Api Pertama Kali Muncul dari Kios Sa'diah dan Menghanguskan 16 Bangunan

Api Pertama Kali Muncul dari Kios Sa'diah dan Menghanguskan 16 Bangunan
Petugas damkar memadamkan api yang membakar 16 kios di Pasar Cibaliung, Selasa (8/10). Foto: Banten Raya

jpnn.com, PANDEGLANG - 16 kios di Pasar Cibaliung, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Pandeglang, Banten, ludes terbakar pada Selasa (8/10). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Api pertama keluar dari sebuah kios milik Sa'diah yang diketahui pengunjung pasar ketika asap sudah mengepul di atas atap.

Sontak, melihat peristiwa tersebut pengunjung berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun akibat api sudah membesar, merambat ke kios lain yang ikut terbakar.

Tak lama, petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang datang ke lokasi untuk memadamkan api. Api dapat dijinakkan oleh petugas sekitar dua jam kemudian.

"Api pertama kali muncul dari kios punya Ibu Sa'diah, terus merambat ke kios di sebelahnya. Dari laporan sementara kebakaran itu karena arus pendek listrik," kata Aparatur Desa Sukajadi, Sana Danru.

Sana belum mengetahui berapa kerugian atas bencana kebakaran tersebut. "Belum bisa diketahui jelas berapa taksiran kerugiannya, masih kami data. Kalau sudah ada nanti dikasih tahu, karena datanya akan kami laporkan ke BPBD," ujarnya.

Kasi Pemadam Kebakaran, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Pandeglang, Endan Permana memastikan, kebakaran yang menghanguskan 16 kios di Pasar Cibaliung tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kios beserta isinya yang terbakar diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Enggak ada korban, semua pemilik kios pada selamat. Untuk kerugian masih kami hitung," ujarnya. (yanadi)

Kebakaran yang menghanguskan 16 kios di Pasar Cibaliung Pandeglang tidak sampai menimbulkan korban jiwa.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News