AS Geram Pada Militer Myanmar, Larang Penjualan Senjata

AS Geram Pada Militer Myanmar, Larang Penjualan Senjata
Anak-anak pengungsi Rohingya saat berada di lokasi pengungsian Lapang, Acut Utara, Selasa (2/6). Foto: Idris/Rakyat Aceh/JPNN.com Ilustrasi : Idris/Rakyat Aceh

Nahas, saat itu turun hujan dan mungkin ombak sedang tinggi sehingga perahu yang mereka tumpangi terbalik.

Para korban ditemukan terdampar di Patuwartek, sekitar 8 kilometer dari Pantai Inani, Distrik Cox's Bazar.

Klaim para pengungsi bahwa mereka diisolasi dan kehabisan bahan pangan di Rakhine, Myanmar, sepertinya bukan isapan jempol.

Sebab, lima korban selamat menderita malanutrisi akut.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menegaskan bahwa kesempatan bagi Myanmar untuk membicarakan krisis di Rakhine secara diplomatik sudah usai.

"Negara mana pun yang saat ini menyediakan senjata untuk militer Myanmar harus menghentikan aktivitasnya sampai ada langkah-langkah memadai yang diambil," tegasnya dalam rapat di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Kamis (28/9).

Itu adalah kali pertama AS meminta militer Myanmar dihukum. (Reuters/AlJazeera/sha/c11/any/jpnn)


Militer Myanmar masih terus menekan etnis Rohingya


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News