Selasa, 04 Agustus 2015 | 08:22:59

Kamis, 24 Mei 2012 , 19:10:00

JAKARTA-Penolakan terhadap konser Lady Gaga kembali disuarakan oleh kelompok masyarakat. Kali ini penolakan datang dari ormas dan lembaga dakwah Islam se-DKI Jakarta.

Antara lain Muslimat NU DKI, PW (Pengurus Wilayah) Wanita Islam, PW Aisyiah, Imami DKI Jakarta, Persis (Persatuan Islam) DKI Jakarta, Kaum Syarikat Islam, Wahdah Islamiyah, PW Matlaul Anwar, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.

Mereka menilai konser Lady Gaga membawa pengaruh buruk dari asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Dalam keterangan pers yang digelar di kantor DPP Muhammadiyah, Jakarta, kumpulan ormas Islam ini menyampaikan sejumlah alasan kenapa menolak konser penyanyi asal Amerika Serikat tersebut.

"Ada tujuh poin kenapa kami keberatan. Yang pertama, Al Quran surat An Nahl ayat 90 yang menyuruh pemerintah dan masyarakat wajib menegakkan keadilan, kejujuran dan kepedulian sosial serta mencegah perbuatan keji," ujar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jakarta, Agus Suradika kepada wartawan, Kamis (24/5).

Agus juga beralasan bahwa konser Lady Gaga tidak layak digelar karena jatuh pada bulan Rajab. Menurut Agus, bulan Rajab adalah bulan suci bagi umat Islam dan tidak boleh dinodai oleh siapa pun.

"Bulan Rajab adalah syahrul ulum (bulan suci) dalam ajaran Islam, pantang dilanggar dengan aneka maksiat apalagi gelar konser setan Gaga," tegas Agus.

Berdasarkan alasan tersebut, Agus mengimbau ormas dan lembaga Islam serta seluruh komponen masyarakat Islam untuk menolak konser Lady Gaga. Kelompoknya juga menuntut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, untuk melarang konser pelantun lagu Born This Way tersebut.

"Kami desak Gubernur DKI untuk mencegah pertunjukan maksiat termasuk konser Lady Gaga. Seluruh komponen masyarakat Islam juga harus bersatu menolak pornografi yang sengaja dilakukan musuh-musuh Islam," tandasnya. (dil/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar