2 Bulan Tak Dibayar, Feeder LRT Sumsel Koridor 1 dan 2 Bakal Setop Operasional

2 Bulan Tak Dibayar, Feeder LRT Sumsel Koridor 1 dan 2 Bakal Setop Operasional
Feeder LRT Sumsel Koridor 1 dan 2 akan setop operasional. Foto: Instagram@lrtsumselofficial.

jpnn.com, PALEMBANG - Feeder LRT Sumsel Koridor 1 (Talang Kelapa-Talang Buruk) dan Koridor 2 (Asrama Haji-Sematang Borang) terancam berhenti beroperasi.

Hal itu lantaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang belum membayar biaya operasional selama dua bulan terakhir, yakni Oktober dan November.

Diketahui, Koridor I dan 2 LRT dikelola oleh Pemkot Palembang, sedangkan Koridor 3-7 dikendalikan oleh Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS).

"Sudah dua bulan belum dibayar oleh pihak Pemkot yakni Oktober dan November," ungkap Kepala Bagian Operasional PT TGM Fajar Wahyudi saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (4/12).

"Dua bulan belum dibayar itu jumlahnya lebih kurang 1,8 milyar," tambah Fajar.

Fajar menyebut hingga saat ini belum ada langkah lebih lanjut terkait penyelesaian tunggakan biaya operasional tersebut.

"Kalau masih tidak dibayar, ya, terpaksa Koridor 1 dan 2 akan disetop," ucapnya.

Adapun jumlah armada untuk  koridor 1 dan 2 tersebut 26 unit feeder LRT.

Belum dibayar selama dua bulan, Feeder LRT Sumsel Koridor 1 (Talang Kelapa-Talang Buruk) dan Koridor 2 (Asrama Haji-Sematang Borang) akan stop beroperasional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News