Aktivis Greenpeace Akhiri Aksi

27 Jam di Atas Crane PT IKPP, Turun Diperiksa Polisi

Aktivis Greenpeace Akhiri Aksi
Foto : Said Mufti/Riau Pos/JPNN
Yugo pun menegaskan bahwa tujuan mereka melakukan aksi tersebut adalah terkait masalah pemanasan global, terutama dikarenakan aksi penebangan hutan dan rusaknya lahan gambut. Intinya, kata Yugo, para aktivis Greenpeace itu menuntut agar pihak IKPP berhenti dan tidak lagi melakukan perusakan alam.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Rohmat Nursaid MSi, saat dikonfirmasi melalui Wakapolres Siak Kompol Rumondor, menjelaskan bahwa sejak awal pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi tersebut setelah mendapatkan laporan dari unsur masyarakat. Tepatnya, ada laporan dari pihak perusahaan soal sekelompok orang yang mengaku aktivis Greenpeace memasuki wilayah mereka tanpa izin.

"Selama aksi berlangsung, kita tetap melakukan pengamanan di lokasi tersebut. Dan setelah dilakukan negosiasi, akhirnya keempat orang itu turun dari crane dengan kesadarannya, tanpa ada paksaan, karena di sana juga sudah ada pengacara mereka yang mendampingi saat negosiasi berlangsung," jelas Wakapolres.

Terkait pemeriksaan terhadap Alin (24) di Mapolsek Tualang, Wakapolres mengatakan bahwa hal itu sudah sesuai prosedur hukum karena yang bersangkutan memasuki wilayah orang tanpa izin. "(Sementara) ketiga warga asing langsung diserahkan ke Polda, karena bukan wewenang kita," jelasnya lagi. Sejauh ini belum diketahui tindak lanjut proses pemeriksaan, termasuk juga soal rencana negosiasi tiga pihak seperti yang telah dijanjikan. (wik/ito/JPNN)
Berita Selanjutnya:
Berkas Bibit Segera Menyusul

PERAWANG - Empat aktivis Greenpeace - tiga di antaranya warga asing - akhirnya menghentikan aksi protes yang mereka jalani dengan memanjat crane


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News