Kampus Merdeka, Kemendikbudristek dan Tiongkok Jajal Kolaborasi Perguruan Tinggi

Kampus Merdeka, Kemendikbudristek dan Tiongkok Jajal Kolaborasi Perguruan Tinggi
Plt Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam. Foto tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Kemendikbudristek dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing dan ASEAN-China Centre membahas kerja sama pendidikan tinggi.

Terutama perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok yang masuk ke dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik dunia. 

Pihak perguruan tinggi Indonesia, diwakili IPB. Sedangkan dari pihak Tiongkok menghadirkan beberapa universitas seperti Tianjin University, Peking University, Zhejiang University, Dongbei University of Finance and Economics (DUFE) dan Sun Yat Sen University. 

Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengungkapkan harapannya agar Indonesia dan Tiongkok bisa meningkatkan kolaborasi dan solidaritas. 

"Peranan penting pendidikan tinggi salah satunya untuk perkembangan ekonomi. Dari program pertukaran pelajar ini anak-anak bisa belajar dari satu sama lain dan menguatkan pertemanan antarnegara," kata Nizam, Jumat (17/9).

Menurut dia, dampak lain antarprofesor juga bisa bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang sama. Contohnya, kata Nizam, seperti dampak pemanasan global dari perubahan iklim.

Lebih lanjut, Nizam menjelaskan mengenai program Kampus Merdeka untuk menjadi sarana kolaborasi antara kedua negara.

Dia mengungkapkan melalui program Kampus Merdeka para mahasiswa mendapatkan manfaat yang banyak, utamanya dalam proses belajar dan mengajar.

Kemendikbudristek dan Tiongkok menjajal kerja sama perguruan tinggi di kedua negara yang masuk daftar 100 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia