Air Mata Bisa Menjadi Antiseptik Alami

Air Mata Bisa Menjadi Antiseptik Alami
Hannan Ahsan Nabrian dan An Nadhofah Adlin. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Air mata mengantarkan Hannan Ahsan Nabrian dan An Nadhofah Adlin mendapat penghargaan. Yaitu, Special Awards dalam Youth Sciences Community (YSC) 2018 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Surabaya. Siswa SMP Negeri 28 Surabaya itu mampu membuktikan bahwa air mata bisa dijadikan antiseptik dan mengobati luka ringan.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian berjudul Air Mata Manusia sebagai Antiseptik Alami untuk Mengobati Luka Ringan. Dalam penelitian tersebut, anggota Kelompok Peneliti Belia itu dapat membuktikan bahwa air mata mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada luka ringan. "Kami menggunakan media puding. (Air mata, Red) hanya menghambat, belum menyembuhkan" kata Hannan siswa yang duduk di kelas VII itu.

Ide penelitian itu muncul ketika dia mendiskusikan air mata dengan teman dan guru pendampingnya. Hannan mempertanyakan kenapa mata selalu sehat, padahal setiap hari selalu terkena debu. Dari pertanyaan tersebut, dia dan timnya mulai mendalami melalui internet dan jurnal-jurnal penelitian. "Air mata manusia itu mengandung empat zat yang masing-masing mampu menghambat dan membunuh kuman dan bakteri," kata siswa yang pernah mengikuti lomba karya tulis ilmiah (LKTI) itu.

Sementara itu, An Nadhofah Adlin, siswa kelas VIII, menceritakan, untuk menyimulasi air mata, dirinya membutuhkan waktu tiga sampai lima hari. Ana, sapaan akrabnya, menyediakan tiga puding dengan perlakuan yang berbeda. Perlakuan pertama, puding di dalam cawan pertama diolesi kuman luka ringan melalui cotton bud. Puding di cawan kedua diberi kuman yang ditetesi air mata. Di cawan ketiga, puding netral. Tidak diberi kuman dan air mata. 

"Hasilnya, air mata mampu menghambat pertumbuhan kuman. Perbandingannya cukup signifikan," jelasnya. Cawan satu diketahui berisi lima sampai tujuh koloni kuman. Cawan kedua hanya satu sampai dua koloni kuman.

Mereka berharap ide antiseptik alami itu mampu dikembangkan sampai menjadi sebuah antibiotik alami sebagai pengganti antibiotik kimia. "Ke depan, kami coba menggunakan luka sungguhan. Sudah diajak untuk berkolaborasi dengan laboratorium mikrobiologi Unair," kata Ana. 

Triworo Parnoningrum, kepala SMP Negeri 28 Surabaya, mengapresiasi prestasi yang diperoleh siswanya. Dia selalu mendukung pengembangan hasil penelitian tersebut. "Kami akan sinergikan dengan orang tua dan alumni. Agar Peneliti Belia itu terus berkembang," ujarnya. (zam/c6/eko) 

Hannan mempertanyakan kenapa mata selalu sehat, padahal setiap hari selalu terkena debu. Dari pertanyaan tersebut, dia dan tim mulai mendalami melalui internet


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News