Rabu, 01 Oktober 2014 | 06:59:19
Home / Teknologi / Internet / Kiamat Internet Terjadi 9 Juli 2012

Jumat, 06 Juli 2012 , 16:16:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Dunia akan mengalami kiamat internet pada 9 Juli 2012. Efeknya, bisa parah karena banyak pihak yang kini bergantung dengan internet.

"Kiamat Internet atau internet doomsday tersebut akan terjadi di banyak komputer di seluruh dunia pada tanggal 9 Juli 2012 yaitu saat FBI melakukan bersih-bersih terhadap DNS (Domain Name Server) yang bermasalah dan itu jumlahnya sangat banyak," kata pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat di Jakarta.

Dijelaskannya, DNS punya fungsi penting di jagad maya. Analogi mudahnya, DNS menyimpan ratusan ribu bahkan jutaan alamat internet atau IP address beserta domainnya. Komputer yang mengakses suatu domain, maka komputer tersebut pasti  akan menanyakan dulu ke DNS alamat IP address.

Hal itu sudah menjadi protocol baku TCP/IP yakni protocol yang paling umum digunakan.  Apabila suatu komputer baik itu ponsel pintar, laptop, PC, server, tablet, tersambung ke internet maka pasti perangkat tersebut membutuhkan keberadaan suatu DNS.

"Bisa dilihat betapa pentingnya fungsi DNS tersebut bukan? Apalagi di Indonesia ada sekitar lebih dari 80 juta pengguna  internet. Dapat dibayangkan bila suatu DNS tidak berfungsi padahal DNS tersebut cukup umum digunakan oleh pengguna dari Indonesia maka akan puluhan juta orang tidak dapat mengakses internet," kata Abimanyu.

Pria  yang dikenal dengan panggilan Abah itu menjelaskan, DNS bermula ketika enam orang “cyber mafia“ asal Estonia yang sejak 2007 berhasil menyusupkan virus Trojan ke ratusan ribu komputer di seluruh dunia.  Trojan tersebut kini di dunia telematika dikenal dengan nama “DNS Changer".

Tindakan penyimpangan yang dilakukan sangatlah nyata, yakni mengubah DNS pada komputer yang telah terjangkit tersebut untuk mengarah ke DNS yang ada dalam kendali mereka. Namun tidak seperti Trojan atau virus pada umumnya yang sifatnya sekedar melakukan tindakan destruktif atas computer pengakses, atas file, program, DNS Changer ini dimaksudkan untuk kegiatan untuk meraup keuntungan finansial.

"Masalahnya bagi mereka yang tidak / kurang mengerti telematika mereka tidak sadar bila perangkatnya telah terpengaruh Trojan ini.  Dan parahnya lagi banyak pula yang tidak tahu cara mengubah pengaturan DNS tersebut," katanya. 

Lebih parahnya bagi mereka yang mengerti cara melakukan pengaturan DNS sekalipun mungkin tidak tahu cara mengarahkan atau memilih DNS yang sehat. Sebab, karena tidak ada referensi yang menyebut DNS sedang bermasalah. Bahkan DNS yang telah dikendalikan cyber mafia itupun pasti akan berupaya mengindikasikan bahwa mereka adalah DNS yang “baik”.

"Berita baiknya adalah FBI telah menangkap gerombolan tersebut tetapi Trojan sudah terlanjur tersebar, rencananya FBI melakukan pembenahan sejak Februari 2012 untuk mendata DNS yang mencurigakan untuk kemudian dimatikan," katanya.

Masalah yang kemudian timbul adalah ternyata setelah dilakukan pengecekan awal, tak disangka-sangka data menyatakan ratusan ribu komputer yang telah terjangkit Trojan tersebut dan mengarah ke berbagai DNS yang mencurigakan itu. "Itu sebabnya akhirnya FBI memilih untuk mengambil langkah ekstrim yakni dengan memutus akses ke DNS yang mencurigakan tersebut, dan saat itu terjadi bagi komputer yang telah terjangkit DNS Changer pasti tidak akan bisa mengakses internet karena hubungannya ke DNS terputus," paparnya.

Apabila hal itu terjadi pada kalangan individual yang mengakses internet sekedar untuk hal yang ringan mungkin masih tidak masalah. Tapi, bila itu terjadi pada SOHO (Small Office Home Office) atau SME (Small Medium Enterprise) atau yang disini dikenal sebagai UKM, apalagi bila terjadi pada lembaga pendidikan, perbankan, asuransi, online shop, critical point seperti pembangkit listrik, TNI/POLRI dll maka computer dari jaringan tersebut langsung “buta internet”.

"Dapat dibayangkan bagi perusahaan atau lembaga yang telah mengandalkan operasionalnya berbasis internet maka kejadian Internet Doomsday ini akan sangat merugikan, bahkan total kerugian bisa mencapai ratusan juta bahkan milyar rupiah," kata Abah.

Mengingat penuntasan hal itu cukup penting, awalnya FBI berencana menyegerakan penanggulangan 8 Maret 2012. Namun rencana FBI itu diundur hingga 9 Juli mendatang.  "Dan kali ini tidak akan diundur lagi," tegasnya. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 24.04.2014,
        17:12
        nice seo guys
        i8l7Od I really liked your article post.Much thanks again. Really Cool. From mobile
      2. 25.03.2014,
        20:19
        seo for cheap
        xBX5jC I appreciate you sharing this blog post.Really thank you! From mobile
      3. 27.07.2012,
        03:26
        Bambang Siswanto
        khowais beritanya utuk di analisa
      4. 12.07.2012,
        08:12
        AliTekker
        allhamdulilah itu berita boongan From mobile
      5. 09.07.2012,
        21:47
        Yanor jbr
        Tes tes 1 2 3 (^_^) hoho From mobile
      6. 09.07.2012,
        21:25
        RAHMAN
        BjooorR Jua Kahc..mun bujur kd rugi jua pang kda daras pulsa...palingan pencipta enternet rugi... From mobile
      7. 08.07.2012,
        22:49
        muzamil
        Kayaknya ketakutan yang tidak berdasar. semoga Allah swt selalu melindungi kita semua, terutama bagi yang benar2 percaya kepada-Nya. Amin
      8. 08.07.2012,
        21:47
        Titin
        wallahualam aja.. mudah2n ga bner ...
      9. 08.07.2012,
        21:47
        Titin
        wallahualam aja.. mudah2n ga bner ...
      10. 08.07.2012,
        21:47
        Titin
        wallahualam aja.. mudah2n ga bner ...