Aksi Demo 2 Oktober, Honorer K2 Gabung Massa Buruh, Sasar Istana dan DPR

Aksi Demo 2 Oktober, Honorer K2 Gabung Massa Buruh, Sasar Istana dan DPR
Massa honorer K2 dalam aksi 30 Oktober di depan Istana Negara. Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Honorer K2 di bawah naungan Aliansi Honorer Nasional (AHN) akan bergabung dengan massa buruh, melakukan aksi demo 2 Oktober 2019. Sasaran utama aksi adalah gedung DPR RI dan Istana Negara.

Aksi honorer K2 ini bersamaan dengan massa dari sejumlah elemen masyarakat lainnya. Antara lain FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia), SPN (Serikat Pekerja Nasional), FSP KEP (Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan), FSP FARKES (Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi), ASPEK (Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia), FSP ISI (Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia). Diperkirakan massa yang akan turun 50 ribu orang.

Ketum AHN Edi Kurniadi alias Bhimma mengungkapkan, ini demo yang kelima kalinya dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Perjuangannya tetap sama dengan sebelumnya menuntut regulasi pengangkatan honorer K2 menjadi CPNS.

"Kami kembali berafiliasi dengan KSPI karena misi perjuangan kami sama. Kami butuh perubahan status," kata Bhimma kepada JPNN.com, Selasa (1/10).

Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil rembuk bersama, massa yang akan turun terdiri dari FSPMI sekira 50 ribu orang, SPN 5.000 orang, FSP KEP 3.000 orang, FSP FARKES 1.000 orang, ASPEK 1.000 orang, FSP ISI 100 orang, dan honorer 1.000 orang.

Khusus honorer K2, lanjut Bhimma, awalnya ingin melibatkan perwakilan dari seluruh provinsi. Namun, karena terkendala dana, akhirnya difokuskan wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

"Angka seribu itu setelah saya berkoordinasi dengan masing-masing wilayah. Mudah-mudahan aksi besok bisa membaw perubahan karena kami juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan tuntutan aksi," tandas Bhimma. (esy/jpnn)

Aksi demo 2 Oktober 2019, massa honorer akan bergabung dengan buruh, sasaran utama adalah gedung DPR RI dan Istana Negara.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News