Bea Cukai Soekarno-Hatta Kawal Impor Vaksin PMK dari Prancis

Bea Cukai Soekarno-Hatta Kawal Impor Vaksin PMK dari Prancis
Bea Cukai Soekarno-Hatta mengawal kedatangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK). Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, TANGERANG - Bea Cukai Soekarno-Hatta bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta untuk mengawal kedatangan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sejumlah 94.000 dosis diimpor dari Prancis telah tiba di Indonesia pada Senin 4 Juli 2022 lalu.

Importasi vaksin PMK memanfaatkan layanan Rush Handling dari Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Yaitu, layanan penanganan segera terhadap barang impor yang peka waktu, sesuai yang diatur pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 74/PMK.04/2021 tentang Pengeluaran Barang Impor untuk Dipakai dengan Pelayanan Segera.

“Kedatangan vaksin ini merupakan yang ketiga kalinya, melengkapi rangkaian Importasi vaksin PMK Aftopor dengan jumlah keseluruhan mencapai 3.104.000 dosis,” ujar Al Muktabar, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, pada konferensi pers yang digelar di gudang PT JAS, Senin (4/7).

Al Muktabar menjelaskan bahwa secara statistik, potensi kerugian negara akibat wabah PMK di Indonesia mencapai 9,9 triliun rupiah per tahun, yang diakibatkan penurunan produksi ternak, kematian hewan ternak, dan pelarangan/pembatasan ekspor produk ternak dan turunannya.

Pengawalan impor vaksin ini merupakan upaya nyata dan keseriusan pemerintah dalam menanggulanginya.

Finari Manan, Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, menambahkan Bea Cukai Soekarno-Hatta terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait demi kelancaran importasi vaksin PMK.

Bea Cukai Soekarno-Hatta mengawal impor vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK) dari Prancis

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News