Ada Peluang Ekspor Dua Juta Ton Udang Beku, Indonesia Siap?

Ada Peluang Ekspor Dua Juta Ton Udang Beku, Indonesia Siap?
Indonesia tetap ekspor udang vaname saat pandemi Covid-19 2020. Ilustrasi: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membidik peluang pasar ekspor udang sebesar dua juta ton melalui pengoptimalan tambak-tambak terlantar di seluruh Indonesia.

"Saat ini volume pasar ekspor masih 857 ribu ton. Kami menargetkan dua juta ton per tahun pada 2024," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya KKP Sjarief Widjaja dalam paparan ilmiah Rakernas Hipmi di Jakarta, Sabtu (6/3).

Menurut dia, proyeksi budi daya terletak pada lahan tambak seluas 311 ribu hektare. Pemerintah menggaet minat swasta untuk terlibat membangun tambak-tambak modern menggunakan sistem progresif, terintegrasi silvofisheries, maupun millenial shrimp farming.

Selama ini, kondisi budi daya udang di Indonesia saat ini bertumpu pada sistem budi daya intensif, semi intensif, dan tradisional. Adapun luas lahan 300 ribu hektare yang memproduksi 857 ton udang per tahun.

Nilai produk pasar perikanan dunia saat ini tercatat mencapai USD 162 miliar per tahun, dengan pasar terbesar adalah udang senilai USD 24 miliar.

"Indonesia berada di posisi ketujuh dunia, ekspor udang 239 ribu ton dengan nilai pasar USD 2 miliar," ucap Sjarief.

Dia menyebutkan, saat ini pemerintah mulai memilih tambak-tambak terlantar untuk dikelola menjadi kawasan tambak estate, membangun infrastruktur, jalan produksi, irigasi tandon, benih unggul, pakan hingga memastikan sumber air terbaik.

Hal ini kata Sjarief ditujukan untuk mencapai target produksi dua juta ton udang dalam kurung waktu empat tahun.

Indonesia bidik ekspor udang beku dua juta ton pada 2024, KKP melakukan sejumlah langkah. Simak selengkapnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News