponsel.


Nisar menuturkan, aksi pembobolan mobil itu terjadi saat dia sedang menjalankan ibadah Shalat jumat di masjid PT Batamec. Karena hendak menunaikan Shalat Jumat, Nisar menanggalkan celana panjanganya dan mengenakan sarung. 

Celana berisikan surat dan dokumen penting lainnya itu diletakan begitu saja di dalam mobil. &amp;ldquo;Mobil saya parkir di depan PT di luar gerbang, saya masuk jumatan, keluar sudah tak ada,&amp;rdquo; kata Nisar seperti dilansir Batam Pos.

Begitu usai Jumatan, Nisar langsung kembali ke mobilnya. Apes, kaca pintu depan sebelah kiri mobilnya sudah pecah dan celana panjangnya sudah tak ada lagi.

Nisar sempat menanyakan kejadian itu ke petugas keamanan perusahaan dan warga sekitar namun tak ada yang melihat aksi pelaku. Ia pun&amp;nbsp; kemudian membuat laporan ke Mapolsek Batuaji. Pihak kepolisian Batuaji yang menerima laporan itu langsung melakukan olah TKP dan mencari tahu siapa pelaku pembobolan mobil itu. (eja/jpnn)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 17:17:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Murid SD  Cabul, KPAI Minta Pemda Rehabilitasi Korban dan Pelaku</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173562/Murid-SD--Cabul,-KPAI-Minta-Pemda-Rehabilitasi-Korban-dan-Pelaku-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_151446/151446_850437_cabul_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;JAKARTA - Ketua Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan menilai perilaku dua bocah murid kelas II Sekolah Dasar Sebarus Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat&amp;nbsp; berinisial Nm (8) dan Da (8) yang memaksa empat rekan sekelasnya untuk membuka celana dalam dan mengelus alat vitalnya, tak lain karena terpengaruh faktor dari lingkungan.

&amp;quot;Pertama, perilaku anak-anak itu mengikuti lingkungan,&amp;quot; ujar Ihsan pada JPNN, Jumat (24/5).

Mengetahui kejadian itu, pihaknya akan terus mendorong keluarga pelaku untuk terus mengawasi perilaku anaknya yang masih di bawah umur.

&amp;quot;Tindakan nyata KPAI sampai saat ini mendorong kebijakan untuk penguatan ketahanan keluarga, sehingga orangtua ada perhatian pada pendidikan dan pengasuhan anaknya,&amp;quot; terangnya.

Meski berbuat cabul, Ihsan tegaskan bahwa anak-anak itu tidak bisa dipidana, lantaran masih berusia di bawah 12 tahun. &amp;quot;Kedua anak tidak bisa dipidanakan di bawah 12 tahun putusan MK tahun 2010,&amp;quot; terangnya.

Atas kejadian itu, Ihsan meminta perhatian yang serius dari Pemda. &amp;quot;Terkait kasus seperti ini, Pemda harus menyediakan tempat rehabilitasi bagi korban dan pelaku,&amp;quot; tegas dia. (chi/jpnn)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 15:13:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dendam, Nelayan Bunuh Tetangga</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173532/Dendam,-Nelayan-Bunuh-Tetangga-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_082234/082234_23008_bunuh_2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PENENGAHAN - Diduga ada dendam lama, Ujang (45) warga Dusun Muarapilu, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni menusuk tetangganya Rahmat (43) dengan sebilah pisau garpu hingga tewas menjelang usai pesta ruwat laut di TPI Muarapilu, sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (22/5).

Korban Rahmat mengalami luka tusuk di bagian punggung kiri dan meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit (RS) Kalianda. Selain korban tewas, pelaku juga melukai Udin (40) yang juga tetangganya saat berusaha melerai. Udin mengalami luka goresan pisau pada bagian tangan kanannya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pada saat kejadian suasana pesta ruwat laut di TPI Muarapilu, Desa Bakauheni masih ramai pengunjung. Bahkan petugas keamanan masih berada dilokasi pesta ruwat laut sehingga pelaku tidak berkutik dan langsung diamankan saat itu juga ke Mapolres Lamsel. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau garpu, sarung pisau dan baju berlumuran darah.

Kapolsek Penengahan AKP. Agustinus Rinto, SH mendampingi Kapolres Lamsel AKBP. Bayu Aji, SIK, M.Hum mengatakan, saat kejadian masih ramai pengunjung di TPI Muarapilu Bakauheni untuk menyaksikan pesta ruwat laut yang diselenggarakan masyarakat nelayan setempat. Menurut dia, pelaku melakukan aksinya karena diduga unsur dendam. &amp;quot;Informasinya, sekitar 10 hari lalu pelaku dan korban terlibat perselisihan hanya gara-gara korban marah-marah sama anak pelaku. Karena atas unsur itulah pelaku menusuk korban saat menghadiri pesta ruwat laut di TPI Muarapilu,&amp;quot; kata Agustinus, Kamis (23/5).

Kapolsek Penengahan ini juga mengatakan, setelah mendengar korban meninggal saat dilarikan ke RS Kalianda, pelaku mengucap syukur. &amp;quot;Pelaku sama sekali tidak merasa bersalah bahkan pelaku saat mendengar korbannya meninggal dunia malah bersyukur. Pelaku mengaku benci sama korban padahal mereka saling bertetangga dan sama-sama berprofesi sebagai nelayan,&amp;quot; kata Agustinus yang mengatakan pelaku saat ini dititipkan di Mapolres Lamsel.

Terkait ancaman hukumannya, Agustinus mengatakan, pelaku akan diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara. &amp;quot;Pelaku belum kami periksa karena saat ini masih dititipkan di Mapolres Lamsel. Sedangkan korban luka sudah diobati,&amp;quot; ujarnya.

Sementara itu, stas peristiwa tersebut warga setempat geger melihat kejadian itu. Warga histeris melihat korban berlumuran darah akibat luka tusuk bagian punggung sebelah kanan. Petugas yang masih berada di lokasi berusaha menenangkan warga yang panik. &amp;quot;Acara pesta ruwat laut belum selesai saat kejadian. Luka korban banyak mengeluarkan darah sehingga meninggal saat perjalanan ke RS Kalianda,&amp;quot; kata warga setempat kemarin.(man)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 12:21:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pejabat Ditangkap Nyabu</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173528/Pejabat-Ditangkap-Nyabu-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_072753/072753_730794_narkoba_korban.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PADANG--Sejumlah nama pejabat di Pemkab Padangpariaman menjadi incaran Direktorat Narkoba (Dit Narkoba) Polda Sumbar karena diduga kuat terlibat dalam kasus narkoba. Sejumlah nama tersebut dikantongi setelah Kamis (23/5) dini hari, Dit Narkoba menangkap seorang pejabat di lingkungan Pemkab Padangpariaman. Pejabat itu diciduk&amp;nbsp; bersama seorang rekannya, di kediamannya Lubuk Napa, Padang Sago, Padangpariaman. Keduanya ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus peyalahgunaan narkotika dan obatan terlarang.

Pejabat tersebut bernama FS, 45, pejabat esselon IV di Pemkab Padangpariaman dan menjabat sebagai Kepala Seksi Kelistrikan Disperindag ESDM Padangpariaman. FS pun sudah Tujuh Bulan terakhir&amp;nbsp; menjadi target operasi (TO) Polisi.

Sedangkan rekannya bernama HZ, 30 yang merupakan warga Padang Sago. Keduanya ditangkap di rumah FS saat sedang asyik menghisap narkoba jenis sabu.
Dari tangan keduanya disita barang bukti berupa satu paket kecil sabu , air mineral dalam botol dan pirek. Kini keduanya diamankan di sel tahanan Mapolda sumbar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Grup JPNN), penangkapan FS bersama HZ bermula ketika kepolisian mendapatkan informasi dari masyarakat tujuh bulan yang lalu, bahwa adanya peredaran jaringan peredaran narkoba di kawasan mereka yang melibatkan oknum pejabat tersebut.&amp;nbsp; Pejabat dan serta rekannya tersebut juga dicurigai terlibat dalam jaringan narkoba di Padangpariaman. 

Saat penggerebekan dilakukan petugas di rumah pelaku FS, sempat terjadi cekcok antara petugas dengan keluarga istrinya.&amp;nbsp; Keluarga FS pun melarang agar FS tidak dibawa dan ditahan oleh petugas. Karena tim penangkapan yang langsung dipimpin oleh Kabag Bin Ops AKBP Zulbahri menemukan bukti kuat ditangan urang sumnado tersebut,&amp;nbsp; maka pelaku pun langsung digiring ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar yang berada di Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Direktur Dit Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Arif Rahman Hakim didampingi Kabag Bin Ops, AKBP Zulbahri mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah Dit Narkoba memata-matai pelaku selama 7 bulan terakhir. Dari hasil pengintaian tersebut Polisi sudah mengatahui kalau pelaku terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, serta diduga terlibat dengan jaringan peredaran narkoba di Padangpariaman. Namun, untuk menangkap Kepala Seksi Kelistrikan Disperindag ESDM itu, polisi tidak mau gegabah karena bukti yang belum lengkap.

&amp;quot;Setelah cukup bukti, kita intai dari Rabi Siang hingga malam dan kita ringkus pejabat esselon IV ini di rumahnya bersama rekannya HZ,&amp;quot; ujar Kombes Arif.

Arif mengatakan, dari tangan kedua pelaku didapatkan barang bukti berupa, satu djie sabu sisa pakai seharga Rp 500 ribu, dan pirek, namun, bong sabu yang mereka gunakan berhasil dibuang ke dalam kloset rumah pelaku. 

Arif menyebutkan, untuk menguatkan bukti, keduanya tersangka pun dilakukan pengecekan urin. Dari hasil pengecekan Urin FS dan rekannya tersebut positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.&amp;quot;urin di tes dan hasilnya positif,&amp;quot; ujar Arif.

Lebih jauh disampaikan Arif mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus ini, karena kuat dugaan pelaku terlibat dengan jaringan peredaran narkoba di Padangpariaman.

Selain itu, dari hasil penyidikan, Dit Reserse Narkoba juga telah mengantongi sejumlah nama pejabat di Padangpariaman yang terlibat dengan kasus narkoba. &amp;quot; Kita telah mengantongi beberapa nama pejabat lainnya, nama dan jumlahnya belum bisa kita beritahukan,&amp;quot; terang Arif.

Sementara itu, pengakuan FS kepada Penyidik, sudah mengkonsumsi barang haram tersebut semenjak tahun 2006 lalu,&amp;nbsp; dan membeli barang dari salah seorang rekannya&amp;nbsp; yang berada di Pekanbaru. 

Pelaku yang juga tamatan Magister Manajemen UNP tahun 2003 ini pun mengaku menyesal atas perbuatan yang telah ia lakukan.&amp;quot;Saya mengunakan sabu untuk menenangkan pikiran saja pak, karena urusan dikantor sangat rumit, sekedar penghilang panik saja pak,&amp;quot; ujar FS saat dimintai keterangan oleh penyidik.(w)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 11:26:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Saat Kerasukan, Santri Digerayangi Guru</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173523/Saat-Kerasukan,-Santri-Digerayangi-Guru-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_072130/072130_277948_perkosa2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SIGLI--Seorang guru di pesantren, MK (21) dilaporkan santriwatinya karena telah berbuat cabul. Saat mengobati korban yang tengah kerasukan, pelaku disebut menggerayangi tubuh korban. RK (15) yang antara sadar dan tidak sadar ketika digerayangi pelaku, akhirnya melaporkan kasus tersebut ke orang tuanya. Tidak terima dengan perbuatan guru tersebut, akhirnya kasus tersebut dibawa ke kantor polisi.

&amp;quot;Jadi dari laporan itu langsung kita tahan,&amp;quot; jelas Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Raja Gunawan.SH kepada Metro Aceh (Grup JPNN), Kamis (23/5).

Tersangka diduga melakukan pencabulan pada kamis (9/5), sekira pukul 21.00 wib di Dayah Khairuddaraini Padang Tiji. Dari laporan keluarga korban bahwa pada saat itu RK (15), warga Pidie Jaya kerasukan roh halus, lalu tersangka mencoba membantunya. Namun saat itulah tersangka melakukan pencabulan dengan meremas-remas payudara milik korban. &amp;quot;Jadi kita berdasarkan laporan itulah kita tahan tersangka&amp;quot; tutur Kasat.

Kemudian kata Kasat, tersangka memijat kepala korban dengan tangan, lalu pijatan turun ke leher dan ketiak. Tersangka juga meraba-raba dan meremas-remas payudara korban dari luar baju. Setelah itu tsk memasukkan tangannya ke baju korban sambil meremas payudara, dan meraba-raba kemaluan si santri dari luar kain sarung yg dipakai. RK tak bisa melawan karena lemas setelah sakit.

&amp;quot;Kita masih menduga tersangka melakukan itu, benar atau tidak di Pengadilan baru kita tahu,&amp;quot; papar Kasat

Sementara itu kemarin ratusan santri Dayah Khairuddaraini Padang Tiji Kabupaten Pidie, mendatangi Mapolres pada Kamis (22/5) pagi. Hal ini karena sepekan guru mereka ditahan di lokasi, akibat tuduhan pencabulan terhadap muridnya.

Pantauan Metro Aceh (Grup JPNN), sejak pukul 06.00 wib ratusan santri sudah berkumpul di depan Mapolres Pidie. Mereka menuntut Polisi untuk membebaskan guru, sebab menurut para santri sang ustadz tidak bersalah dan cuma difitnah.

Saidul Umuri (27), Ketua Organisasi Dayah Khairuddaraini Padang Tiji, saat ditemui Metro Aceh mengatakan kronologis peristiwa tudingan mesum kemarin. 
&amp;quot;Malam itu dia selaku penguji dan korban kewalahan untuk menjawab soal, karena jarang membaca. Kemudian korban masuk ke bilik karena sakit kerasukan syetan, lalu gurunya membantu. Saat itulah si santri diduga sudah kesurupan malah mencekik leher guru,&amp;quot; jelasnya.

Saat kejadian itu kata Saidul, banyak santri yang melihat. Namun disaksikan dari lubang lantai, Sebab bilik di bawah balai pengajian dan sangat jelas guru mereka hanya sekedar membantu. Bahkan kata Saidul, korban sering sakit-sakitan karena kerasukan syetan dan sudah empat tahun kondisinya seperti itu.

&amp;quot;Kami tidak terima guru kami dituduh melakukan pencabulan. Apa yang dikatakan korban bohong semua,&amp;quot; tutur Saidul.(mir)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 10:15:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Bayi Bugil Dijerat Pelepah Pisang</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173521/Bayi-Bugil-Dijerat-Pelepah-Pisang-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_071415/071415_953764_bayi_kaki.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;MADAT--Nurbaiti (43) benar-benar kaget bukan kepalang. Ia baru saja tiba di ladangnya, Dusun Mawar Desa Seunubok Pidie, Madat, Aceh Timur lalu mendengar suara tangis bayi. Setelah didekati ternyata ada sosok anak mungil, dengan kondisi leher terjerat pelepah pisang, Selanjutnya temuan tersebut diinfokan kepada warga sekitar, Kamis (23/5) pagi sekira pukul 09.00 WIB.

Tragisnya lagi, kondisi badan bayi sudah memerah lantaran bugil dan dikerubungi semut. Tanpa buang waktu lama, anak tak berdosa itu dipungut dan dibawa ke puskesmas untuk mendapat perawatan intensif. 

Kepala Puskesmas Madat Sofyan SKM, saat dihubungi Metro Aceh (Grup JPNN), membenarkan pihaknya sekira pukul 10:00 WIB menerima bayi buangan. &amp;quot;Berat bayi 2,5 kg dengan keadaan sehat. Diduga masih satu hari dan kondisi lahirnya normal. Ketka dibawa ke rumah sakit masih mempunyai tali pusar (Plasenta). Sementara kita serahkan ke gampong setempat untuk dirawat Kepala Dusun Mawar,&amp;ldquo; kata Sofyan SKM.

Sementara itu, Kapolsek Madat Ipda Zainir menyatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan.&amp;quot;Kami lagi memeriksa beberapa orang saksi serta menduga pelakunya warga sekitar,&amp;quot; jelas Kapolsek. (yas)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 09:41:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Duda Renggut Keperawanan Gadis</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173516/Duda-Renggut-Keperawanan-Gadis-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_065300/065300_770854_perkosa.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BULULAWANG - Lama menduda, membuat Muhammad Badriyah, 38 tahun, gelap mata. Dia tega menyetubuhi gadis ingusan yang baru dikenal. Sebut saja namanya Sintia, 15 tahun, warga Gadungan - Wajak. Akibat perbuatannya itu, Badri, panggilan tersangka ini harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak Rabu lalu.

&amp;quot;Tersangka ini kami amankan di rumahnya setelah kami mendapat laporan dari keluarga korban. Ketika kami tangkap dia mengakui perbuatannya,&amp;quot; ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, Kamis (23/5).

Diperoleh keterangan, perbuatan bejat bapak satu anak ini terjadi Minggu (19/5) dini hari sekitar pukul 03.00. Perbuatan tersebut dilakukannya di dalam rumah tersangka di Desa Sudimoro, Bululawang.

Ceritanya, Sabtu malam sekitar pukul 23.45, tersangka yang berniat pulang setelah dari jalan-jalan di Malang ini, bertemu dengan korban di pertigaan Krebet. &amp;quot;Saat itu dia (korban, red) naik sepeda motor Honda Beat, sendirian. Ketika saya tanya, bilangnya mau jalan-jalan ke Stadion Kanjuruhan. Karena lampu sepeda motornya mati, saya lalu menawarkan untuk mengantarkan dan sepeda motornya saya suruh menaruh di rumah,&amp;quot; terang tersangka Badri.

Ternyata rayuan itu berhasil. Tanpa curiga, korban nurut saja dengan tersangka. Keduanya lalu ke rumah tersangka untuk menaruh sepeda motor. Setelah itu, tersangka mengajak korban jalan-jalan ke Stadion Kanjuruhan. Sekitar pukul 03.00, tersangka lalu mengajak pulang.

Saat di rumahnya inilah, dengan beringas tersangka menyetubuhi korban. Jika tidak mau korban akan dibunuh sembari mencekik leher korban. Karena tidak kuasa korban pun akhirnya pasrah.

Parahnya lagi, sepeda motor korban esok harinya oleh tersangka juga dijual seharga Rp 700 ribu. Uang hasil penjualan itu, sebesar Rp 450 ribu diberikan pada korban, sedangkan sisanya dihabiskan oleh tersangka. Setelah itu, korban langsung diminta untuk pulang.

Terungkapnya perbuatan bejat Badri ini, bermula dari pengakuan korban ke orangtuanya. Mendapat cerita itu, orangtua korban yang tidak terima lalu melaporkan ke Polres Malang, hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan. (agp)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 08:44:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dua Napi Kendalikan Narkoba</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173512/Dua-Napi-Kendalikan-Narkoba-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_074919/074919_754658_penjara.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SEMARANG&amp;mdash;Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Benny Mamoto mengungkapan dari penangkapan tujuh orang tersangka narkoba oleh petugas BNN di Semarang pada Senin (20/5) dan Selasa (21/5), peredaran narkoba tersebut dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane Semarang, Jawa Tengah.

&amp;ldquo;Dari hasil pengembangan kasus, penangkapan tersangka yang dilakukan pada Senin (20/5) dan Selasa (21/5), diketahui, peredaran narkotika golongan satu jenis sabtu dikendalikan oleh dua Napi dari dalam LP Kedungpane. Yakni RA alias Ring alias Jenggot dan MS alias Moh,&amp;rdquo; ungkapnya, saat ditemui di Kantor BNNP Jateng, Semarang, Kamis (22/5).

Ia mengatakan, RA merupakan Napi yang baru divonis lima tahun penjara dalam kasus narkoba pada Kamis, 16 Mei 2013. &amp;ldquo;RA merupakan pemasok sabu kepada Briptu RS yang kemudian dijual kepada Danlanal Semarang, Kolonel AS yang ditangkap beberapa waktu lalu di Hotel Ciputra, Semarang,&amp;rdquo; bebernya.

Lanjut Benny, sedangkan tersangka MS menyuruh kepada tersangka TW alias Teguh, wartawan Polce News Semarang untuk mengambil sabu sebanyak 20 gram di JLn Muktijiwo Timur, No45 Pamularsih, Semarang. &amp;ldquo;Dari hasil pemeriksaan, sabu itu akan dikirim ke Kalimantan,&amp;rdquo; katanya.

Ia menuturkan, jaringan narkoba di Semarang menggunakan sistem mata rantai terputus. Dari bandar sampai dengan pemakai tidak saling kenal satu dengan yang lain. Dan posisi dua narapidana merupakan pengendali, berada dibawah bandar.

&amp;ldquo;Sistem mata rantai terputus, artisnya semua tidak saling kenal, mulai dari bandar sampai pengguna. Yang menghubungkan mereka hanya pengendali dengan menggunakan ponsel. Jadi narkoba ditaruh di suatu tempat oleh kurinya bandar, itupun kurir sama bandar tidak saling kenal juga, kemudia pengendali menghubungi pengguna untuk mengambil narkoba tersebut di suatu daerah. Ada yang disembunyikan dibalik batu, paving blok dan pohon,&amp;rdquo; jelas Benny. (ian/jpnn)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 07:57:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Nelayan Tusuk Tetangga Hingga Tewas</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/24/173504/Nelayan-Tusuk-Tetangga-Hingga-Tewas-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130524_062436/062436_667925_pisau_tusuk.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PENENGAHAN - Diduga ada dendam lama, Ujang (45) warga Dusun Muarapilu, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni menusuk tetangganya Rahmat (43) dengan sebilah pisau garpu hingga tewas menjelang usai pesta ruwat laut di TPI Muarapilu, sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (22/5).

Korban Rahmat mengalami luka tusuk di bagian punggung kiri dan meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit (RS) Kalianda. Selain korban tewas, pelaku juga melukai Udin (40) yang juga tetangganya saat berusaha melerai. Udin mengalami luka goresan pisau pada bagian tangan kanannya dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pada saat kejadian suasana pesta ruwat laut di TPI Muarapilu, Desa Bakauheni masih ramai pengunjung. Bahkan petugas keamanan masih berada dilokasi pesta ruwat laut sehingga pelaku tidak berkutik dan langsung diamankan saat itu juga ke Mapolres Lamsel. 

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau garpu, sarung pisau dan baju berlumuran darah.

Kapolsek Penengahan AKP. Agustinus Rinto, SH mendampingi Kapolres Lamsel AKBP. Bayu Aji, SIK, M.Hum mengatakan, saat kejadian masih ramai pengunjung di TPI Muarapilu Bakauheni untuk menyaksikan pesta ruwat laut yang diselenggarakan masyarakat nelayan setempat. 

Menurut dia, pelaku melakukan aksinya karena diduga unsur dendam. &amp;quot;Informasinya, sekitar 10 hari lalu pelaku dan korban terlibat perselisihan hanya gara-gara korban marah-marah sama anak pelaku. Karena atas unsur itulah pelaku menusuk korban saat menghadiri pesta ruwat laut di TPI Muarapilu,&amp;quot; kata Agustinus, Kamis (23/5).

Kapolsek Penengahan ini juga mengatakan, setelah mendengar korban meninggal saat dilarikan ke RS Kalianda, pelaku mengucap syukur. &amp;quot;Pelaku sama sekali tidak merasa bersalah bahkan pelaku saat mendengar korbannya meninggal dunia malah bersyukur. Pelaku mengaku benci sama korban padahal mereka saling bertetangga dan sama-sama berprofesi sebagai nelayan,&amp;quot; kata Agustinus yang mengatakan pelaku saat ini dititipkan di Mapolres Lamsel.

Terkait ancaman hukumannya, Agustinus mengatakan, pelaku akan diancam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara. &amp;quot;Pelaku belum kami periksa karena saat ini masih dititipkan di Mapolres Lamsel. Sedangkan korban luka sudah diobati,&amp;quot; ujarnya.

Sementara itu, atas peristiwa tersebut warga setempat geger melihat kejadian itu. Warga histeris melihat korban berlumuran darah akibat luka tusuk bagian punggung sebelah kanan. Petugas yang masih berada di lokasi berusaha menenangkan warga yang panik. 

&amp;quot;Acara pesta ruwat laut belum selesai saat kejadian. Luka korban banyak mengeluarkan darah sehingga meninggal saat perjalanan ke RS Kalianda,&amp;quot; kata warga setempat kemarin.(man)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Fri, 24 May 2013 06:31:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kopral TNI Ikut-ikutan Bajak Truk</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173378/Kopral-TNI-Ikut-ikutan-Bajak-Truk-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_143536/143536_658182_truk_bajak_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;MOJOKERTO  - Citra Korps TNI kembali ternoda oleh ulah personel yang tidak  bertanggung jawab. Seorang prajurit TNI berpangkat tamtama berinisial KS  diduga terlibat pembajakan truk tronton yang mengangkut ribuan galon  air mineral di sub-Terminal Trowulan, Kabupaten Mojokerto.




Hal  itu berdasar pengakuan beberapa saksi di lokasi. Para saksi menyatakan  bahwa mereka sempat melihat KS. Prajurit TNI berpangkat kopral tersebut  tak hanya makan di warung sekitar terminal. Namun, dia ditengarai  membantu menurunkan 1.334 galon kosong hasil pembajakan. 



Danrem  082 Mojokerto Kolonel Infantri Agus Yuniarto mengungkapkan bahwa saat  ini KS sudah ditangani polisi militer (PM) Denpom 0815 CPYJ (Citra Panca  Yudha Jaya) Mojokerto. Sejak dugaan keterlibatan KS itu mencuat,  menurut dia, pihaknya bersama denpom mulai mengusut kasus itu. KS pun  ditahan di markas Denpom Mojokerto. 



