Selasa, 21 Oktober 2014 | 15:42:56
Home / Politik / Parpol / Nasdem Disarankan Himpun Kader Berkarakter

Sabtu, 12 Mei 2012 , 20:20:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif menyarankan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menghimpun kader-kader yang berkarakter sehingga partai itu mampu menjadi lokomotif perubahan bangsa. Saran itu disampaikan Syafii ketika menerima Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem,  Hary Tanoesudibjo di Yogyakarta. 

Menurut Buya Syafii, masyarakat Indenesia saat ini menginginkan adanya perubahan, mulai dari tatanan hukum, pembenahan masalah korupsi hingga pembangunan infrastruktur yang mandek. Kata dia, perubahan ini bisa dilakukan Partai Nasdem jika diisi oleh kader yang memiliki karakter. "Tapi untuk memenuhi harapan masyarakat Partai Nasdem butuh kader yang berkarakter," kata Syafii dalam rilisnya yang diterima JPNN, Sabtu (12/5).

Syafii mengatakan, saat ini politik hanya jadi tempat mencari nafkah dan itu terlihat dari kondisi oknum anggota DPR yang penuh dengan kasus korupsi. "Kalau ada anggota dewan yang keluar dari DPR, itu merupakan warga negara yang baik dan kelakuan partai-partai yang ada di parlemen saat ini tidak ada bedanya, partai besar maupun kecil sama saja," imbuhnya.

Dikatakannya, pembenahan dibutuhkan tidak hanya di tingkat pusat tapi harus sampai ke daerah-daerah. Karenanya dibutuhkan kader-kader yang benar-benar punya komitmen menyelamatkan bangsa ini.

"Partai Nasdem harus merangkul sebanyak mungkin pihak di masyarakat agar bisa membuat kebijakan yang mampu mengubah nasib bangsa ini. Beri ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang ingin perubahan untuk bergabung," saran Syafii Maarif.

Sementara Hary Tanoesudibjo mengatakan bahwa negara-negara di dunia saat ini sudah menciptakan pemain industri berskala global. Tapi di Indonesia, pemerintah justru berbuat sebaliknya. Perusahaan-perusahaan asing diberi kesempatan seluasnya masuk Indonesia, sementara pemain lokal tidak didorong menjadi pemain global.

Dia memberi contoh kebijakan "open sky policy" di industri penerbangan yang telah merugikan pemain lokal, sementara maskapai asing leluasa masuk Indonesia secara bebas. Konsumennya adalah rakyat Indonesia sendiri.

"Jadi pemerintahan setelah Pemilu 2014 mendatang akan memiliki pekerjaan rumah dari peninggalan pemerintahan saat ini. Banyak kebijakan yang tidak tepat dan merugikan Indonesia yang sesungguhnya kaya akan SDM dan sumberdaya alam," ujarnya. (fas/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar