21 Orang di Israel Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Kondisi Palestina?

21 Orang di Israel Terjangkit Virus Corona, Bagaimana Kondisi Palestina?
Ilustrasi - Covid-19 (Corona virus disease 2019). Foto: Antara/Dian Hadiyatna/HO

jpnn.com, JERUSALEM - Virus corona telah masuk ke wilayah Israel dan Palestina. Sejauh ini jumlah kasus di Israel masih lebih banyak ketimbang Palestina.

Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Keileh pada Jumat (6/3) mengumumkan bahwa jumlah kasus virus corona (COVID-19) di negaranya meningkat menjadi 16 orang.

Peningkatan itu terjadi setelah sembilan kasus baru dilaporkan di Kota Betlehem. Selain itu, terdapat 120 warga yang menjalani karantina di rumah.

Sebelumnya, Kamis (5/3), al-Keileh mengumumkan bahwa tujuh kasus pertama terdeteksi di Betlehem. Menyusul pengumuman tersebut, Presiden Palestina Mahmoud Abbas langsung menyatakan keadaan darurat selama 30 hari di Palestina.

Di Gaza, sejumlah sekolah dan universitas pada Jumat sore waktu setempat mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar di kelas sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat juga mengumumkan langkah serupa untuk menutup sementara semua sekolah mereka di Jalur Gaza sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Israel pada Jumat (6/3) mengumumkan bahwa empat warganya didiagnosis terjangkit virus corona. Temuan baru tersebut menambah jumlah total pasien COVID-19 di negara itu menjadi 21 orang.

Pihak kementerian mencatat bahwa saat ini keempat pasien baru tersebut berada di bawah karantina medis. Sementara itu, penumpang yang berada di dalam pesawat yang sama dengan mereka akan diminta untuk menjalani karantina. (Xinhua/ant/dil/jpnn)

Virus corona telah masuk ke wilayah Israel dan Palestina. Bagaimanakah penyebaran corona di kedua wilayah tersebut?


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News