&quot;&quot;Diduga, ada keterlibatan oknum TNI yang berinisial KS. Sekarang, yang bersangkutan diperiksa,&quot;&quot; ujarnya Kamis (23/5). 



Truk  tronton milik PT Patma Tirta Wisesa Surabaya tersebut mengangkut ribuan  galon air mineral merek Aqua ketika ditemukan di sub-Terminal Trowulan  kemarin pagi. Selain truk, di subterminal angkutan kota (angkot) dan  angkutan desa (angdes), Jl Raya Trowulan itu, ditemukan 1.334 galon  kosong. Ribuan galon yang disimpan dalam bangunan terminal tersebut  diduga hasil kejahatan yang sebelumnya diturunkan oleh para pelaku.



Sejak  kemarin, KS diperiksa intensif di denpom. Hal itu terjadi setelah  Polsek Trowulan menemukan truk tronton dan ribuan galon di subterminal.  Pemeriksaan dimaksudkan untuk mengetahui keterlibatan yang bersangkutan  dalam pemba&amp;shy;jakan truk tronton dan galon kosong. &quot;&quot;Kami ingin mengetahui  apakah dia benar-benar terlibat,&quot;&quot; tegas Agus. 



KS diduga  terlibat pembajakan itu saat truk tronton parkir di Jl Raya Desa Gayam,  Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Senin dini hari (20/5).  Selanjutnya, dia bersama seorang rekan yang berinisial MS membawa truk  dari Pasuruan menuju Mojokerto. 



Modusnya, pelaku melarikan truk  dengan menggunakan kunci T saat ditinggal pengemudinya, Umar Affandi,  ganti baju di rumah. Rumah Umar hanya berjarak 300 meter dari lokasi  truk parkir. &quot;&quot;Ya, kalau benar begitu (beraksi sejak dari Pasuruan),  tentu Denpom Mojokerto akan berkoordinasi dengan Denpom Pasuruan. Sebab,  lokasi truk awalnya ada di sana (Pasuruan),&quot;&quot; tutur Agus. 



Agus  menegaskan bahwa jika KS terbukti terlibat, TNI tidak akan tebang pilih  terhadap anggota yang melanggar hukum. TNI, lanjut dia, akan menjatuhkan  sanksi sesuai dengan mekanisme dan prosedur kedisiplinan. &quot;&quot;Jika  melanggar, apalagi terlibat kejahatan, anggota akan ditindak tegas,&quot;&quot;  terangnya. 



Sejauh ini belum diketahui KS bertugas di kesatuan  mana. Selain itu, tim penyidik denpom juga ditugasi untuk menyelidiki  keanggotaan KS dan tempat penugasannya selama ini. &quot;&quot;Pengusutan kan  masih berjalan. Kami minta denpom menelusuri yang bersangkutan itu dari  kesatuan mana,&quot;&quot; jelas Agus. (ris/mas/c16/dwi)


</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 14:33:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ini Yang Dilakukan Siswi SD Saat Cabuli Rekannya</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173377/Ini-Yang-Dilakukan-Siswi-SD-Saat-Cabuli-Rekannya-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_085238/085238_582676_perkosa2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BUKITBATU--Ironis. Mungkin kata ini tepat untuk menggambarkan kelakukan dua siswi Sekolah Dasar Sebarus, Nm (8) dan Da (8). Dalam usia yang masih belia, mereka sudah terbilang ahli memeragakan adegan seks layaknya film porno dewasa. Berikut beberapa kelakuan porno kedua pelaku saat mencabuli rekan-rekan sekolahnya.

1. Pencabulan berlangsung di lingkungan sekolah. Terkadang di ruang kelas yang sepi atau di toilet sekolah. Dilakukan berulangkali sejak bulan Maret

2. Nm dan Da, saling bekerjasama untuk memuluskan aksi mereka. Ada yang berjaga agar aksi tidak diketahui guru dan ada yang melakukan pencabulan

3. Nm dan Da memaksa rekan-rekan mereka membuka celana dalam dan mengelus alat vitalnya layaknya adegan film porno

Karena kejadian ini, para wali murid korban dan orang tua pelaku sepakat berdamai dengan catatan kedua siswi itu harus pindah sekolah. &amp;quot;Tapi karena mendekati ujian, kedua pelaku sementara dipisahkan kelasnya. Nanti setelah ujian kenaikan, orang tua pelaku menyetujui untuk memindahkan anak mereka dari sekolah karena orang tua siswa lainnya khawatir kejadian serupa menimpa anak mereka,&amp;quot; ujar wali kelas pelaku Hiryati, pada wartawan. (din/rnn/fik)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 14:32:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Oknum Kadis Paksa Cium Bibir Honorer</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173366/Oknum-Kadis-Paksa-Cium-Bibir-Honorer-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_073827/073827_394369_perkosa.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;KUALATUNGKAL &amp;ndash; Karena diduga melakukan pelecehan seksual, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tanjab Barat (Tanjabar), Jambi, dilaporkan ke Polisi oleh WW. YD dilaporkan WW yang merupakan tenaga honorer di Dinas yang dipimpinnya, tanggal 20 Mei dengan nomor LP/B.117/V/2013/SPK Polres Tanjabar.

Kasubag Humas Polres Tanjabar, AKP Hotmaida Sianturi membenarkan adanya laporan tersebut. Dijelaskannya, seorang wanita yang&amp;nbsp; berinisial WW (20)&amp;nbsp; datang ke Mapolres Tanjab Barat yang mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual. Dalam laporan tersebut, WW mengaku bekerja sebagai tenaga kerja kontrak (TKK)di Dinas Koperasi Kualatungkal.

&amp;quot;Dalam laporan pengakuannya, oknum kepala dinas tersebut telah memaksa mencium bibirnya di dalam sebuah mobil di desa Pematang Lumut, dan mencolek bagian dada atau payudaranya sewaktu hendak mengantarkan surat untuk ditanda tangani ke meja kerja terlapor dalam ruangan kantor kerja kadis tersebut.&amp;quot;jelasnya.

&amp;quot;Dia (ww), datang bukan sendirian, dengan didampingi 4 orang teman sekantornya yang juga mengaku mendapat perlakuan&amp;nbsp; yang sama oleh oknum kadis tersebut, dengan waktu yang berbeda,&amp;quot; tambah Hotmaida.

Saat ini, lanjutnya, ke 4 wanita tersebut untuk sementara hanya dijadikan sebagai saksi. Kemudian dalam pemeriksaan nanti, keempat wanita yang mengaku mendapat perlakuan yang sama bisa juga di jadikan sebagai korban pelecehan dan perbuatan tidak menyenangkan.

&amp;quot;Dalam pengakuannya, perbuatan ini juga sudah berlangsung sejak awal bulan Januari 2013,&amp;quot; tambah istri ketua DPRD Tanjab Barat ini.

Dalam kasus pelaporan ini, untuk sementara terlapor dikenakan&amp;nbsp; tuduhan perbuatan pencabulan&amp;nbsp; pasal 289 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Kemudian dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan terlapor akan dikenakan pasal berlapis,dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Tapi kita lihat dulu dari hasil pemeriksaan dan penyidikanya selanjutnya. Hari ini 21/05 terlapor akan kita panggil untuk dimintai keteranganya atas laporan tuduhan dugaan pencabulan yang lakukannya kepada beberapa orang pegawai TKK yang notabene adalah bawahanya sendiri,&amp;rsquo;&amp;rsquo; paparnya.

Sementara itu, oknum kepala dinas saat dikonfirmasi, terlihat santai menghadapi laporan. Dia mengaku belum mengetahui adanya beberapa orang stafnya yang melaporkan ke polisi dengan tuduhan pencabulan. Dia mengaku siap dipanggil oleh pihak kepolisian dan akan menerangkan semua apa yang di tuduhkan kepada saya. 

&amp;quot;Sebagai seorang umat jika ada kesalahan saya akan meminta maaf. Dan selaku hamba Allah saya siap akan bertaubat, kalau memang saya dinyatakan bersalah,&amp;quot;ungkapnya.

Disinggung masalah adanya beberapa orang wanita yang melaporkanya dengan tuduhan yang di maksud, dia mengaku melapor merupakan hak semua orang. &amp;quot;Itukan hak mereka,dan saya pun punya hak untuk menjawabnya. Namun demikian saya selaku warga negara yang baik, siap akan di panggil oleh polisi guna untuk kepentingan penyidikan,&amp;quot;tegasnya. (/imm/jenn)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 12:37:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Minta Minum, Tahanan Dianiaya Sipir</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173354/Minta-Minum,-Tahanan-Dianiaya-Sipir-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_073150/073150_529819_aniaya.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PALEMBANG &amp;ndash; Dugaan tindak kekerasan dalam tempat pembinaan, terkuak setelah Sri Ningsih (35), datang mengadu ke SPK Terpadu Polresta Palembang, Rabu (22/5). Dia membawa foto suaminya, Aminudin (35), yang menderita luka lebam di beberapa bagian tubuh, yang menurutnya dilakukan oleh oknum petugas Rutan Klas IA Palembang, di Jl Inspektur Marzuki, Kecamatan IB I, Palembang.

&amp;ldquo;Ini foto &amp;ndash; foto apa yang telah diterima suami aku, setelah dipukuli oleh petugas rutan. Punggung kanannya, kaki kanan dan kiri. Dia tidak sendiri dipukuli, bersama sekitar lima belas orang lagi penghuni blok karantina yang sama. Karena tidak tahan, kami akhirnya melaporkan petugas tersebut yang namanya sudah kami kantongi,&amp;rdquo; tegas Sri, warga Jl Brigjen Hasan Kasim, Lr Patas, RT 44/09, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
&amp;nbsp;
Diuraikan Sri yang tengah hamil delapan bulan anak keduanya, suaminya ditahan dalam kasus membawa senjata tajam (sajam), sejak 11 Februari 2013. Suaminya yang menghuni sel karantina 4 Rutan Klas IA Palembang, dan penghuni lainnya, tak hanya mendapat penganiayaan secara fisik, tapi juga psikis. Suaminya bersama beberapa teman di sel, pernah meminta air minum dan air mandi. Tak disangka, pada malam hari justru suaminya dikumpulkan dan dipukuli.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Suami aku tu kuraso dipukul pakai benda tumpul atau apalah, idak ngerti jugo. Tapi pernah bae pas dio minta minum jugo dikasih air selokan oleh petugas rutan itu. Aku ni lagi hamil delapan bulan, liat suami kayak ini, sedih rasonyo. Aku tahunyo baru hari Sabtu (18/5) dan pas sidang vonis Selasa (21/5),&amp;rdquo; tutur Sri. 

Dalam laporan kemarin, beberapa nama oknum rutan yang dilaporkan Sri itu, berinisial Snd, Iyn, Ddi, dan Arf. Sementara beberapa tahanan lain yang dianiaya, disebutkannya&amp;nbsp; Dahlan, Syaiful, Nubi dan Adi. &amp;ldquo;Suami aku dan kawan &amp;ndash; kawannyo yang minta keluarga melaporkan perbuatan petugas rutan, kareno sudah idak tahan lagi dengan apa yang mereka alami sebulan terakhir ini, Pak,&amp;rdquo; pungkas Sri.
&amp;nbsp;
Terpisah,&amp;nbsp; Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto SIk MH, mengatakan laporan pelapor sudah diterima dan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam memproses kasus ini. &amp;ldquo;Untuk sementara laporan telah diterima, akan segera ditindaklanjuti,&amp;rdquo; katanya.

Di bagian lain, Kepala Satuan Pengamanan (Kasatpam) Rutan Klas IA Palembang, Tri Purnomo, mengaku sejak sebulan terakhir dia sedang mengikuti diklat di Jakarta. Jadi, dia belum mendengar masalah penganiayaan yang diduga dilakukan oknum pegawainya. &amp;ldquo;Yang jelas akan segera kami periksa dan interogasi, jika benar akan ditindak. Sepengetahuan saya, sejak bulan Februari belum ada yang melapor, baik tahanan maupun keluarga tahanan yang merasa anggota keluarganya dianiaya,&amp;rdquo; kata Tri, via ponselnya tadi malam. (aja/afi/air/ce2)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 11:30:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Siswi SD Cabul Ingin Foto Kemaluan Korbannya</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173347/Siswi-SD-Cabul-Ingin-Foto-Kemaluan-Korbannya-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_082651/082651_89805_perkosa2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BALIKBUKIT--Nm (8) dan Da (8) memang baru kelas II SD. Namun pengetahuan mereka tentang pornografi sudah seperti orang dewasa. Tidak hanya berkali-kali mencabuli empat rekan-rekannya, dua siswi yang masih ingusan ini juga pernah ingin mendokumentasikan kemaluan korban.

Wali kelas NM dan DA, Hiryati mengungkapkan, dari keterangan empat siswi yang menjadi korban, yaitu A, Dw, De dan Gt, mereka mengaku dipaksa membuka celana. Bahkan, alat kelamin A hendak mereka foto menggunakan handphone. Beruntung aksi itu gagal karena kebetulan ada guru yang lewat. 

