Selasa, 06 Desember 2016 | 21:04:43

Selasa, 28 Mei 2013 , 06:16:00

Partai Pengusung Balik Salahkan Bibit Waluyo


SEMARANG - Kekalahan Bibit Waluyo dalam hitung cepat Pemilukada Jawa Tengah memicu polemik cagub petahana (incumbent) itu dengan partai pengusung. Apalagi, sebelumnya Bibit menuding kekalahannya karena mesin tiga partai pengusungnya (Partai Demokrat, PAN, dan Golkar) tidak bekerja maksimal.
 
Ketua DPD Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, kekalahan pasangan Bibit Waluyo-Sudijono Sastroadmodjo (Bissa) di ajang Pilgub Jateng 2013 ini akibat bekas Pangdam IV Diponegoro itu tidak bisa menjalin komunikasi secara baik dengan partai-partai pengusung. Karena tidak ada komunikasi itu, partai menjadi malas untuk bekerja dalam memenangkan pasangan Bissa.

"Memang ada tiga partai yang mengusung pasangan Pak Bibit dan Pak Sudijono. Namun, sejauh ini, antara Pak Bibit dan partai-partai pengusung, tidak pernah ada komunikasi. Bagaimana bisa bekerja kalau tidak ada komunikasi?" tandas Wisnu kepada JPNN, Senin (27/5).
 
Pernyataan itu untuk menanggapi statemen Bibit saat mengetahui dirinya kalah oleh pasangan Ganjar-Heru dalam hitung cepat pasca-pencoblosan Minggu lalu (26/5). Kepada wartawan, Bibit mengatakan bahwa kekalahannya terjadi karena partai pengusung tidak solid dan tak bekerja maksimal. Hal itu berbeda dengan PDIP dalam mengusung Ganjar.
 
Terpisah, Ketua DPW PKS Jateng Abdul Faqih Fikri mengaku kaget dengan hasil hitung cepat Pilgub Jateng yang menempatkan jagonya, pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) di urutan terbawah. Menurut dia, faktor waktu menjadi kendala utama koalisi enam partai pengusung HP-Don.

Selain itu, Pembentukan koalisi pada last minute membuat koordinasi menjadi serba tergesa-gesa. "Mesin enam partai koalisi sebenarnya sudah bagus, tapi terlambat," ucapnya. (jpnn)
cheap jordan shoescheap jordan shoescheap jordan shoessac longchamp pas cher