Sabtu, 01 November 2014 | 17:30:27
Home / Politik / Pilkada / Partai Pengusung Balik Salahkan Bibit Waluyo

Selasa, 28 Mei 2013 , 06:16:00

BERITA TERKAIT

SEMARANG - Kekalahan Bibit Waluyo dalam hitung cepat Pemilukada Jawa Tengah memicu polemik cagub petahana (incumbent) itu dengan partai pengusung. Apalagi, sebelumnya Bibit menuding kekalahannya karena mesin tiga partai pengusungnya (Partai Demokrat, PAN, dan Golkar) tidak bekerja maksimal.
 
Ketua DPD Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, kekalahan pasangan Bibit Waluyo-Sudijono Sastroadmodjo (Bissa) di ajang Pilgub Jateng 2013 ini akibat bekas Pangdam IV Diponegoro itu tidak bisa menjalin komunikasi secara baik dengan partai-partai pengusung. Karena tidak ada komunikasi itu, partai menjadi malas untuk bekerja dalam memenangkan pasangan Bissa.

"Memang ada tiga partai yang mengusung pasangan Pak Bibit dan Pak Sudijono. Namun, sejauh ini, antara Pak Bibit dan partai-partai pengusung, tidak pernah ada komunikasi. Bagaimana bisa bekerja kalau tidak ada komunikasi?" tandas Wisnu kepada JPNN, Senin (27/5).
 
Pernyataan itu untuk menanggapi statemen Bibit saat mengetahui dirinya kalah oleh pasangan Ganjar-Heru dalam hitung cepat pasca-pencoblosan Minggu lalu (26/5). Kepada wartawan, Bibit mengatakan bahwa kekalahannya terjadi karena partai pengusung tidak solid dan tak bekerja maksimal. Hal itu berbeda dengan PDIP dalam mengusung Ganjar.
 
Terpisah, Ketua DPW PKS Jateng Abdul Faqih Fikri mengaku kaget dengan hasil hitung cepat Pilgub Jateng yang menempatkan jagonya, pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) di urutan terbawah. Menurut dia, faktor waktu menjadi kendala utama koalisi enam partai pengusung HP-Don.

Selain itu, Pembentukan koalisi pada last minute membuat koordinasi menjadi serba tergesa-gesa. "Mesin enam partai koalisi sebenarnya sudah bagus, tapi terlambat," ucapnya. (jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 19.07.2013,
        19:20
        drahman
        bahwa rakyat butuh pemimpin baru yg sederhana. gk yang necis pake jas peci dan meringis.. From mobile
      2. 03.07.2013,
        23:21
        ubay
        dia kalah karena dulu pernah me nyepele kan Jokowi, banyak orang gak suka dia waktu itu.
        dia merasa harus lebih dihormati ketimbang Jokowi.
      3. 30.05.2013,
        16:59
        Bebet
        Makanya kalau cari cagub, ada Bibit,babat,bobot..lha ini cuma bibit doank..
      4. 29.05.2013,
        19:04
        IING WINARSO
        Mungkin Bibit terlalu pede sebagai incumben..padahal Bibit 2008 jadi Gubernur berkat PDIP dan Rustriningsih..
      5. 29.05.2013,
        15:02
        ragil
        cukup sekali saja tidak usah menyalahkan orang lain emang orang jateng pengin perubahan dipimpin yg muda yang sdh uzur ya legowo lah
      6. 29.05.2013,
        15:02
        ragil
        cukup sekali saja tidak usah menyalahkan orang lain emang orang jateng pengin perubahan dipimpin yg muda yang sdh uzur ya legowo lah
      7. 28.05.2013,
        08:17
        hardi
        sampun surup srengenge bade angslup
        kuda lumping kejer njempling-njempling
        napa mboten eling
      8. 28.05.2013,
        07:35
        Sadjugo PS
        Yang salah itu Lik Bibit, wong posisinya Semasa jadi Jateng 1 pun sudah bikin tetangga di desa kelahirannya menimbulkan tanda tanya, lha wong katanya 'bali ndeso' kok desanya ngga pernah di jamah, malah kotanya mertua yag di perhatikan