Rabu, 01 Oktober 2014 | 21:18:28
Home / Ekonomi / Makro / Premium Mulai Kosong di SPBU

Minggu, 06 Mei 2012 , 08:48:00

BERITA TERKAIT

MEDAN- Beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan mengalami kekurangan stok bahan bakar jenis premium. Bahkan, kekurangan stok ini sudah terjadi sekitar 3 hari (Kamis-Sabtu). Kekurangan stok ini menurut Penasehat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Indonesia Sumut, Datmen Ginting, Sabtu (5/5), dikarenakan adanya pengurangan jatah BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk setiap SPBU.

"Saat ini ada pengurangan jatah minyak sebesar 5 hingga 10 persen untuk setiap SPBU, dan jelas ini memberatkan kita," ujarnya.

Menurutnya, pengurangan ini dikarenakan adanya kebijakan dari pemerintah dalam penyaluran BBM, karena harga yang tidak jadi naik, sehingga stok dikurangi. "Pusat yang memutuskan jatahnya dikurangi. Ini untuk mengendalikan pemakaian premium, kan harga tidak jadi naik," ungkapnya.

Datmen menjelaskan, jumlah BBM yang disubsidi pemerintah sekitar 40 juta KL (kilo liter), dan hingga saat ini pemakaian BBM tersebut sudah mencapai 20 KL. "Padahal ini belum tengah tahun, tapi pemakaian kita sudah setengah. Menjelang puasa dan lebaran nanti kebutuhan akan premium akan naik. Entah bagaimana lah ini," cetusnya.

Tidak terpengaruhnya masyarakat dengan terjadinya penguran stok BBM seperti di kota atau provinsi lain di Indonesia, menurut Datmen, karena banyaknya SPBU yang ada di Kota Medan.

"Ya, di Medan kan banyak SPBU, bayangkan saja, dari Medan hingga Siantar ada sekitar 30 SPBU. Jadi, kalau kosong satu ya tidak terasa lah," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT Pertamina, Sonny Mirath menyatakan, ada berbagai alasan SPBU itu mengalami kekurangan stok premium, seperti masih dalam perjalanan dan LO telat, sehingga membuat kesan premium hilang dipasaran.

Kekosongan ini menurutnya tidak akan meresahkan masyarakat, mengingat jumlah SPBU yang ada di Medan masih banyak. "Kalau saya tidak salah, ada sekitar 90-an SPBU yang ada di Medan, jadi kalau 3 SPBU yang kosong, pasti belum meresahkan," ungkap Sonny.

Dirinya juga meyakinkan, kekurangan stok tersebut tidak akan berlangsung lama. "Kalau alasannya karena dalam perjalanan, sore atau malam, SPBU tersebut pasti sudah memiliki stok," tambahnya.

Sonny juga menjelaskan, SPBU sudah memiliki jadwal dalam penyalurannya. Jadi, Pertamina hanya menyalurkan BBM sesuai dengan jadwal. "Dan bila SPBU meminta penambahan BBM, kita harus mengetahui dengan pasti alasannya. Selain itu, setiap hari SPBU harus memberikan data tentang stok yang masih ada," ungkapnya.

Terkait dengan pengurangan jatah premium untuk SPBU, Sonny menyatakan tidak benar, karena pada kenyataanya tidak ada SPBU yang dikurangi. "Kita hanya menyesuaikan dengan kuota. Jumlah yang kita berikan juga sesuai. Dan penyaluran tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Yang pasti kita akan mengetahui dengan pasti stok yang dimiliki SPBU," ungkapnya.

Dari pantauan wartawan Sumut Pos (Grup JPNN), beberapa SPBU yang ada di Medan seperti SPBU di Jalan Adam Malik, dan Jalan Bridgen Katamso, SPBU Jalan Sisingamangaraja dekat Amplas, dan SPBU di Jalan Panglima Denai, Amplas, kekurangan stok premium kemarin. Sementara itu, beberapa hari sebelumnya seperti di SPBU Jalan Juanda dan SPBU Jalan AH Nasution (depan Asrama Haji) juga mengalami kehabisan stok premium. (ram)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar