Sabtu, 31 Januari 2015 | 04:35:54

Jumat, 28 Oktober 2011 , 21:42:00

JAKARTA - Pengangkatan CPNS 2011 untuk formasi tenaga pendidik, medis, ikatan dinas, dan kebutuhan mendesak (seperti sipir penjara) tidak memungkinkan lagi dilakukan tahun ini. Pasalnya, 90 persen daerah belum memasukkan usulan kebutuhan pegawai yang disertai dengan Analisis Jabatan dan Beban Kerja (Anjab).

Data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) menunjukkan, hingga Jumat (28/10) ini baru 97 daerah yang mengajukan usulan kebutuhan pegawai. Itupun tidak dilengkapi dengan Anjab.

97 daerah itu terdiri kabupaten/kota di 22 provinsi. Untuk provinsi di antaranya Sumbar, Riau, Sumsel, Bengkulu, Lampung, Banten, Jateng, Jatim, Jogja, Kalbar, Gorontalo, Sulut, Sulsel, Sulteng, Sultra, Sulbar, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua, Papua Barat.

"Walaupun yang diusulkan itu tenaga medis, pendidik, kebutuhan mendesak, kita tidak bisa memproses usulan itu tanpa disertai Anjab," tegas Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB Ramli Naibaho di kantornya, Jumat (28/10).

Bila daerah ingin pemerintah pusat memproses usulan tersebut, maka Anjabnya harus dipercepat. Menurut Ramli, keterlambatan daerah ini karena kurangnya petugas verifikasidi daerah. Karena itu, bagi daerah yang kesulitan menyusun analisanya bisa meminta bantuan pusat. "Nanti pusat akan mengirimkan verifikator ke daerah untuk menyusun Anjabnya," ujarnya.

Sesuai tenggat waktu pengajuan usulan yang dipatok Desember 2011, maka daerah diminta selekasnya menyelesaikan penataan organisasinya. Lantaran baru 97 yang memasukkan usulan, KemenPAN&RB akan mendesak daerah agar menyerahkan usulannya pada pertengahan November.(Esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar