Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Besar, Begini Analisis Ahli Epidemiologi

Potensi Gelombang Ketiga Covid-19 Besar, Begini Analisis Ahli Epidemiologi
Ilustrasi - prediksi gelombang ketiga covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.

Dia menegaskan potensi gelombang ketiga itu nyata bahkan sejak varian Delta masih menjadi ancaman terbesar, sedangkan saat ini sudah ada varian omicron yang juga harus diwaspadai.

Menurut Dicky, potensi gelombang ketiga terlihat jika jumlah populasi yang belum memiliki imunitas cukup signifikan.

Dia menyebut 10 persen populasi yang tidak memiliki imunitas karena belum divaksin atau belum terinfeksi sudah bisa memicu potensi gelombang ketiga Covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Senin (29/11), cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 66,92 persen.

Artinya, jumlah orang yang belum memiliki tambahan imunitas dari vaksin sekitar 33,08 persen.

"Saya memprediksi gelombang ketiga bisa terjadi, ya, karena itu," kata Dicky kepada JPNN.com, Selasa (30/11).

Selain itu, faktor lainnya ialah pengabaian protokol kesehatan, lemahnya upaya testing, tracing, dan treatment, serta kurangnya surveilans genomic.

Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman memprediksi terjadinya gelombang ketiga Covid-19.