Ada Kabar Baik dari Erick Thohir, Tetapi Sedikit Ngeri

Ada Kabar Baik dari Erick Thohir, Tetapi Sedikit Ngeri
Menteri BUMN Erick Thohir memembagikan pandangannya terkait tantangan dan peluang era disrupsi digital. Foto: Ricardo/JPNN.com

Tetapi gelombang kedua disrupsi digital yang harus diantisipasi sekarang ini apakah yang namanya fintech, healthtech, edutech, media tech, insurance tech.

"Ini yang memang kita saya rasa agak ketinggalan," ujar Erick.

Menurut Erick, era saat ini tentu berbeda dengan era-era sebelumnya. Memang suka tidak suka bahwa era saat ini adalah era teknologi, apalagi dengan adanya COVID-19 hal itu lebih mempercepat lagi transformasi.

Indonesia, lanjut dia, memiliki potensi yang luar biasa dalam ekonomi digital.

"Kalau melihat PDB China sebesar USD 14 triliun, Amerika Serikat sebesar USD 21 triliun, dan Indonesia baru sekitar USD 1 triliun," katanya.

Namun, kalau ditarik ke 2045, saat Indonesia menempati peringkat empat ekonomi terbesar dunia maka PDB tersebut akan mengalami peningkatan.

Pasalnya, dibandingkan dengan China yang memiliki 101 perusahaan rintisan atau startup unicorn dan Amerika Serikat 207 startup unicorn, maka Indonesia baru 5 startup unicorn.

Dengan demikian secara potensi jika dibandingkan secara apple to apple, potensi startup Indonesia bisa meningkat menjadi 25 startup unicorn dengan pertumbuhan PDB.

Menteri BUMN Erick Thohir memembagikan pandangannya terkait tantangan dan peluang era disrupsi digital.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News