&amp;ldquo;Kalau Dw mengaku hanya dielus-elus alat kelaminnya dua kali. Sedangkan De dan Gt masing-masing tiga kali,&amp;rdquo; tambah Hiryati.

Pada guru, akhirnya kedua pelaku ini mengaku belajar aksi asusila itu dari menonton film porno. Selain itu juga pernah melihat langsung adegan porno yang dilakukan salah satu kakak pelaku. 

&amp;quot;Pelaku mengaku pernah menonton&amp;nbsp; film porno dan melihat kakaknya berbuat begituan di bawah mobil dan kebun-kebun,&amp;quot; kata Hiryati.(din/rnn/fik)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 10:33:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Siswi SD Cabul Tiru Adegan Porno Dari Kakaknya</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173340/Siswi-SD-Cabul-Tiru-Adegan-Porno-Dari-Kakaknya-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_081841/081841_860214_perkosa2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BALIKBUKIT--Kelakuan cabul dua siswi kelas II sekolah dasar (SD), Nm (8) dan Da (8), bisa dikatakan sangat mengejutkan. Dua pelajar yang masih ingusan ini, mencabuli empat rekan-rekannya.

Tidak hanya memaksa membuka celana, dua pelaku juga memegang, meraba dan meremas kemaluan korban-korbannya. Dari mana mereka belajar adegan dewasa itu?

&amp;quot;Pelaku mengaku pernah menonton&amp;nbsp; film porno dan melihat kakaknya berbuat begituan di bawah mobil dan kebun-kebun,&amp;quot; ujar guru wali kelas wali kelas pelaku, Hiryati pada Radar Lambar (Grup JPNN), Rabu (22/5).

Kepala SDN Sebarus Rita Erpenda, S.Pd.S.D., didampingi wali kelas 2/B Hiryati membenarkan kejadian yang sangat mengejutkan ini. Rita mengaku pihaknya telah mendapat laporan dari orang tua siswi yang menjadi korban kedua pelaku.

&amp;quot;Ya kita dapat laporan dari orang tua siswa pada Jumat (3/5) lalu karena anaknya telah diganggu oleh rekan sekelasnya. Pada 10 Mei kita pertemukan antara orang tua pelaku dengan orang tua korban untuk menyelesaikan masalah ini,&amp;quot; kata Rita.(din/rnn/fik)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 09:17:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Mengaku Anak Kapolri, Tipu Calon Bintara</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173339/Mengaku-Anak-Kapolri,-Tipu-Calon-Bintara-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_070943/070943_378119_borgol2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BEKASI SELATAN &amp;ndash; Tersangka kasus penipuan pendaftaran calon akademi dan bintara polisi, Yorra Bunda Rindi (27) resmi ditahan penyidik Polresta Bekasi Kota. Tersangka, rencananya akan dikirim ke rumah tahanan khusus perempuan di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

&amp;ldquo;Sudah ditahan, ini (kemarin) mau dikirim ke rumah tahanan wanita di Pondok Bambu, Jakarta Timur. Disini nggak ada rumah tahanan khusus wanita,&amp;rdquo; katanya kepada Radar Bekasi, kemarin.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya masih melakukan pegembangan terhadap kasus tersebut. Dia belum bisa memastikan apakah ada tersangka lain yang terlibat dalam pusaran kasus penipuan yang merugikan korban hingga mencapai Rp1,62 miliar.

&amp;ldquo;Kasusnya masih berlanjut, sekarang sedang dikembangkan. Belum ada tersangka lain,&amp;rdquo; ujarnya.

Penahanan terhadap tersanga Yorra Bunda Rindi menyusul ditangkapnya Elit Nurlita Sari, yang merupakan kakak ipar dari mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol (Purn) Firman Gani. Tersangka elit sudah lebih dahulu ditahan oleh penyidik, saat ini tersangka masih berada di Rutan Pondok Bambu.

Dia kembali menegaskan, jika tersangka Yorra Bunda Rindi bukan dari anak Kapolri Jenderal Timur Pradopo, melainkan warga sipil biasa bukan dari keluarga Polri. &amp;ldquo;Biar saja, orang lain menyebutnya (Anak Kapolri). Resminya (Kepolisian) bukan anak Kapolri,&amp;rdquo; tambahnya.

Sebelumnya, Elit Nurlita Sari ditangkap petugas Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota atas laporan Uly Sianturi (38), seoang pegawai negeri sipil bidang kesehatan di Polda Metro Jaya. Elit ditangkap di kediamannya, Pekayon, Bekasi Selatan awal bulan Mei lalu.

Menurut keterangan Uly, kronologis pertemuan dengan tersangka Elit di Polda Metro Jaya awal Januari 2012 lalu. &amp;quot;Kebetulan ada keluarga saya yang telah gagal di tingkat Pantokir. Kemudian dia (Elit) menawarkan dengan meminta ditransfer uang terlebih dahulu,&amp;quot; jelasnya.

Penawaran tersebut kata dia, lantaran Elit mempunyai keluarga mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol (purn) Firman Gani, yang merupakan adik ipar tersangka. &amp;quot;Yang jelas bukan saya yang meminta, dia (Elit) yang menawarkan. Kebetulan ada tiga keponakan saya gagal jadi Polisi,&amp;quot; paparnya.

Menurut dia, tiga keponakannya yakni Deri, Slamet, dan Dimas akan lolos meski sudah dinyatakan gugur di tingkat pantokir berkat bantuan dia yang menjual nama Irjen Pol (purn) Firman Gani.

Namun, sayang setelah uang ditransfer dalam jangka waktu Mei-Juli 2012, tiga keponakannya itu tak masuk menjadi polisi. Dia pun meminta uangnya kembali, namun tersangka terus berkelit. Hingga akhirnya, Uly melapor ke Polresta Bekasi Kota 10 April
&amp;nbsp; 2013.

Konsekuensinya, Uly yang awalnya berdinas di Mapolda Metro Jaya, akhinrya dimutasi ke Polres Metro Jakarta Pusat gara-gara kasus tersebut. &amp;quot;Saya dimutasi gara-gara kasus ini. Sekarang saya di Polres Jakarta Pusat. Masih tetap sebagai PNS di bagian kesehatan,&amp;quot; kata Uly. (adi)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 09:12:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Cewek Cantik Diperkosa Bos Dealer</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173334/Cewek-Cantik-Diperkosa-Bos-Dealer-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_081414/081414_705035_perkosa.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;KISARAN - Cewek cantik sebut saja Bunga (25), warga Kisaran mengaku diperkosa pria berinisal YS (24) yang diketahui menjabat bos dealer salah satu merek sepedamotor, Minggu (12/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bunga kepada Metro Siantar (Grup JPNN) kemarin (22/5) menceritakan, sebenarnya dia tidak memiliki hubungan dengan YS. Keduanya hanya saling kenal melalui rekan-rekannya.

Di hari naas itu, YS yang sudah pernah berkunjung ke rumahnya menghubungi melalui telepon dan menyampaikan akan singgah di rumahnya. Kala itu, Bunga tidak ambil pusing, dan menyilahkan YS singgah. &amp;ldquo;Dek boleh nanti Abang singgah,&amp;rdquo; kata Bunga menirukan ucapan YS kala itu.

Setiba di rumah, dia dan YS berbincang-bincang di teras rumah karena saat itu hanya dia yang ada di rumah ketika YS tiba.

Beberapa menit berbincang-bincang, tiba-tiba YS permisi hendak buang hajat ke kamar mandi. Tidak curiga, Bunga kemudian mengantarkan YS untuk menunjukkan kamar mandi.

Namun belum lagi sempat menunjukkan kamar mandi, tiba-tiba YS memeluk Bunga dan mengangat tubuhnya ke tempat tidur yang ada di ruang tamu.

&amp;ldquo;Dia langsung angkat tubuhku ke tempat tidur dan langsung menindih, satu tangannya membekap mulutku dan satu tangan lagi melucuti pakaiannya,&amp;rdquo; kenang Bunga.

Disebutkan Bunga, saat itu dia berusaha melakukan perlawanan terhadap YS. Tetapi karena kalah tenaga, dia tidak sanggup melakukan perlawanan, sehingga YS berhasil menyetubuhinya. &amp;ldquo;Aku sudah melawan, tapi tenaganya lebih kuat. Setelah YS puas, dia langsung pergi dari rumah,&amp;rdquo; kata Bunga sembari menyeka air matanya.

Aziando (45), kerabat Bunga mengatakan, keluarga mereka tidak terima atas perlakukan YS dan akan segera melaporkan YS ke polisi. &amp;quot;Dia (YS) pikir bisa sesuka hati memperlakukan adik saya,&amp;quot; tegas Aziando.

Diakui Aziando, pihaknya sudah mencari dan meminta pertanggungjawaban YS, namun YS seolah-olah tidak mempunyai itikat baik untuk menyelesaikan masalah. &amp;quot;Perbuatannya, sudah menghancurkan masa depan adik kami, begitu juga martabat keluarga kami,&amp;quot; kata Aziando yang mengaku sangat kesal dengan perbuatan YS.

Terpisah, salah seorang rekan YS ketika ditemui METRO membenarkan pekerjaan dan jabatan YS. &amp;quot;Benar Bang, tapi saya tidak tahu soal kasus itu dan sepertinya YS masih bekerja,&amp;quot; ujar pria itu. (sus)

</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 08:08:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Kuli Bangunan Ditikam Geng Motor</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173333/Kuli-Bangunan-Ditikam-Geng-Motor-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_075508/075508_613921_pisau_tusuk.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;MEDAN - Niko Sandinata Damanik (29) jadi korban kebrutalan geng motor, Rabu (22/5) sekira pukul 03.00 WIB. Akibatnya, sepeda motor Honda Beat warna merah BK 4495 ACV milik pria yang tinggal di Jalan Yos Sudarso Lorong I Kecamatan Medan Barat itu raib dibawa kawanan geng motor berjumlah belasan orang itu. 

Tidak hanya itu, pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan itu juga menderita 5 tikaman di sejumlah bagian tubuhnya.

Informasi diterima Sumut Pos (Grup JPNN), saat itu korban diminta isterinya,Yepi Maisuri (28) membeli makanan di seputaran Jalan Yos Sudarso. Namun, karena tidak lagi menemukan tempat penjualan makanan, korban bermaksud mencari, hingga ke Jalan Adam Malik. 

Saat itu lah, korban melihat kawanan geng motor sedang konvoi sehingga membuat korban takut dan bermaksud menghindar dan menjauh dari kawanan geng motor itu.

Ternyata, gerak-gerik korban itu malah membuat kawanan geng motor itu mengetahui keberadaannya dan mencoba menangkap korban. Sontak, korban yang panik, langsung melarikan diri dengan memacu sepeda motor yang dikendarainya. Aksi saling kejar antara korban dan kawanan geng motor itu pun terjadi. 

Setibanya di bundaran Gelugur by pass, perempatan Jalan Adam Malik dan Jalan Yos Sudarso, korban ditendang oleh salah seorang kawanan geng motor itu hingga korban terjungkal ke aspal.
&amp;quot;Kata suami saya, begitu dia jatuh langsung dipukuli kawanan geng motor itu. Bahkan, suami saya yang sudah tidak berdaya, ditikami sama mereka. Leher dan perut suami saya mau ditikami, karena suami saya melawan dengan menangkis, makanya tangan, kaki dan pahanya yang kena tikam, &amp;quot; ungkap Yepi saat ditemui di Rumah Sakit Imelda, Rabu (22/5) sekira pukul 15.30 WIB.

Setelah menikami korban dan berhasil membawa kabur sepeda motor korban, kawanan anggota geng motor itu langsung melarikan diri. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, korban berupaya pulang ke rumahnya. 

Dengan menumpangi sepeda motor RX King yang saat itu melintas, korban akhirnya tiba di rumahnya dan kemudian ke melapor ke Polsek Medan Barat. 

Setelah selesai membuat laporan ke Polisi dan mendapat uang dari bantuan keluarga, Yepi bersama Ibu Mertuanya, Rosana (50) kembali ke Rumah Sakit Imelda untuk mengobati korban.

Bahkan, karena luka yang diderita korban cukup parah, korban langsung diberi perawatan intensif di ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Imelda.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Syarifur Rahman, membenarkan kejadian itu. Disebutnya, pihaknya sudah menerima laporan korban dan masih melakukan penyelidikan kasus itu. Bahkan, Nasrun mengaku sudah membentuk tim untuk dapat mengungkap kasus itu. (mag-10)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 08:02:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dua Siswi SD Cabuli Empat Rekannya</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173332/Dua-Siswi-SD-Cabuli-Empat-Rekannya-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_080240/080240_419171_perkosa2.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BALIKBUKIT &amp;ndash; Meski baru duduk di kelas II sekolah dasar (SD), dalam urusan seks, Nm (8) dan Da (8) sudah tergolong piawai. Betapa tidak, meski masih ingusan, kedua bocah perempuan ini telah berani memaksa empat rekan sekelasnya membuka celana dalam dan mengelus alat vitalnya layaknya adegan film porno.

