Agum Gumelar Sarankan PSSI dan Menpora Musyawarah

Agum Gumelar Sarankan PSSI dan Menpora Musyawarah
Agum Gumelar Sarankan PSSI dan Menpora Musyawarah

jpnn.com - JAKARTA - Gesekan antara PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mulai mendapat perhatian luas.

Tidak hanya dari para penggiat sepak bola saat ini, tapi juga datang dari tokoh-tokoh sepak bola tanah air. Salah satunya datang dari Agum Gumelar yang tidak lain adalah mantan Ketua Umum PSSI dan Menteri Perhubungan itu.
    
Menurutnya, sebaiknya PSSI dan Menpora duduk bersama demi mencari solusi terbaik untuk mengantarkan sepak bola Indonesia menuju prestasi lebih baik.

Sebab, di mata Agum, saat ini sistem pembinaan, organisasi dan kompetisi sepak bola Indonesia mulai tertata dengan rapi, sehingga sangat disayangkan kalau akhirnya patah lagi di tengah jalan.
    
"Karena saya melihat bahwa Menpora memiliki semangat yang sama seperti masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu kecewa dengan PSSI yang tak kunjung menghadirkan prestasi bagi bangsa," ujar Agum Gumelar, kemarin (6/1).

"Tapi, solusinya kan bukan lantas dengan harus membekukan PSSI," tegasnya.
    
Nah, enggan melihat gesekan antara PSSI dan Menpora tersebut semakin berlarut-larut, pria yang pernah menjadi Ketua Komite Normalisasi PSSI itu berharap kedua unsur yang sedang "perang dingin" tersebut masing-masing tidak saling perang komentar di media masa yang ujung-ujungnya menimbulkan polemik dan keresahan baru di masyarakat.
    
"Jadi, sebaiknya semua duduk bersama dan melakukan diskusi saja, baik Menpora maupun PSSI," ujar mantan Jenderal Bintang Empat itu.

Apa yang disarankan oleh Agum tersebut sama persis dengan keinginan salah satu anggota Tim Sembilan Yusuf Husni yang juga berharap adanya Musyawarah antara PSSI dan Menpora.
       
"Kalau terkait mafia sepak bola, atau bandar judi pertandingan, itu kan ada mekanisme penyelesaiannya sendiri," timpal mertua dari Taufik Hidayat peraih medali emas tunggal putera cabang bulu tangkis di Olimpiade Athena, 2004 lalu itu.
    
Seperti yang diketahui, Imam Nahrawi muali gerah dengan ketidak becusan otoritas tertinggi sepak bola Indonesia yang tak kunjung membawa prestasi di kancah Internasional. Terutama saat Timnas U-19 gagal total di Piala Asia, pada Oktober lalu, serta kegagalan Timnas Senior di AFF awal Desember lalu.
    
Bukan hanya dua kegagalan tersebut yang membuat Imam Nahrawi kecewa berat.  Namun, lima gol bunuh diri yang terjadi di "Sepak Bola Gajah" antara PSIS Semarang dan PSS Sleman di babak Delapan Besar Divisi Utama, Oktober 2014 lalu adalah yang paling menyakitkan. Nah, dengan dasar itu, Imam Nahrawi lantas membentuk Tim Sembilan untuk menginvestigasi sepak bola Indonesia.
    
Sayang, niat baik Menpora untuk memperbaiki sepak bola Indonesia tersebut ternyata mendapat resistensi, terutama dari para anggota PSSI itu sendiri.

Mereka menilai, Tim Sembilan bentukan Menpora tersebut adalah upaya sang Menteri berusaha mengintervensi dapur organisasi pimpinan Djohar Arifin Husin itu. (dik)


JAKARTA - Gesekan antara PSSI dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mulai mendapat perhatian luas. Tidak hanya dari para penggiat


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News