Antisipasi Honorer K2 Mogok Kerja, Rekrut Sukarelawan

Antisipasi Honorer K2 Mogok Kerja, Rekrut Sukarelawan
Massa honorer K2 Jakarta menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (26/9). Foto: Ricardo/ JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikabarkan sudah mengantisipasi jika honorer K2 (kategori dua) benar-benar melakukan mogok kerja nasional pada 31 Oktober.

Beredar kabar, Pemprov Jateng sudah bersiap-siap merekrut tenaga sukarelawan bekerja menggantikan honorer K2 yang mogok kerja.

"Kami dapat informasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan merekrut banyak tenaga sukarelawan. Bisa jadi ini diikuti daerah lainnya," kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih kepada JPNN, Rabu (10/10).

Walaupun akan ada perekrutan sukarelawan, Titi menegaskan, pihaknya tidak gentar. Mereka tetap menjalankan agenda aksi unjuk rasa pada 30 dan 31 Oktober.

Mereka juga siap menerima risiko apapun demi membela keadilan dan merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya untuk K2. Apalagi aksi unjuk rasa maupun mogok kerja, lanjutnya, adalah hak setiap warga negara yang dilindungi undang-undang.

"Silakan saja kalau mau rekrut sukarelawan. Mau mampu berapa lama dan itu artinya pemerintah benar-benar tidak peduli lagi dengan pengabdian kami yang sudah puluhan tahun," ujarnya.

Dia menyebutkan, FHK2I telah dapat surat dukungan dari sejumlah kepala daerah dan hampir sebagian besar DPRD untuk diangkat PNS. Mestinya pemerintah pusat dan daerah mendukung perjuangan honorer K2 untuk menjadi PNS.

Titi juga yakin tidak semua kepala daerah membutakan hatinya dengan pengabdi yang sudah puluhan tahun mengabdikan jiwa dan raganya sampai menua di daerah masing-masing.

Muncul kabar menyebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo akan merekrut sukarelawan mengantisipasi aksi mogok kerja nasional honorer K2.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News