9 Ekor Bekantan Dilepasliarkan ke Zona KEE Kalsel

9 Ekor Bekantan Dilepasliarkan ke Zona KEE Kalsel
Ilustrasi - Kawanan bekantan di Pulau Curiak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. ANTARA/HO-SBI

jpnn.com - BANJARMASIN - Sembilan ekor bekantan (monyet Belanda) dilepasliarkan ke area Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di wilayah Kalimantan Selatan.

Pelepasliaran itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Kehuatanan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel.

“Kami berkoordinasi dengan BKSDA Kalimantan Selatan untuk melepaskan sembilan ekor bekantan ke KEE,” kata Kepala Dishut Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Sabtu (29/4).

Dia menuturkan area KEE dikelola langsung oleh PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Adapun PT AGM diberikan tugas oleh Pemprov Kalsel untuk mengelola KEE sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup di provinsi itu.

Fathimatuzzahra menyebut keberhasilan PT AGM dalam mengelola KEE di wilayah perusahaan menjadi pertimbangan pihaknya dalam pemilihan area pelepasliaran sembilan ekor Bekantan tersebut.

“Hasilnya terlihat karena sudah ada kelahiran bayi bekantan di area KEE PT AGM pada bulan lalu,” ucapnya.

Dia mengatakan bekantan yang memiliki ciri khas hidung besar dan panjang ialah satwa endemik yang menjadi bagian terpenting lingkungan hidup sehingga perlu dijaga maupun dilestarikan.

Bekantan yang memiliki ciri khas hidung besar dan panjang ialah satwa endemik yang menjadi bagian terpenting lingkungan hidup

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News