Ironisnya, perbuatan tak senonoh ini telah berulang kali dilakukan keduanya, baik di ruang kelas maupun toilet, ketika jam istirahat. Sehingga luput dari pantauan belasan guru di SDN Sebarus, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, tempat mereka bersekolah. 

Kepala SDN Sebarus Rita Erpenda, S.Pd.S.D., didampingi wali kelas 2/B Hiryati membenarkan kejadian yang sangat mengejutkan ini. Rita mengaku pihaknya telah mendapat laporan dari orang tua siswi yang menjadi korban kedua pelaku.

&amp;quot;Ya kita dapat laporan dari orang tua siswa pada Jumat (3/5) lalu karena anaknya telah diganggu oleh rekan sekelasnya. Pada 10 Mei kita pertemukan antara orang tua pelaku dengan orang tua korban untuk menyelesaikan masalah ini,&amp;quot; kata Rita kepada Radar Lambar (Grup JPNN) di ruang kerjanya, Rabu (22/5).

Rita juga menyatakan telah meminta keterangan dari kedua siswi dan orang tuanya. &amp;ldquo;Kita panggil dua pelaku dan empat rekannya yang menjadi korban. Keduanya mengaku telah mengganggu temannya saat jam istirahat. Orang tua mereka juga sudah kita pertemukan,&amp;quot; lanjut Rita.(din/rnn/fik)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 07:57:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dituduh Mesum di Ruko, Digerebek Warga</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173329/Dituduh-Mesum-di-Ruko,-Digerebek-Warga-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_070202/070202_510234_pacaran.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SIGLI - Meski dilarang tinggal berduaan serumah karena non muhrim, namun pasangan ini tetap nekat. Alhasil War (22), warga Pulau Rheng, Lueng Putu Pidie Jaya dan FZ (25) penduduk Pasi Lhok Kembang Tanjong, dengan Din (26) asal Kota Sigli, digerebek massa.&amp;nbsp; 

Mereka dituduh melakukan perbuatan mesum, serta digelandang ke kantor WH pada Rabu (22/5) dinihari sekira pukul 00.15 WIB. 

Muda-mudi tersebut diamankan dari lokasi, di Gampong Blok Sawah, Kota Sigli. Seperti diutarakan Danton WH Kabupaten Pidie Tgk Nasruddin Muhammad, kepada Metro Aceh (Grup JPNN) bahwa pelaku menetap di salah satu toko Gampong Blok Sawah Kota Sigli. 

Namun menurut Nasruddin, mereka berdua tidak bersalah dan pemilik toko yang salah. Pihaknya pun segera memanggil pemilik ruko itu. &amp;quot;Ini jelas tidak dibenarkan tinggal serumah bagi pasangan non muhrim,&amp;quot; jelasnya.

Kemudian kata Nasruddin, setelah digerebek warga pada pukul 00.15 wib, pihaknya dihubungi untuk menggelandang War dan FZ. Saat disatroni massa, ketiganya ada di dalam toko dengan jumlah dua pria satu wanita.

Saat diperiksa War mengaku pacaran dengan FZ, serta sering datang ke toko tempat sang kekasih bekerja. Namun malam itu naas menimpa setelah penduduk setempat sudah mengintai &amp;quot;Mereka kini kita tahan sementara,&amp;quot; tutur Nasruddin. (mir)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 07:43:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Istri Pergi Kerja, Suami Cabuli Anak Sendiri</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173324/Istri-Pergi-Kerja,-Suami-Cabuli-Anak-Sendiri-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_065749/065749_468231_gadis_sedih.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;LANGSA - Amri Ibrahim (36) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat,&amp;nbsp; resmi telah dilaporkan oleh istrinya Emi Susanti ke Mapolres Langsa, Rabu (22/5) siang. 

Pria ini dituding sebagai pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Pencabulan atau pelecehan seksual terhadap anak bawah umur. Korban mesumnya tak lain putri kandung sendiri, Bunga (7) yang mengaku kerap dicabuli sang ayah

Kasat Reskrim Polres Langsa AKP. M. Firdaus, membenarkan pengaduan korban didampingi ibunya kepada Metro Aceh (Grup JPNN).

&amp;quot;Kasus tersebut terjadi pada Senin (6/5) lalu sekira pukul 10.00 Wib di kediaman tersangka. Di mana saat itu ibu korban yang merupakan PNS pada Puskesmas Langsa Barat, sedang pergi kerja sebagaimana biasa. 

Namun ketika pulang ke rumah, pelapor terkejut ketika mendengar cerita dari anak gadisnya yang masih bawah umur. Ia sudah dicabuli Amar bahkan berlangsung berulang kali, ketika si ibu pergi bekerja. &amp;quot;Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kami,&amp;quot; cetus Kasat. (bah)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 07:12:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tewas Duduk Di Atas Toilet</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173319/Tewas-Duduk-Di-Atas-Toilet-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_100037/100037_364062_mayat_perempuan_di_apartemen03_thumb.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SURABAYA--Sesosok mayat ditemukan di dalam kamar mandi di sebuah Apartemen Eastcoast Residence, Surabaya, Rabu (22/5). Mayat perempuan bernama Soijah, 30, asal desa Sembowo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, itu dalam kondisi duduk di atas WC. Kasus tersebut kini ditangani anggota Polsek Mulyorejo.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mayat Soijah kali pertama diketemukan Mega Salvia, 20. 

&amp;nbsp; 
Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen milik Mega di ruang S2/29 sudah sejak lama. Di aparteman itu, mereka tinggal berdua saja. Penemuan mayat itu sekitar pukul 06.20. Saat itu Mega hendak ke kamar mandi tapi pintunya tertutup dari dalam.
&amp;nbsp;
Dia pun menggedor-gedor pintu tersebut. Dia pun memanggil nama Soijah berkali-kali. Sebab, saat itu Soijah memang tak ditemukan di dalam apartemen dengan dua kamar tidur tersebut. 
&amp;nbsp;
Mega pun curiga dengan keberadaan Soijah. Dia lantas memanggil keamanan apartemen untuk membantu mendobrak pintu.&amp;quot;Saat pintu itu didobrak korban sudah dalam kondisi duduk di atas closed&amp;nbsp; dan sudah tak bernyawa,&amp;quot; kata Kanitreskrim Polsek Mulyorejo AKP Budi Waluyo. 
&amp;nbsp; 
Dia menjelaskan kondisi korban pada saat ditemukan itu juga ada banyak sekali darah yang sudah mengering. Diduga kuat Soijah mengalami pendarahan hebat.
&amp;nbsp;
Polisi sendiri belum bisa menyimpulkan apakah pendarahan itu lantaran keguguran atau memang korban menstruasi hebat. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri dugaan tersebut. 
&amp;nbsp;
&amp;quot;Ada informasi memang, korban itu punya pacar. Hampir tiap sore mengajak korban keluar,&amp;quot; terang dia. 
&amp;nbsp;
Polisi sudah menghubungi pacar Soijah tapi berada di Pacitan. Semua informasi tersebut belum tentu mengarah pada kepastian Soijah yang mengalami keguguran. Oleh sebab itu, polisi pun berencana untuk mengotopsi jenazah Soijah.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, sore kemarin keluarga Soijah yang berasal dari Pacitan datang ke Mapolsek Mulyorejo. Mereka ternyata mengikhlaskan kepergia Soijah dan menolak otopsi jenazah. Sore itu juga jenazah Soijah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di sana. (jun/diq)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 06:43:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tewas Duduk di Atas Toilet ,</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173311/Tewas-Duduk-di-Atas-Toilet-,-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_044942/044942_633233_mayat_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SURABAYA - Sesosok mayat ditemukan di dalam kamar mandi di sebuah Apartemen Eastcoast Residence, Surabaya, kemarin (22/5). Mayat perempuan bernama Soijah, 30, asal desa Sembowo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, itu dalam kondisi duduk di atas WC. 

Kasus tersebut kini ditangani anggota Polsek Mulyorejo.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mayat Soijah kali pertama diketemukan Mega Salvia, 20. 
&amp;nbsp; 
Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen milik Mega di ruang S2/29 sudah sejak lama. Di aparteman itu, mereka tinggal berdua saja. Penemuan mayat itu sekitar pukul 06.20. Saat itu Mega hendak ke kamar mandi tapi pintunya tertutup dari dalam.
&amp;nbsp;
Dia pun menggedor-gedor pintu tersebut. Dia pun memanggil nama Soijah berkali-kali. Sebab, saat itu Soijah memang tak ditemukan di dalam apartemen dengan dua kamar tidur tersebut. 
&amp;nbsp;Mega pun curiga dengan keberadaan Soijah. Dia lantas memanggil keamanan apartemen untuk membantu mendobrak pintu.
&amp;quot;Saat pintu itu didobrak korban sudah dalam kondisi duduk di atas closed&amp;nbsp; dan sudah tak bernyawa,&amp;quot; kata Kanitreskrim Polsek Mulyorejo AKP Budi Waluyo. 
&amp;nbsp; 
Dia menjelaskan kondisi korban pada saa ditemukan itu juga ada banyak sekali darah yang sudah mengering. Diduga kuat Soijah mengalami pendarahan hebat.
&amp;nbsp;
Polisi sendiri belum bisa menyimpulkan apakah pendarahan itu lantaran keguguran atau memang korban menstruasi hebat. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk menelusuri dugaan tersebut. 
&amp;nbsp;
&amp;quot;Ada informasi memang, korban itu punya pacar. Hampir tiap sore mengajak korban keluar,&amp;quot; terang dia. 
&amp;nbsp;
Polisi sudah menghubungi pacar Soijah tapi berada di Pacitan. Semua informasi tersebut belum tentu mengarah pada kepastian Soijah yang mengalami keguguran. Oleh sebab itu, polisi pun berencana untuk mengotopsi jenazah Soijah.
&amp;nbsp;
Akan tetapi, sore kemarin keluarga Soijah yang berasal dari Pacitan datang ke Mapolsek Mulyorejo. Mereka ternyata mengikhlaskan kepergia Soijah dan menolak otopsi jenazah. Sore itu juga jenazah Soijah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di sana. (jun/diq)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 04:47:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Bos Meubel Nekat Bakar Diri</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173307/Bos-Meubel-Nekat-Bakar-Diri-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_025723/025723_206491_bakar_diri_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;TANJUNGPINANG - Beny alias Apeng ,33 seorang boss meubel di Komplek Pertokoan Bukit Barisan No.4 Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang berusaha mengakhiri hidupnya dengan cara tragis: membakar diri Selasa (21/5) sekitar pukul 19.00. Beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan karena mendapat pelakuan x Belum diketahui motifnya aksi nekat Benny, namun kuat dugaan karena terlilit utang. 

Beruntung nyawa Benny masih tertolong dan dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAl) Tanjungpinang. Namun karena aksi nekatnya itu, korban mengalami luka bakar serius. Seluruh badan korban melepuh karena tersulut oleh api. Dari informasi dilapangan, siang sebelum korban nekat membakar dirinya, korban terlibat pertengkaran mulut dengan isrtinya, Eka.&amp;nbsp; 

&amp;quot;Siang itu korban sempat adu mulut dengan istrinya di lantai atas. Dia seorang pengusaha meubel, karena sehari aktivitas membuat meubel,&amp;quot; ujar Hendra pekerja bengkel sebelah ruko korban.

Diceritakannya, setelah pertengkaran tersebut beberapa waktu kemudian datang dua pria. Ketika kedua pria tersebut datang pertengkaran pasangan suami istri tersebut mereda.&amp;nbsp; Namun berselang kedua pria tersebut beranjak pergi, kedua pasangan tersebut kembali terlibat adu mulut.&amp;nbsp; 

Hendra pun tak ambil pusing dengan pertengkaran pasutri itu dan pulang ke rumah. Dan baru mengetahui kalau korban bakar diri pagi hari sewaktu hendak menjalankan aktivitasnya. &amp;quot;Saya tahunya pagi, orang bilang pemilik meubel bakar diri,&amp;quot; jelasnya. 

Zuhaimi salah satu warga&amp;nbsp; yang tinggal didekat lokasi kejadian menambahkan, sepertinya korban membakar dirinya dengan menggunakan lem canggoro yang digunakan korban untuk aktivitas pekerjaanya. Pasalnya setalah korban membakar diri, masih tercium bau lem. Bahkan kulit korban langsung mengelupas. 

Sementara itu, Kapolres Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan melalui Kasubag Humas Polres Tanjungpinang AKP Imawan Rantau, membenarkan kejadian tersebut, pihaknya hingga saat ini masih penyelidikan. Dan hingga kini pihaknya juga belum mengetahui pasti motif korban nekat membarka dirinya.&amp;nbsp; 

&amp;quot;Mengenai motif korban nekat membakar dirinya belum kita ketahui. Karena keluarga korban belum bisa dimintai keterangan. Kejadian sekitar pukul 19.00 Wib,&amp;quot; ujarnya. 

