Ada Borobudur, Alquran Terkecil, dan Wayang Kulit

Ada Borobudur, Alquran Terkecil, dan Wayang Kulit
Menpar Arief Yahya (kiri) didampingi Dubes RI untuk Vatican Budiarman Bahar saat meninjau Galeri Indonesia di Museum Vatican, Kamis (2/12). Foto: istimewa

“Museum tempat pameran ini temanya adalah harmoni kehidupan manusia yang beragam, dari berbagai latar belakang kebudayaan dan tradisi, Museum ini menjadi tempat yang menarik, karena berada di Vatikan, negara terkecil dengan 842 jiwa, yang dikunjungi jutaan orang dari berbagai negara, berbagai agama dan latar belakang budaya yang berbeda,” kata Arief Yahya.

Masih ada lagi, barang-barang ukit khas Indonesia, seperti tameng suku Asmat Papua dan alat pertahanan suku Dayak yang dijadikan hiasan tembok dengan desain primitive dan warna-warga cokelat gelap. Foto anak-anak kecil dengan mahkota Dayak, foto dua orang tua, juga foto kakek-nenek yang hidup bahagia dengan ulos dan baju Tapanuli. Lalu peta Indonesia yang dipasang besar, dengan istilah-istilah lama, seperti Isola di Java, Isola di Sumatra, Isola di Borneo, Isola di Celebes, dan menulis benua Australia dengan sebutan Hit Niew Hollandt.

Di bawah peta besar Indonesia itu, ada beberapa koleksi batik khas Solo, lurik (batik) Jogja, dan keris, yang semuanya sudah dicatat sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Dan di ujung Indonesia Corner seluas 400 meter persegi itu, ada vertical banner “Wonderful Indonesia” dengan tema “Indonesia the land of harmony.” Lengkap sudah, Negara Kota Vatikan yang dipimpin oleh Paus Fransiskus dengan Kepala Pemerintahan Cardinal Giuseppe Bertello itu menempatkan Indonesia di posisi yang amat terhormat.

Giuseppe Bertello sendiri yang mengajak Menpar Arief Yahya berkeliling ke museum itu. Termasuk melihat para arkheolog dan kurator merestorasi dua wayang kulit dari kayu di dalam workshop. Dua wayang itu adalah Arjuna dan Baladewa. “Kami berterima kasih diberi tempat yang luas, istimewa dan permanen di Museum Vatikan. Ini akan pas untuk menjaring di kolam ikan. Ada 6 juta orang, jadi ikannya sudah ngumpul di museum itu,” jelas Arief . (jos/jpnn)

 


JAKARTA - Bagaimana tidak merinding? Indonesia nun jauh di timur sana secara geografis dari Vatikan, tetapi mendapat apresiasi, dihormati, dan diorangkan,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News