Ada Sampah di Perut Jerapah, Setop Beri Makan Hewan KBS

Ada Sampah di Perut Jerapah, Setop Beri Makan Hewan KBS
Kebun Binatang Surabaya. Foto:dok.JPNN

Kepala Kalki tampak terhuyung-huyung saat menghampiri Monti. Tampaknya, dia juga sedang demam. ''Hei Monti, kenapa kamu?'' ujar Kalki yang ada di tangan kiri Laily.

Monti menjelaskan, dirinya baru memakan memakan yang tergeletak di hutan. Dia menunjukkan makanan yang tidak habis dimakan. Ternyata, makanan itu adalah sampah plastik yang ditinggalkan manusia saat melintasi hutan.

Pantas saja perut Monti kesakitan. Plastik itu tidak bisa dicerna. Kalki tidak bisa membopong tubuh Monti yang lebih besar darinya.

Kalki lantas memanggil Paman Simba, singa yang menjadi raja hutan. Hauum, hauum... Raja hutan datang dengan bulu keemasannya.

Namun, setelah mendengar cerita si Monti, dia ternyata tidak bisa menolongnya. Dia tidak tahu obat sakit perut yang cocok untuk si Monti. ''Makanya jangan asal makan sembarangan. Barang-barang manusia itu belum tentu sehat buat kamu,'' begitu nasihat yang diberikan Paman Simba.

Si Monti masih kesakitan. Tidak lama kemudian, dia tewas karena tidak terobati. Beberapa pengunjung yang awalnya melempari monyet dengan kacang pun berhenti memberi makan primata berekor panjang itu. 

Cara tersebut ternyata lebih efektif ketimbang hanya melarang para pengunjung. ''Hampir setiap hari kami ingatkan. Namun tetap saja ndablek,'' jelas Supriyanto yang mengabdi di KBS sejak 1994 tersebut.

Selain di area primata, rusa menjadi sasaran pemberian makan dari para pengunjung. Mereka memetik dedaunan di taman KBS. Daun-daun itu lalu diberikan ke rusa.

Matinya jerapah jantan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada 1 Maret 2012 diharapkan tidak terjadi lagi. Saat itu ditemukan 20 kilogram sampah plastik

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News