Ada Persaingan Bisnis di Balik Petani Menyemen Kaki?

Ada Persaingan Bisnis di Balik Petani Menyemen Kaki?
Petani Kendeng menyemen kaki di depan Istana. Foto: via RMOL

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengingatkan semua pihak untuk tidak mengorbankan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, demi kepentingan politik kelompok tertentu.

Menurut Andre, pembangunan PT SI merupakan salah satu proyek strategis pemerintah, yang diyakini mampu menyejahterakan masyarakat sekitar. Apalagi investasi yang digelontorkan untuk membangun pabrik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mencapai hingga Rp 4 triliun.

"Jangan sampai pabrik Semen Indonesia di Rembang menjadi korban kepentingan politik. Kami minta jangan ada politisasi, toh manfaat pabrik semen ini juga dirasakan masyarakat setempat," ujar Andre Rosiade, di Jakarta, Jumat (24/3).

Andre menilai, kekhawatiran segelintir petani Pegunungan Kendeng, keberadaan pabrik akan merusak lingkungan, kurang beralasan. Sebab selama ini PT SI di Rembang belum melakukan kegiatan penambangan.

Justru selama ini kata Andre, penambangan telah marak dilakukan oleh pihak swasta pemegang izin usaha penambangan (IUP), jauh sebelum PT SI masuk ke Rembang.

Kenyataan lain, Kendeng terletak jauh dari pabrik PT SI yang berada di Rembang. Fakta ini menurut Andre, semestinya disampaikan secara jelas. Sehingga masyarakat mengetahui persis kondisi yang sebenarnya.

"Saya kira sambil melakukan pendekatan ke masyarakat, fakta-fakta seperti ini perlu disampaikan. Selain itu saya kira juga penting diingatkan, jangan ada politisasi warga Kendeng," tuturnya.

Sementara itu, terkait aksi warga Pegunungan Kendeng menolak PT SI dengan mengecor kaki menggunakan semen, aparat keamanan kata Andre, perlu menelusuri. Apakah benar ada pihak yang sengaja menggerakkan aksi tersebut, karena persaingan bisnis.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mengingatkan semua pihak untuk tidak mengorbankan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News