Seekor Gajah di TNTN Mati, Gading Sebelah Kiri Dipotong, Polisi Buru Pelaku

Seekor Gajah di TNTN Mati, Gading Sebelah Kiri Dipotong, Polisi Buru Pelaku
Gajah Sumatera bernama Rahman dalam kondisi terbaring dan satu gading bagian kiri hilang terpotong, ditemukan sudah mati diduga karena keracunan, di Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (10/1/2024). Foto: ANTARA/HO-Balai TNTN.

jpnn.com, PEKANBARU - Polisi masih menyelidiki pelaku atau dalang di balik kematian seekor gajah Sumatra binaan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

"Sampai kini masih dalam proses penyelidikan," kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau Kompol Nasrudin saat dikonfirmasi di Pekanbaru, Selasa.

Gajah jantan malang bernama Rahman itu pertama kali ditemukan sang Mahout (pawang gajah) dalam kondisi tergeletak lemas dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang, pada Rabu (10/1). Diduga kuat, gajah Rahman diracuni sebelum akhirnya gading sebelah kiri dipotong.

Sejauh ini, kata Nasrudin, sudah ada 12 orang yang dimintai keterangan terkait perkara ini. Selain itu, diketahui pula dalam proses penyelidikan aparat kepolisian turut menurunkan anjing pelacak ke lokasi kejadian perkara (TKP).

Kanit Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau Iptu Joko Sutrisno mengatakan anjing pelacak digunakan untuk metode pencarian barang bukti di tempat kejadian perkara dan sekitarnya.

"Kami masih pendalaman penyelidikan secara intensif dan scientific crime investigation. Mohon doanya," ujar Joko.

Sementara itu, Komunitas For Gajah Rahman mendesak Polda Riau untuk menuntaskan penyelidikan yang sudah dua bulan berlalu.

Juru Bicara Komunitas For Gajah Rahman Fitriani Dwi Kurniasari mengatakan publik perlu mengetahui perkembangan terkini terkait perkembangan kasus tewasnya gajah Rahman.

Polisi masih menyelidiki pelaku atau dalang di balik kematian seekor gajah Sumatera binaan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News