Pantauan Batam Pos dilapangan, ruko tempat kejadian tersebut sudah dipasang police line. Dari informasinya karena mengalami luka bakar serius korban akhirnya dilarikan ke Singapore oleh pihak keluarga.(cr23)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 04:10:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tak Sanggup Mengurus, Ibu Jual Bayi Rp 19 Juta</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173306/Tak-Sanggup-Mengurus,-Ibu-Jual-Bayi-Rp-19-Juta-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_023951/023951_474047_borgol_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PONTIANAK - Berdalih tak mampu menghidupi anaknya, Verlina alias Lina (34) seorang ibu nekat menjual anak kandungnya seharga Rp19 juta kepada seorang wanita asal Bekasi Utara, Jawa Barat. Akibat perbuatan yang dilakukannya, ia pun harus berurusan dengan pihak berwajib.

Perdagangan bayi ini terendus aparat kepolisian pada tanggal 10 Mei 2013. Saat itu Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Kalbar mendapat informasi adanya perdagangan bayi di Kecamatan Pontianak Utara. 

Mendapatkan informasi tersebut, aparat kepolisian pun lantas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang laki-laki bernama Apo (54), yang bertindak selaku perantara. 

&amp;quot;Apo kita amankan tanggal 14 Mei 2013 bersama uang sebesar Rp 19 juta hasil penjualan bayi itu,&amp;quot; kata Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Rudi Hartono didampingi Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar, kemarin.

Dilanjutkan Rudi, saat penangkapan Apo, keberadaan Verlina selaku ibu kandung bayi malang itu belum diketahui keberadaannya. Namun setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, Verlina alias Lina yang kesehariannya bekerja sebagai tukuang pijit ini pun dibekuk polisi di rumahnya.

&amp;quot;Yang bersangkutan (Verlina) kita amankan tanggal 15 Mei 2013 di rumahnya di Jalan Parit Pangeran Gang Sejahtera Siantan Pontianak&amp;nbsp; kata Rudi. 

Dari keterangan Verlina, polisi lantas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Nur Aini,28, wanita yang bertindak sebagai pembeli. Warga Kalimabang Bekasi Utara, Jawa Barat ini dijemput polisi seminggu kemudian. Dia bersama bayi malang yang bernama Bili Hardianta ini diamankan di Mapolda Kalbar. 

Sementara itu Verlina membantah menjual anak ketiganya kepada Nur Aini. Menurut perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijit panggilan ini memberikan buah hati pernikahannya dengan Hendro, suaminya kepada Nur&amp;sbquo;Aomipni lantaran dia tidak sanggup menghidupinya dengan pendapatan yang minim dari hasil menjadi tukang pijit. &amp;quot;Saya tidak sanggup menghidupinya. Ya berhubung ada orang yang mau mengadopsi anak saya, ya saya mau memberikannya,&amp;quot; kata Verlina lirih. (arf)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 03:46:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pura-pura Bertamu, Bos Dealer Motor Tindih Gadis</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173305/Pura-pura-Bertamu,-Bos-Dealer-Motor-Tindih-Gadis-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_022509/022509_185788_kelon_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;KISARAN - Cewek cantik sebut saja Bunga (25), warga Kisaran mengaku diperkosa pria berinisal YS (24) yang diketahui menjabat bos dealer salah satu merek motor, Minggu (12/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Bunga kepada METRO (JPNN Grup), Rabu (22/5) menceritakan, sebenarya dia tidak memiliki hubungan dengan YS. Keduanya hanya saling kenal melalui rekan-rekannya.

Di hari naas itu, YS yang sudah pernah berkunjung ke rumahnya menghubungi melalui telepon dan menyampaikan akan singgah di rumahnya. Kala itu, Bunga tidak ambil pusing, dan menyilahkan YS singgah. &amp;quot;Dek boleh nanti Abang singgah?&amp;quot; kata Bunga menirukan ucapan YS kala itu.

Setiba di rumah, dia dan YS berbincang-bincang di teras rumah karena saat itu hanya dia yang ada di rumah ketika YS tiba.
Beberapa menit berbincang-bincang, tiba-tiba YS permisi hendak buang hajat ke kamar mandi. Tidak curiga, Bunga kemudian mengantarkan YS untuk menunjukkan kamar mandi. 

Namun belum lagi sempat menunjukkan kamar mandi, tiba-tiba YS memeluk Bunga dan mengangat tubuhnya ke tempat tidur yang ada di ruang tamu.

&amp;quot;Dia langsung angkat tubuhku ke tempat tidur dan langsung menindih, satu tangannya membekap mulutku dan satu tangan lagi melucuti pakaiannya,&amp;quot; kenang Bunga.

Disebutkan Bunga, saat itu dia berusaha melakukan perlawanan terhadap YS. Tetapi karena kalah tenaga, dia tidak sanggup melakukan perlawanan, sehingga YS berhasil menyetubuhinya. &amp;quot;Aku sudah melawan, tapi tenaganya lebih kuat. Setelah YS puas, dia langsung pergi dari rumah,&amp;quot; kata Bunga sembari menyeka air matanya.

Aziando (45), kerabat Bunga mengatakan, keluarga mereka tidak terima atas perlakukan YS dan akan segera melaporkan YS ke polisi. &amp;quot;Dia (YS) pikir bisa sesuka hati memperlakukan adik saya,&amp;quot; tegas Aziando.

Diakui Aziando, pihaknya sudah mencari dan meminta pertanggungjawaban YS, namun YS seolah-olah tidak mempunyai etika baik untuk menyelesaikan masalah. &amp;quot;Perbuatannya, sudah menghancurkan masa depan adik kami, begitu juga martabat keluarga kami,&amp;quot; kata Aziando yang mengaku sangat kesal dengan perbuatan YS.

Terpisah, salah seorang rekan YS ketika ditemui METRO membenarkan pekerjaan dab jabatan YS. &amp;quot;Benar Bang, tapi saya tidak tahu soal kasus itu dan sepertinya YS masih bekerja,&amp;quot; ujar pria itu. (sus)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 03:32:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Dua Bocah Kelas II SD Cabuli 4 Temannya</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/23/173296/Dua-Bocah-Kelas-II-SD-Cabuli-4-Temannya-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_011419/011419_743687_cabul_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BALIKBUKIT - Meski baru duduk di kelas II sekolah dasar (SD), dalam urusan seks, Nm (8) dan Da (8) sudah tergolong piawai. Betapa tidak, meski masih ingusan, kedua bocah perempuan ini telah berani memaksa empat rekan sekelasnya membuka celana dalam dan mengelus alat vitalnya layaknya adegan film porno.

Ironisnya, perbuatan tak senonoh ini telah berulang kali dilakukan keduanya, baik di ruang kelas maupun toilet, ketika jam istirahat. Sehingga luput dari pantauan belasan guru di SDN Sebarus, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, tempat mereka bersekolah. 

Kepala SDN Sebarus Rita Erpenda, S.Pd.S.D., didampingi wali kelas 2/B Hiryati membenarkan kejadian yang sangat mengejutkan ini. Rita mengaku pihaknya telah mendapat laporan dari orang tua siswi yang menjadi korban kedua pelaku.

&amp;quot;Ya kita dapat laporan dari orang tua siswa pada Jumat (3/5) lalu karena anaknya telah diganggu oleh rekan sekelasnya. Pada 10 Mei kita pertemukan antara orang tua pelaku dengan orang tua korban untuk menyelesaikan masalah ini,&amp;quot; kata Rita kepada Radar Lambar (Grup Radar Lampung) di ruang kerjanya kemarin (22/5).

Rita juga menyatakan telah meminta keterangan dari kedua siswi dan orang tuanya. &amp;quot;Kita panggil dua pelaku dan empat rekannya yang menjadi korban. Keduanya mengaku telah mengganggu temannya saat jam istirahat. Orang tua mereka juga sudah kita pertemukan,&amp;quot; lanjut Rita.

Hiryati menambahkan, dari keterangan empat siswi yang menjadi korban, yaitu A, Dw, De dan Gt, mereka mengaku dipaksa membuka celana. Bahkan, alat kelamin A hendak mereka foto menggunakan handphone. Beruntung aksi itu gagal karena kebetulan ada guru yang lewat. 

&amp;quot;Kalau Dw mengaku hanya dielus-elus alat kelaminnya dua kali. Sedangkan De dan Gt masing-masing tiga kali,&amp;quot; tuturnya.

Dijelaskan, kejadian asusila ini berlangsung sejak Maret lalu. Saat menjalankan aksinya, kedua pelaku menyuruh seorang siswi menunggu pintu sementara keduanya membuka celana korbannya. Tapi tidak satupun korban yang berani melaporkan kejadian itu pada guru. 

&amp;quot;Pelaku mengaku pernah menonton&amp;nbsp; film porno dan melihat kakaknya berbuat begituan di bawah mobil dan kebun. Kebetulan waktu kejadian saya sedang izin ke Bandarlampung jadi tidak tahu ada kejadian itu,&amp;quot; lanjut Hiryati.

Karena kejadian ini, para wali murid korban dan orang tua pelaku sepakat berdamai dengan catatan kedua siswi itu harus pindah sekolah. 

&amp;quot;Tapi karena mendekati ujian, kedua pelaku sementara dipisahkan kelasnya. Nanti setelah ujian kenaikan, orang tua pelaku menyetujui untuk memindahkan anak mereka dari sekolah karena orang tua siswa lainnya khawatir kejadian serupa menimpa anak mereka,&amp;quot; tandas Hiryati diamini Rita. (din/rnn/fik)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Thu, 23 May 2013 01:20:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>ABG Birahi, Bocah Enam Tahun Dicabuli</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173285/ABG-Birahi,-Bocah-Enam-Tahun-Dicabuli-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130523_000040/000040_61784_Anak_ke_sekolah.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BATAM - Kerapnya kasus pelecehan seksual terjadi pada korban maupun pelaku yang merupakan anak di bawah umur, membuat Komisioner Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar berpartisipasi dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak.


KPPAD juga meminta kepada masyarakat untuk tidak segan memberikan informasi jika mendapati atau mengetahui adanya pelecehan terhadap anak-anak. 

Hal ini ditegaskan anggota KPPAD Kepri, Sudirman,&amp;nbsp; belum lama ini menerima pengaduan dari masyarakat tentang adanya dugaan tindak pelecehan seksual yang dialami seorang bocah perempuan berusia 6 tahun. Sebut saja namanya Bunga. Pelecehan itu diduga dilakukan seorang Anak Baru Gede (ABG) berusia 14 tahun. &amp;ldquo;Laporan dari keluarganya, pelaku meraba-raba dan memegangi bagian vital si korban,&amp;rdquo; ujar Sudirman, Senin (20/5).

Ceritanya, bocah perempuan malang itu bertetangga dengan pelaku pelecehan di bilangan Nagoya, Batam. Suatu ketika pada awal Mei silam, keduanya bermain bersama. Saat bermain itulah diduga si bocah cabul melakukan hal tak senonoh terhadap&amp;nbsp; Bunga. Tak hanya memegangi bagian vital korban,&amp;nbsp; si bocah lelaki itu juga sempat menyuruh Bunga melakukan oral seks.

Karuan saja keluarga korban tak terima dan bermaksud membuat laporan. Sayangnya, laporan itu hanya sebatas menceritakannya ke tetangga sebelah rumah korban. 

Namun, KPPAD Kepri tetap menseriusi kasus itu. &amp;ldquo;Yang memberitahu justru adalah tetangga korban yang merasa kasihan terhadap korban,&amp;rdquo; jelas Sudirman yang berharap peran aktif masyarakat agar segera melanjutkan informasinya ke KPPAD.(tjo/jpnn)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 23:23:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Ditinggal Istri Nekat Bunuh Diri</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173174/Ditinggal-Istri-Nekat-Bunuh-Diri-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_085242/085242_484540_bunuh_diri.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;TOBOALI - Entah apa yang ada di dalam pikiran Sopian bin Herman (17). Ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan diri dengan menggunakan seutas tali tambang berwarna putih. Peristiwa ini terjadi Senin malam (20/5) sekitar pukul 18:30 wib. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar bagian depan di kediaman orang tuanya di Jalan Teladan Baru RT 01/RW 05 Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan (Basel).

Informasi yang berhasil dirangkum Babel Pos dilapangan menyebutkan, Sopian sejak 5 bulan lalu resmi pisah dengan istrinya, Susanti (13) warga Parit 8 Kecamatan Toboali. Dalam keseharian almarhum hanya bekerja sebagai buruh Tambang Inkonvensional (TI) bersama ayahnya&amp;nbsp; ,Herman (42) di lokasi Tebet Apin Desa Terap, Kecamatan Tukak Sadai. Terkadang juga ia bekerja di kebun karet dan lada milik orang tuanya. Sopian menjalani kehidupan rumah tangga dengan istrinya hanya berlangsung 3 bulan. Setelah berpisah, almarhum lebih banyak murung dan berdiam diri. 

Kejadian tragis ini pertama kali diketahui oleh Randi (12) adik kandung almarhum. Dan sebelum almarhum mengakhiri hidupnya, almarhum sempat menyampaikan pesan kepada Randi agar menjaga kedua orang tuanya terutama Ibunya, Mari Binti Tabib (35). &amp;quot;Sebelum abang ku gantung diri die sempet manggil ku dari dalem kamar dan mesen same ku untuk menjaga emak. Setelah itu, aku keluar dari dalam kamar dan pergi main ke rumah teman. 

Randi tidak menyangka pertemuannya di dalam kamar dengan kakak kandungnya adalah pertemuan yang terakhir. Karena hanya dalam tempo waktu yang singkat almarhum ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. 

Sementara itu, Mari Ibu kandung almarhum mengatakan, almarhum merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Sejak 3-4 hari terkahir ini anaknya tersebut memang terlihat seperti murung dan selalu berdiam diri di dalam kamar. Namun anak keduanya ini tidak pernah menceritakan suatu masalah apapun kepada kami yang sedang dihadapinya. Sopian hanya sempat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) kelas 4 dan almarhum memang sudah bekeluarga akan tetapi ditinggal pergi oleh istrinya. 

&amp;quot;Setahu saya almarhum tidak ada masalah apapun dalam hidupnya dan selain itu juga almarhum memang enggak pernah menceritakan suatu hal permasalahan yang dihadapinya. Kalau cerita masalah sama saya memang tidak pernah, tetapi kita sebagai orang tua dapat merasakan bila anak sedang dihadapi permasalahan. Semasa almarhum masih bersama istrinya dan Susanti, istri almarhum selalu mengomel jika almarhum pulang dari bekerja tidak membawa uang,&amp;quot; katanya.

Diceritakannya juga, bahwa Sopian 4 hari ini berada di rumahnya. Dan selama di rumah almarhum tidak pernah keluar dari dalam kamar. Kecuali kalau mau membeli rokok dan makan almarhum baru keluar dari dalam kamar. Selama ini almarhum tinggal di kebun sembari bekerja TI, almarhum juga bekerja di kebun karet dan lada milik kami di Tebet Apin Desa Terap. Kami tidak ada firasat apapun akan kepergian alamrhum dan kami tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini.

Terpisah, Ruslan tetangga belakang rumah almarhum mengatakan, pada saat kejadian ia sedang mengajar anak mengaji dan tiba-tiba ibu almarhum berteriak untuk minta pertolongan. Ibu almarhum, Mari minta tolong untuk menurunkan jasad alamrhum yang tergantung di atas plafon dalam kamar rumahnya. Karena tidak berani melihat lidah sudah berwarna hitam serta mengeluarkan air liur. Lalu dihubungilah anggota Polres Basel yang tidak berapa lama mendatangi lokasi bersama anggota Polsek Toboali. 

Sementara itu Kabag Ops Polres Basel Kompol Didit Bambang Wibowo seizin Kapolres Basel AKBP M.Yusuf mengungkapkan, sekitar pukul 17.35 wib sore rekan korban memanggil korban yang sedang berada di dalam kamar. Namun tidak ada balasan maupun sautan dari dalam kamar. Kemudian rekan korban membuka pintu kamar tetapi tidak bisa dibuka karena terganjal dengan kursi. Karena tidak ada balasan dari korban kemudian rekan korban berinisiatif mendobrak pintu kamar tersebut dan di temukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung dengan menggunakan tali
tambang. 

&amp;quot;Rekan korban langsung melaporkan hal tersebut ke pihak keluarga almarhum dan juga sembari melaporkan ke pihak kepolisian&amp;quot;, ungkap Didit seraya mengatakan rencananya&amp;nbsp; sebelum dimakamkan akan dilakukan visum di RSUD Toboali.(cw1)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 12:33:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Polisi Dan Perampok Baku Tembak</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173162/Polisi-Dan-Perampok-Baku-Tembak-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_082845/082845_178137_rampok.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;PALEMBANG--Unit Pidum Satreskrim Polres OKI, terlibat baku tembak dengan kawanan perampok yang telah lama menjadi buronan, karena terlibat serangkaian aksi kejahatan diwilayah hukum Polres OKI. Meskipun sempat berondong pelaku dengan peluru, namun tersangka yang membalas dengan senpi FN, berhasil meloloskan diri.

Aksi baku tembak itu terjadi Senin (20/05) dinihari, di kawasan Gunung Batu, OKUT. Meskipun demikian, polisi sempat mengamankan mobil Daihatsu Terios Nopol B 1472 IFC yang diduga hasil kejahatan pelaku diketahui bernama Nopi (DPO) ini. Bahkan, di mobil yang sudah ditutupi terpal dan disimpan di rumah warga Gunung Batu, OKUT.

Setidaknya ada 4 lubang bekas tembakan polisi terlihat di mobil tersebut. Akan tetapi, saat baku tembak, polisi tak berhasil mengenai pelaku. Bahkan, polisi sempat kehilangan jejak pelaku yang cukup ahli mengendarai mobil. Namun, akhirnya polisi menemukan mobil pelaku, meskipun pelaku sendiri sudah kabur.

Kapolres OKI AKBP Agus Fatchulloh SIk, didampingi Kasatreskrim AKP H Surachman SH, didampingi Kanit Pidum Ipda Jhony Marten SH, membenarkan hal itu. Awalnya kita memang mengejar pelaku Nopi, karena terlibat serangkaian kejahatan diwilayah hukum Polres OKI. Kita mengendus keberadaannya di Desa Gunung Batu, OKUT.

&amp;lsquo;&amp;rsquo;Kawanan Nopi ini bahkan sudah lama ditangkap dan kini menjalani hukuman. Baku tembak terjadi di kawasan Gunung Batu, OKUT. Dimana, anggota berlintasan mobil dengan tersangka yang sedang mengendarai mobil hasil rampokannya, meski sempat diganti plat palsu. Pelaku yang menembak kita duluan, setelah tahu dirinya akan disergap,&amp;rdquo; terang Surachman.

Beruntung, sambung Surachman, tak ada anggota yang terkena tembakan membabi buta tersangka, meski sempat mengenai mobil. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Terus kita kejar pelaku pakai mobil. Karena pelaku cukup lincah bawa mobil, hingga kita sempat tembak mobilnya. Namun kita sempat kehilangan jejaknya, sebelum akhirnya menemukan mobil tersangka di rumah warga,&amp;rdquo; sambungnya.

Sementara Kanit Pidum Ipda Jhony Marten SH, mengaku selain mengamankan mobilnya, dari rumah itu juga ditemukan plat asli mobil dan beberapa sparepart yang diganti. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Tersangka ini merampok korban Rifin (35), warga Kecamatan Sukarami, Palembang, Jum&amp;rsquo;at (17/05). Dimana korban disekap, diikat kaki dan tangan, lalu dibuang dipinggir jalan di Kecamatan Teluk Gelam, OKI. Sementara mobil rental Rifin jenis Daihatsu Terios Nopol B 1472 IFC dilarikan tersangka,&amp;rdquo; terangnya.

Adapun modus perampokan, kata Jhony, tersangka menyuruh teman perempuannya berpura-pura hendak carter mobil dengan korban, untuk berangkat ke Palembang. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Dalam perjalanan, temannya minta berhenti, untuk jemput suaminya. Saat itulah, tersangka Nopi datang dan langsung menodong senpi FN, sebelum membawa kabur mobil,&amp;rdquo; katanya.

Ditambahkan Jhony, setelah berhasil lepas, korban Rifin melapor ke polisi. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Tersangka Nopi juga diduga terlibat aksi perampokan dan pembunuhan sopir truk dari Rambutan, Banyuasin. Dimana, mayat korban ditemukan dalam kondisi tangan, kaki dan kepala tertutup lakban, mengapung di Sungai Komering, Tanjung Lubuk, OKI,&amp;rdquo; tambahnya. (cr04)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 11:28:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pelajar Nyabu Di Warnet</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173155/Pelajar-Nyabu-Di-Warnet-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_082230/082230_553955_narkoba_korban.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;MARTAPURA &amp;ndash;&amp;nbsp; Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres OKU Timur (OKUT) yang menyamar, menyelidiki dugaan kerap dijadikannya salah satu warnet di Martapura, sebagai tempat pesta sabu-sabu (SS).&amp;nbsp; Begitu diajak pesta SS, anggota yang menyamar itu tak menyia-nyiakannya. Hasilnya berhasil diringkus dua pelaku berikut barang bukti (BB) satu paket SS seharga Rp150 ribu.

Ironisnya, salah satu tersangka&amp;nbsp; masih duduk di kelas dua SMP, berinisial Ir (15), warga Martapura, OKUT. Sementara satu tersangka lagi, warga keturunan bernama Jhon (33), warga Tanjung Kemala, Martapura, OKUT. 

&amp;ldquo;Kedua tersangka ini sudah sering membeli sabu dari bandar berinisial Sn, terhitung sudah tujuh kali,&amp;rdquo; ungkap Kasat Reserse Narkoba Polres OKUT AKP CS Panjaitan.

Atas perbuatannya, lanjut Panjaitan, kedua tersangka dikenakan Pasal 112 dan 114 UU No.35/2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. Terpisah tersangka Jhon mengaku SS itu milik Ir. &amp;ldquo;Dia mengajak aku&amp;nbsp; beli ke Sukaraja, yah aku mau saja, karena kami juga sudah sering makai sama-sama. Sudah dua tahun ini aku pakai sabu,&amp;rdquo; cetusnya.

Sementara tersangka Ir, membantah kalau SS itu miliknya sendiri. Diakuinya, dia patungan dengan tersangka Jhon. &amp;ldquo;Dari aku Rp100 ribu, Jhon Rp50 ribu. A walnya aku nggak tahu dia minta uang mau beli apa, langsung saja diajaknya ke Sukaraja. Begitu sampai di sana, rupanya beli sabu,&amp;rdquo; akunya.&amp;nbsp; (sal/air)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 10:32:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tiga Tahun Diperkosa Ayah Tiri</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173159/Tiga-Tahun-Diperkosa-Ayah-Tiri-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_111412/111412_263741_cabul_kecil.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;
SURABAYA - Rokim menjadi sosok yang sangat menakutkan bagi Mawar (nama samaran). Saat bertemu di Ruang Sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kemarin (21/5), perempuan 15 tahun itu menyembunyikan wajah. Penyebabnya, Mawar telah disetubuhi ayah tirinya tersebut selama tiga tahun.  
 Dalam sidang kemarin Mawar berterus terang tentang kejadian pilu yang dialaminya. Dia tinggal di rumah kos bersama Rokim dan ibunya. Namun, ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga berangkat pukul 06.00 dan baru pulang 18.00. Mawar lebih sering berada di rumah bersama ayah tirinya. 
 Kesempatan itu ternyata dimanfaatkan Rokim untuk berulah. Dia mengajak mawar berhubungan intim dengan iming-iming uang. 
 Mawar menolak meski terus dirayu ayahnya. Tak sabar, Rokim mengeluarkan senjata pemungkas dengan mengancam. &amp;quot;Kalau tidak mau, nanti ada apa-apa dengan ibu kamu,&amp;quot; ucap Mawar dalam sidang.  
 Khawatir, korban pun luluh dan menuruti kemauan bapak bejatnya. Dia menjadi budak seks ayah tirinya selama tiga tahun. (eko/mas/diq)
</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 10:12:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Paman Tega Garap Ponakan yang Masih Ingusan</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173151/Paman-Tega-Garap-Ponakan-yang-Masih-Ingusan-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_084407/084407_703748_tahanan.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;LANDAK - MT (30), warga Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar, tega mencabuli bocah berumur delapan tahun yang masih bersekolah di tingkat SD. Korban diketahui masih merupakan keponakan dengan pelaku. 

Aksinya dilakukan pada sekitar bulan April dan Mei 2013 di rumahnya di Kecamatan Mandor. Demikian disampaikan Kapolsek Mandor, Iptu David Richardo Hutasoit melalui Kanit Reskrim, Aipda Dahroni, Selasa (21/5) kemarin.

Kasus tersebut terbongkar, setelah korban menceritakan kejadian yang menimpanya kepada salah satu sahabatnya bahwa korban selalu sakit saat buang air kecil. Sahabat korban kemudian menceritakan hal tersebut kepada orang tua korban. 

Mendapat cerita tersebut orang tua korban kemudian melaporkan kepolisi terhadap peristiwa yang menimpa anaknya.

Dalam pemeriksaan polisi, korban menceritakan bahwa pada saat ia bermain di ruang tamu rumah pamannya tersebut, tiba-tiba pamannya membawa ke dalam kamar. Setelah itu, korban langsung dibaringkandi atas tempat tidur serta membuka seluruh pakaiannya dan kemudian melakukan perbuatan keji tersebut.

Korban yang masih di bawah umur tidak mengerti apa yang telah dilakukan oleh pamannya tersebut. Ia hanya mengeluhkan rasa sakit pada kemaluannya setiap kali buang air kecil. 

Saat ini MT sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Mandor. MT juga sudah mengakui perbuatannya sebanyak tiga kali terhadap korban. (sgg/mse)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 10:02:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Tiga Pelaku Perkosaan di Stadion Sudah Dibekuk</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173140/Tiga-Pelaku-Perkosaan-di-Stadion-Sudah-Dibekuk-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_083809/083809_246406_perkosa.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SINGKAWANG-Polres Singkawang meringkus tiga pelaku pemerkosaan masing-masing Er (17), Pen (16) dan Ru (17). Ketiganya diduga melakukan pemerkosaan terhadap dua orang gadis remaja di Stadion Kridasana Singkawang.

&amp;ldquo;Kejadian, Sabtu 20 April dan hampir tengah malam di Stadion Kridasana,&amp;rdquo; kata AKBP Prianto SIk MSi, Kapolres Singkawang melalui Kasat Reskrim, AKP Isbullah ditemui di Mapolres Singkawang, Selasa (21/5).

Tertangkapnya ketiga pelaku, setelah polisi menerima laporan korban pada Minggu (19/5) lalu. Isbullah mengatakan, korban baru saja mengenal pelaku yang diketahui ketiganya merupakan warga Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan. 

Perkenalan mereka dilanjutkan dengan pertemuan di Stadion Kridasana. Namun sebelumnya mereka sudah berkomunikasi dan berjanji untuk bertemu melalui pesan singkat (SMS). &amp;ldquo;Ketiganya melakukan perbuatan itu di lapangan Kridasana,&amp;rdquo; kata dia.

Kendati kegadisannya sudah direnggut, namun kedua gadis yang merupakan saudara sepupu ini tidak berani menceritakan peristiwa itu kepada orangtuanya lantaran takut dimarahi saudara tuanya. Meski demikian, salah seorang korban malah menceritakan kepada temannya yang bekerja sebagai juru parkir, yang kemudian menyarankan keduanya untuk melaporkan kejadian itu ke polisi.

&amp;ldquo;Bahkan juru parker tersebut yang menemani mereka melaporkan kejadian ini ke kantor polisi,&amp;rdquo; kata Isbullah.

Usai menerima laporan, polisi langsung mengejar pelaku di kediamannya. Dua pelaku, yakni Er dan Rul berhasil diringkus, Minggu (19/5). Baru di keesokan harinya, satu pelaku lainnya, Pen juga berhasil ditangkap.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. Bahkan beberapa jurnalis belum diperbolehkan untuk mewawancarai pelaku dan korban perkosaan serta pencabulan itu.

Di tempat terpisah, ibu salah seorang korban mengaku tidak mengetahui jika anaknya menjadi korban pemerkosaan. Kabar itu diterim ketika polisi mendatangi kediamannya dan memberitahukan kejadian yang dialami putrinya itu.

&amp;ldquo;Malam Senin, polisi datang datang ke rumah dan memberitahukan kejadian itu. Mendengar itu perasaaan saya shock dan tidak tenang,&amp;rdquo; kata dia.

Sang ibu pun mengatakan jika anaknya pulang ke rumah sama sekali tidak pernah menceritakan kejadian yang dialaminya. Apalagi, lanjut ibu korban, menceritakan tentang pelaku. Pasalnya, tidak hanya anaknya, ia sendiri pun tidak mengenali pelaku.

&amp;ldquo;Kalau pulang biasa saja, dan tidak cerita apa-apa. Mungkin karena dia takut dengan abangnya,&amp;rdquo; ceritanya meneteskan air mata.&amp;nbsp; 

Usai menerima kabar itu, Selasa (21/5) ia langsung mendatangi Polres Singkawang yang diantaranya tetangganya. Sementara itu, ketigapelaku Er, Rul dan Peng dijerat dengan pasal 285 KHUP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Undang-Undang Perlindungan Anak, karena salah seorang korban, bunga masih di bawah umur. (sgg/mse)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 08:36:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173136/Mayat-Tanpa-Identitas-Gegerkan-Warga-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_070721/070721_760760_mayat.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SUBANG-Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di sekitar Tugu Selamat Datang di Kelurahan Dangdeur, Selasa (21/5). Peristiwa tersebut sontak menggegerkan masyarakat setempat, terutama para pelajar SMKN 2 Subang, karena lokasi penemuan tak jauh dari sekolah mereka.

Saat pertama kali ditemukan warga, posisi mayat dalam keadaan telungkup. Dari sisi usia diperkirakan sekitar 70 tahun. Sementara itu tak ditemukan luka bekas penganiayaan ataupun lainnya pada mayat tersebut.

Tak lama saat ditemukan, warga langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Subang, guna penanganan lebih lanjut. Kepala Kamar Jenazah RSUD Ciereng, Ayep Miftahudin mengatakan, dari lokasi ditemuikan, mayat langsung dibawa ke RSUD. Setelah dicek, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

&amp;ldquo;Mayat tersebut tanpa identitas, karena tidak ditemukan identitas apapun ditubuhnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Masih menurut Ayep, mayat tersebut ditemukan warga sekitar 09.00 WIB di sebuah warung kosong tak jauh dari Tugu Selamat Datang. &amp;ldquo;Ciri-ciri mayat berusia 70 tahun, memakai pakaian berwarna coklat, celana berwarna hitam, tanpa identitas apapun yang dibawa olehnya,&amp;rdquo; ujarnya. 

Hal yang sama diungkapkan Kabag Humas RSUD Ciereng, Mamat. Dari hasil visum dokter, kata Mamat, tidak ditemukan bekas penganiayaan. &amp;ldquo;Mungkin karena sakit, terus usia sudah tua, sehingga meninggal,&amp;rdquo; ujarnya. 

Masih menurut Mamat, sepanjang tahun 2013 pihaknya telah menerima laporan penemuan mayat sebanyak 15 orang.(ygo/din)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 08:06:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Curi Kotak Infaq, Maling Kena Azab</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173127/Curi-Kotak-Infaq,-Maling-Kena-Azab-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_063125/063125_114340_jari_luka.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;LHOKSUKON-Lagi-lagi kotak infak di Musholla terminal Lhoksukon dibobol maling. Namun pada Selasa (21/5) dinihari sekira pukul 03.30 WIB, pelaku kembali beraksi dan menuai petaka.

Tangannya tersayat pecahan kaca saat membobol penyimpangan uang tersebut. Ceceran darah di lantai dan topi pet berlumur darah, ditemukan di TKP pada pagi harinya. 
&amp;nbsp;
Menurut keterangan warga, awalnya kotak amal hanya terbuat dari kaca saja. Pasca digondol maling, maka pengurus musholla memasangkan safety pengaman dari besi kemudian digembok. 

Pun, demikian maling masih saja tetap bisa membobol. Walaupun kali ini, si maling sempat terluka akibat pecahan kaca.

&amp;ldquo;Uang di dalam kotak sekitar Rp 500 ribu. Walaupu sudah kita gembok dan pasang septi pengaman, tetapi maling ini masih saja bisa membobolkan kotak amal ini. Aksi pelaku jelas-jelas sudah meresahkan,&amp;rdquo; tegas M, Fadil (40) pengurus setempat.

Di lokasi kejadian, pengurus mesjid menemukan sebuah topi pet yang sudah berlumur darah. Dan di lantai musala, juga ditemukan beberapa tetesan darah segar.

Mereka mnduga, darah tersebut merupakan darah pelaku yang terluka tangannya saat membobol kotak amal. Dan aksi ini sudah meresahkan. (zub)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 06:56:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Bawa 700 Gram SS, Petinggi Rutan Medaeng Ditangkap BNN</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173120/Bawa-700-Gram-SS,-Petinggi-Rutan-Medaeng-Ditangkap-BNN-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130522_054528/054528_404244_tahanan.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;SIDOARJO - Kepala Sub Seksi Kepegawaian Rutan Kelas I Surabaya Made Yoga ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat kemarin pagi (21/5). Dia kedapatan membawa 700 gram sabu-sabu (SS) yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. 

Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya di Sidoarjo (lebih dikenal dengan sebutan Rutan Medaeng) Agus Irianto membenarkan informasi itu. Dia baru tahu setelah ada pemberitahuan dari Kementerian Hukum dan HAM. Kabarnya, Made Yoga sedang ditangani BNN pusat. 

Awalnya Agus masih ragu. Dia lalu mengecek ke anggota keluarga. Informasinya, Made berangkat dari rumah sejak pagi. Namun, saat apel berlangsung, dia tidak menjumpai Made.

&amp;quot;Saat itulah baru saya percaya dia sedang ditangani BNN. Tapi, saya tidak tahu pasti kasusnya seperti apa,&amp;quot; imbuh Agus.

Penangkapan salah seorang petinggi Rutan Medaeng tersebut mendorong dilakukannya inspeksi mendadak (sidak) di semua blok Rutan Medaeng tadi malam. Hasilnya, petugas rutan menemukan 294 gram SS. 

Sidak dimulai pukul 19.20. Sedikitnya 60 petugas dikerahkan ke semua blok. Sasarannya barang-barang yang tidak diperbolehkan ada di dalam rutan. Misalnya barang elektronik, alat komunikasi, serta obat-obatan terlarang. 

Dalam sidak selama satu jam itu, petugas menemukan barang-barang terlarang tersebut hampir di semua blok. Namun, yang paling mencengangkan ada di blok F yang dihuni narapidana kasus narkoba. Petugas menemukan SS yang dibungkus kotak makanan kuaci dan terbungkus plastik hitam.

Agus mengatakan, penemuan itu langsung dikoordinasikan dengan Polsek Waru. Tim identifikasi dari Unit Reskrim Polsek Waru tiba satu jam kemudian. &amp;quot;Mereka yang berwenang melakukan penanganan,&amp;quot; katanya.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, diketahui ada dua bungkus kuaci berisi SS berbentuk kristal. Bungkus itu diletakkan di dalam kardus rokok isi 12 pak. Kemudian, ada lagi dua bungkus di plastik warna putih isinya sama, SS berbentuk kristal. Letaknya terpisah bercampur dengan ratusan plastik kosong. Lalu ada juga seperangkat alat timbang yang bercampur di dalam plastik.

Namun sayang, polisi kehilangan jejak. Identifikasi sidik jari sulit dilakukan karena barang bukti sudah banyak berubah. &amp;quot;Itu yang kami sayangkan,&amp;quot; kata Kanitreskrim Polsek Waru Iptu Maryoko. Dia lalu mengamankan barang tersebut untuk diidentifikasi lebih lanjut. 

Agus menambahkan, sidak tadi malam adalah kali ketiga. Sebelumnya, dua hari berturut-turut, dilakukan penyisiran di semua blok. Sitaan hanya barang-barang elektronik dan alat komunikasi.

&amp;quot;Kali ini kami temukan SS seberat itu,&amp;quot; ungkap pria yang hendak berpindah tugas sebagai kepala Lapas Kediri tersebut. Belum diketahui berapa nominal SS itu. Namun, jika ditaksir berdasar beberapa kasus yang terungkap, ukuran 294 gram SS itu senilai Rp 300 juta. 

Agus menyatakan, masa pergantian kepemimpinan kepala rutan memang sering dimanfaatkan penghuni lapas untuk memainkan aksinya. Mereka pikir petugas lengah karena sibuk dengan pergantian pemimpin. Atas dasar itulah, dia melakukan sidak di akhir-akhir masa kepemimpinannya. (kus/riq/eko/c9/kim)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 05:45:00 +0700</pubDate>
        </item>
        <item>
            <title>Pria Bertato Tewas Misterius</title>
            <link>http://www.jpnn.com/read/2013/05/22/173107/Pria-Bertato-Tewas-Misterius-</link>
            <description>&lt;div class=&quot;center-image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.jpnn.com/picture/thumbnail/20130521_211931/211931_193326_mayat1.jpg&quot;&gt;&lt;/div&gt;BANDUNG - Warga Jalan Sindang Barang&amp;nbsp; RT 04/RW 5 Kelurahan/Kecamatan, Antapani, mendadak geger, kemarin (21/5). 

Pasalnya, warga menemukan sesosok mayat dengan ciri ciri tato di lengan kanan dan berambut punk rock, tergeletak di sekitar kebun rumah milik warga. 

Belakangan Petugas kepolisian Sektor Antapani, Bripda Dedi Supriadi menemukan dompet dari saku celana korban. Korban diketahui Asep Firdaus (23) tercatat sebagai buruh perkebunan.

Korban beralamat di Kampung Nurussalam RT 1/RW 4 Desa Sikamanah Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. 

&amp;quot;Identitas korban kami temukan berada di celana yang dikenakan korban. Korban ditemukan warga dalam keadaan tergeletak di halaman kebun milik warga setempat,&amp;quot; katanya.

Kapolsek Antapani Kompol Iwan Wahyudin menambahkan, masih menunggu hasil otopso RSHS Bandung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. 

&amp;quot;Kami masih menunggu surat karenanya kami belum bisa menyebutkan apakah jasad Mr X ini korban pembunuhan, over dosis&amp;nbsp; atau bukan, yang jelas nanti saja kita lihat hasil otopsinya,&amp;quot; kata Wahyudi. (gun)</description>
            <category>Kriminal</category>
            <pubDate>Wed, 22 May 2013 01:46:00 +0700</pubDate>
        </item>
    </channel>
</rss>
