Jumat, 28 November 2014 | 12:38:26
Home / Olahraga / Liga Inggris / Menanti Juara Baru Premier League

Minggu, 13 Mei 2012 , 06:21:00

MANCHESTER - Premier League musim 2011-2012 bakal berakhir malam nanti WIB. Akhir dari kompetisi terbaik di Eropa bahkan dunia itu sekaligus menjadi penentuan siapa tim yang akan ditahbiskan sebagai juara: Manchester City atau Manchester United.

City dan United harus bersaing sampai laga pemungkas (laga ke-38) setelah sama-sama mengoleksi 86 angka. Aturan Premier League menyatakan, selisih gol menjadi pertimbangan apabila terjadi perolehan angka sama. Untuk urusan itu, City lebih baik karena surplus 63 gol dibandingkan United yang hanya surplus 53 gol.

The Citizens - sebutan City - juga diuntungkan karena akan menjalani pertandingan terakhir di kandang sendiri. Tim asuhan Roberto Mancini itu bakal menjamu Queens Park Rangers (QPR) di Stadion Etihad. Sedangkan United harus melawat ke Stadium of Light, kandang Sunderland.

Tidak heran apabila City diunggulkan bakal memenangi titel ketiganya di kompetisi kasta teratas Inggris setelah 1937 dan 1968 atau gelar pertama di era Premier League.  Di sisi lain, juara bertahan United butuh keajaiban untuk menjaga dominasi mereka di Premier League. Sejak era Premier League digulirkan dua dekade lalu, United sudah 12 kali memenanginya.

Pelatih United Sir Alex Ferguson tentu saja berharap City bakal terpeleset. Tapi, Ferguson juga mengakui apabila "si Tetangga Berisik" juga layak meraih juara.  Sebagai catatan, City selalu memecundangi United di liga musim ini, termasuk kemenangan supertelak 6-1 di Old Trafford. City juga mencatat rekor home dengan 17 menang dan sekali seri.

"Untuk memenangi liga ini tidak mudah. Tentu saja, Roberto Mancini (pelatih City, Red) memiliki keuntungan finansial dibandingkan yang lain. Tapi, tetap saja dia harus meramu menjadi dan memilih pemain yang tepat," kata Ferguson kepada Sky Sports.

Ferguson yang menangani United 25 tahun terakhir itu juga memuji kinerja Mancini yang belum genap tiga tahun menukangi City. "Pelatih patut mendapat kredit karena dia harus membuat harmonisasi dalam skuad dan menjadikan setiap pemain memiliki peran dalam tim di sepak bola modern tidak mudah," tutur kakek 70 tahun itu.

Jika City juara, Mancini akan mengikuti jejak Carlo Ancelotti sebagai pelatih Italia yang pernah mengangkat trofi liga di Inggris. Ancelotti melakukannya bersama Chelsea dua musim lalu. Di negeri asalnya, Mancini sudah pernah tiga kali membawa Inter Milan meraih scudetto Serie A.

"Kami memiliki skuad yang berpengalaman dan seorang pelatih yang berpengalaman. Roberto-lah yang menghapus tekanan dalam diri setiap pemain," kata gelandang bertahan City Gareth Barry kepada BBC.

Barry menambahkan, juara Premier League adalah pijakan bagus bagi reputasi klubnya di masa mendatang, setelah memenangi Piala FA musim lalu. Sebelumnya, gelandang City lainnya, Yaya Toure berharap juara Premier League adalah jalan awal menuju status tim terbaik dunia. (dns/ttg)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player