Sabtu, 01 November 2014 | 20:14:21
Home / Nasional / Humaniora / Remunerasi TNI-Polri Akhirnya Turun

Kamis, 16 Desember 2010 , 06:06:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Para prajurit TNI dan Polri bisa bernapas lega. Setelah tertunda sekian bulan, remunerasi enam lembaga termasuk di dalamnya dua institusi pertahanan dan keamanan tersebut, akhirnya disetujui DPR. Total anggaran penyesuain gaji yang disepakati sebesar Rp 5,6 triliun per enam bulan.
   
Remunerasi itu efektif terhitung sejak Juli 2010 untuk sekitar 887.754 orang. Selain prajurit TNI dan Polri, pegawai golongan bawah di empat lembaga lainnya juga mendapat remunerasi yang sama. Yaitu, Kementrian Pertahanan, Kementrian Koordinator Kesra, Kementrian Koordinator Polhukam, serta Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi.

TNI mendapatkan anggaran remunerasi terbesar, yaitu sekitar Rp 3,3 triliun. Disusul, Polri sebesar Rp 1,9 triliun, Kemenhan Rp 36 miliar, Kemen PAN dan Reformasi Birokrasi Rp 6,9 miliar, dan Kemenkopolhukam Rp 6,7 miliar. Terakhir, remunerasi untuk Kemenkokesra Rp 5,8 miliar.

Mekanisme pemberiannya akan dilakukan dengan cara dirapel hingga enam bulan terakhir. "Saya yakin nantinya akan ada peningkatan kinerja ke depan," kata Menko Kesra Agung Laksono, usai rapat koordinasi pimpinan DPR dan Komisi bersama sejumlah menteri, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12).
     
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menambahkan, total kenaikan gaji rata-rata di enam instansi yang mendapat remunerasi nantinya adalah Rp 1 juta per orang. Atau, sekitar 40 persen untuk enam kementerian yang dinilai layak melakukan reformasi. "Tapi, tentunya pangkat yang lebih rendah nanti akan mendapat lebih tinggi," kata Purnomo, di tempat yang sama.
     
Dia menyatakan, rencananya remunerasi tersebut akan cair pada tahun ini. Sebab, proses setelah disepakati DPR adalah tinggal menunggu keppresnya. "Saya kira beberapa hari selesai. Tahun ini akan cair karena tinggal satu langkah lagi dan keppres sudah disiapkan. Tinggal persetujuan, jalan," ujarnya, bersemangat.
     
Menurut Purnomo, uang remunerasi tersebut berbeda dengan tunjangan khusus bagi prajurit yang bertugas di perbatasan. Tunjangan khusus tersebut saat ini sudah mulai berjalan. "Ini beda lagi, yang tunjangan khusus sudah berjalan," jelas mantan menteri ESDM tersebut.

Sebelum diketok DPR, dalam rapat yang dihadiri pimpinan DPR, pimpinan komisi I, II, dan III tersebut, ada beberapa catatan dari pihak dewan. Terutama, permintaan agar lembaga-lembaga yang mendapat remunerasi bisa memperbaiki kinerjanya masing-masing.

"Ini merupkan bentuk penghargaan, terutama kepada prajurit TNI dan Polri yang selama ini bertugas di lapangan," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.
     
Menurut dia, uang remunerasi itu terutama akan diberikan kepada para prajurit dan pegawai yang berada di golongan bawah. "Remunerasi tidak berlaku untuk para pejabat-pejabatnya," tandas politisi Partai Golkar tersebut.
     
Pemberian remunerasi tersebut utamanya memang untuk merangsang peningkatkan kinerja para prajurit dan pegawai yang ada. "Nanti dari kinerjanya tersebut akan kembali menentukan besarnya remunerasi ke depannya, apakah itu bisa ditambah, tetap sama, berkurang, atau justru tidak mendapatkan lagi sama sekali," pungkas Priyo. (dyn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 15.07.2013,
        14:05
        dono
        mengapa tunjangan gaji selalu di deposit oleh satuan bawah sehingga pembaaan seiring telat
      2. 15.06.2013,
        15:30
        wahyudi
        IDEALNYA GAJI TERENDAH TNI EMPAT JUTA BROO ... AGAR HARAPAN TNI PRAJURIT PROFESIONAL BISA SIGNIFIKAN DENGAN CITA CITA DAN HARAPAN ! PENGABDIAN YAA HARUS TETAP DI IMBANGI DENGAN KESEJAHTERAAN ..TANPA ITU SUNGGUH KITA PRIHATIN !
      3. 11.04.2013,
        19:58
        marijo
        butul kata bapak raider saya setuju itu kita harus tetap waspada jangan terprofokasi.
      4. 07.12.2011,
        23:41
        jo_kresna
        ati-ati.yo cak.oleh dana dora emon.jangan di pakai kawin maning
      5. 05.12.2011,
        22:22
        raider
        SAUDARA2KU TNI POLRI......JANGAN TERPENGARUH DENGAN OKNUM2 YG BERUPAYA MENGADU DOMBA GARA2 REMUNIRASI... KITA HARUS WASPADA...MEREKA ADL PKI.
      6. 30.11.2011,
        07:14
        andi pandega
        Saya punya sebuah analisa kenapa Jumlah Numerasi TNI-Polri dibedakan. ini adalah menyangkut dari kepentingan Rezim dimana rezim yang berkuasa saat ini sebenarnya ingin melanggengkan kekuasaannya baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk kelompoknya dengan cara sengaja memelihara kondisi yang tidak sehat agar tetap ada pada Polri, karena ketika Polri Kebutuhannya sudah terpenuhi baik penggajiannya, Sarana/prasarananya dan yang lainnya maka dia (Polri) akan menegakkan hukum dengan sepenuh hati dan pada saat itu lah lembaga-lembaga pemerintah yang lainnya yang selama ini sibuk dengan korupsi, manipulasi dan KKN atau perbuatan lainnya yang menyimpang akan merasa takut boroknya akan diusik oleh Polri, namun faktanya saat ini Polri diciptakan supaya dia sibuk memenuhi kebutuhannya sendiri karena adanya kebutuhan yang belum dicukupi oleh pemerintah sehingga Polri akan berupaya memenuhinya dengan cara yang menyimpang. Dan ketika Polri sudah terbelenggu dengan keadaan seperti itu dipastikan Polri tidak akan mampu membersihkan kotoran lainnya yang ada pada lembaga negara yang telah melakukan kebobrokan tersebut, sehingga lembaga lain akan secara “koor” menuding bahwa Polri tidak perlu menegakkan hukum yang dilanggar oleh mereka, karena mereka melihat Polri sendiri tidak becus dan tidak bersih. Keadaan inilah yang rupanya diinginkan dan dipelihara jangan sampai Polri bisa dan berani menegakkan hukum dengan yang sebenarnya dan sepenuh hati sehingga yang lainnya dengan bebas dan mudah melakukan korupsi maupun bancaan uang negara. Sehingga Kondisi ini harus tetap dijaga agar polisi tetap miskin secara kelembagaan dan tetap bergelut dengan penyimpangan agar lembaga lain yang melakukan penyimpangan tidak diobok-obok oleh oleh Polri. Disisi lain bila Polri digaji lebih rendah dengan TNI, mereka sendiri tidak akan pernah kuatir karena sudah diberi peluang dan diajari sendiri oleh pemerintah sehingga akan profesional bila harus melakukan penyimpangan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan lembaganya atau kebutuhanya sendiri.

        Read more at: http://gocengblog.blogspot.com /2011/01/tabel-remunerasi-tni- tabel-tunjangan.htmlcomment-fo rm
        Copyright by gocengblog.blogspot.com Terima kasih sudah menyebarluaskan aritkel ini
      7. 23.11.2011,
        21:24
        cobek
        kabar cairnya dr thn kemarin tapi sampai detik ini belum sampai juga.nyangkut dimana yaaaa........
      8. 21.11.2011,
        13:33
        GURKHA
        jangan hanya kita menilai tni itu sebatas yg kita liat tetapi telitilah dulu sebelum kalian beri komentar.
      9. 20.11.2011,
        18:13
        lintar perkasa
        ali,jaga mulut kau ya justru perkerjaan Tni lebih berat dari pada kamu.pasukan terdepan siapa?
        kau itu polisi hanya mengamankan rakya saja.
      10. 08.09.2011,
        22:34
        silent
        saya yakin tni ke depan akan hancur. dari jenjang kepangkatan dari mulai tamtama,bintara dan perwira sikapnya pada atasaan sudah tidak ada. kecenderungan orang yang dekat dengan komandan atau yang punya 'bendera' pasti akan enak. gile aja ada tentara baru langsung kerja di staff kongkow-kongkow, sedangkan di batalyon udah banyak diatas 30 thn. gimana mau produktif. emang tinggal nunggu aja ancurnya.
        terus lu pade yang pangkat tamtama atau bintara atau polisi ngomong jang asal cuap, kalo ketemu saya tempeleng juga. kalian itu harusnya bersyukur, rejeki itu sudah ada yang ngatur. perwira lebih tinggi remunerasi y tapi tetap aja bertanggung jawab atas kesejahteraan anggota. orang batalyon pasti tahu kalau perwira suka ngeluarkan uang lebih dari kantong pribadi hanya untuk sekedar nambahin snack ketika kegiatan. disyukuri. kamu agus wahyudi hati-hati kalau ketemu saya