Ridwan Saidi Minta AM Fatwa tak Acak-acak Jakarta

Ridwan Saidi Minta AM Fatwa tak Acak-acak Jakarta
Ridwan Saidi Minta AM Fatwa tak Acak-acak Jakarta

jpnn.com - JAKARTA - Budayawan Ridwan Saidi mengatakan pemikiran AM Fatwa untuk mengganti nama jalan Medan Merdeka Utara menjadi jalan Soekarno dan Medan Merdeka Barat menjadi jalan Hatta, sama dengan menghabisi para budayawan.

"Mengikuti cara pikir AM Fatwa dan sejarawan Asvi Marwan Adam dari UI ini, itu sama saja menghabisi kami. Anda sejarawan jangan membantai kami," kata Ridwan Saudi, dalam Dialog Kenegaraan "Usulan Pergantian Nama Jalan Merdeka di Monas," di gedung DPD, Senayan Jakarta, Rabu (11/9).

Dijelaskan Ridwan Saidi, Medan Merdeka dibangun tahun 1080 oleh Gubernur Jenderal Belanda Daendels. "Jadi ada sejarahnya. Anda ini kan pendatang, jangan acak-acak kota saya," tegas Ridwan Saidi.

Gambir itu lanjutnya, bukan teman makanan sirih, tapi nama flora. Jadi ada sejarahnya lapangan Gambir itu. Tempat olahraga dulunya. Lapangan Gambir itu ada sejarahnya.

"Nama jalan Usdek di samping gang Subur di Glodok saja diberi oleh masyarakat setempat. Jadi tidak perlu sampai ke presiden atau ke Bangkimon. Cukup Jokowi saja," ujar Ridwan.

Kata "Medan" di kawasan Monas merupakan kontribusi kata dari Sumatera dan Sulawesi. Kalau orang Jawa pasti menyebutnya lapangan, ungkap Ridwan Saidi.

"Saudara yang datang ini jangan main-main. Kalau tetap memaksakan kehendak, saudara mati pasti tidak dapat kuburan," tegas tokoh masyarakat Betawi itu.

Selain itu, Ridwan juga menyampaikan sikap anak Bung Karno soal pergantian nama jalan tersebut. "Sukmawati juga keberatan dengan rencana itu. Mari, hormati itu," ajak Ridwan Saidi. (fas/jpnn)


JAKARTA - Budayawan Ridwan Saidi mengatakan pemikiran AM Fatwa untuk mengganti nama jalan Medan Merdeka Utara menjadi jalan Soekarno dan Medan Merdeka


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News